Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Resmi


__ADS_3

1 September.


Rolls-Royce Silver Shadow yang keren melaju di sepanjang jalan menuju Distrik Industri, tempat di mana perusahaan Yugu Games berada.


Sopir yang baru di rekrut sedang mengemudikan mobil itu dengan santai, sedangkan Bastian dan Queen duduk di kursi belakang.


Bastian bersandar santai, sedangkan Queen memegang map tebal di tangannya, menjelaskan tentang beberapa resiko dan masalah dalam proses akuisisi.


Pertama, resiko modal dan aset, ketika berencana mengakuisisi perusahaan, harus mencari tahu, apakah perusahaan itu memiliki kontribursi modal pasif dan pada saat yang sama harus memberikan perhatian khusus pada apakah perusahaan sudah balik modal.


"Selain itu, ketika memutuskan untuk membeli sebuah perusahaan, kita harus memperhatikan struktur komposisi aset perusahaan, alokasi ekuitas, penjaminan aset, permasalahan aset, proporsi spesifik aset bergerak juga aset tetap dan alokasi ekuitas perusahaan adalah semuanya prioritas utama."


"Yang lainnya adalah sistem akutansi keuangan dan resiko pajak perusahaan."


Mengenai beberapa hal itu, Bastian masih bisa mengerti, tetapi lebih banyak hanya sekedar tahu tentang hal yang berada di luar jangkauan profesionalnya.


Tapi untungnya, dia adalah bos! Jadi dia tidak perlu mengkhawatirkan hal hal yang terlalu profesional itu sendirian. Dia memilik bawahan sendiri untuk menanganinya. Dia hanya perlu mengontrol perusahaan secara umum.


Intinya, kalau bingung dengan penjelasan Queen di atas, tidak usah di pikirkan, cukup lanjutkan kehidupan dengan tenang.


"Apakah tidak ada masalah dengan Lance?"


"Penanganan tuan Lance bisa di katakan sangat baik. Dia menemukan semua masalah tersembunyi dari Yugu dan memanfaatkannya sebagai alat tawar menawar untuk menurunkan harga. Ini bisa di katakan sebagai akuisisi klasik."


Bastian mengangguk dan tidak berkata apa apa lagi.


Tak lama kemudian, Rolls-Royce Silver Shadow berhenti di depan pintu gedung Yugu Games.

__ADS_1


Lance sudah menunggu di depan pintu dan ada seorang pria yang berdiri di sampingnya.


Pria itu terlihat berusia sekitar 50 tahunan, tidak gemuk dan memiliki wajah dengan mata cerah tetapi rambutnya di tumbuhi beberapa uban.


"Tuan Sharga."


Lance buru buru menyapanya setelah pengemudi membungkuk dan membuka pintu mobil untuk Bastian. Lance mendekat dan berbisik di telinga Bastian.


"Ini adalah pemilik dari Yugu Games, tuan Rose, Adam Rose."


"Tuan Sharga."


Adam Rose menyambut dengan senyuman dan berjabat tangan dengan Bastian penuh rasa sopan.


"Tuan Rose, aku sudah banyak mendengar tentangmu."


"Silahkan masuk, tuan Sharga."


Ketika memasuki gedung Yugu Games, Bastian mengusulkan untuk pergi ke area kerja sendirian dan ingin melihat lihat dengan sesuka hati. Entah apa yang di sembunyikan, Adam secara otomatis menolak untuk menerima permintaan kecil ini. Mungkin karena Bastian belum memiliki hak sepenuhnya.


Lingkungan kantor di Yugu Games itu cukup bagus. Jarak antara meja kerja masing masing karyawan cukup luas dan tidak tampak padat. Tanaman hijau dan bunga bermekaran penuh di setiap sudut untuk menghiasi ruangan.


Bahkan ada coffee corner yang di buat untuk bersantai dan istirahat para staf.


Melihat suasana itu, Bastian tidak bisa menahan diri untuk mengingat lingkungan kerja yang sempit dan sumpek di kantornya dulu, dan tidak bisa menahan perasaan emosi.


Manajemen staf dan perencanaan strategis Yugu Games memang berantakan tetapi lingkungan kerja mereka cukup baik.

__ADS_1


Saat ini, meskipun semua karyawan sedang duduk di posisinya masing masing dan tampak sibuk bekerja, tapi hati mereka penuh dengan kecemasan.


Hampir semua orang mengkhawatirkan prospek masa depan mereka. Bagaimana temperamen bos baru perusahaan mereka? Apakah akan ada pemecatan dan pergantian personel besar besaran? Itu semua adalah masalah yang mereka pikirkan saat ini. Mereka tahu bahwa hidup dan mati mereka sekarang sepenuhnya tergantung oleh bos baru.


Mereka sangat gelisah, karena mereka semua memiliki keluarga dan harus bekerja untuk menghidupi keluarga mereka.


Bastian berkeliling di area kantor dan berjalan melewati setiap tempat.


"Mungkin ada kunjungan."


"Apakah itu karyawan baru? Berjalan jalan santai seperti itu, apa dia tidak tahu aturan di sini?"


Tapi saat ini, tidak ada yang berminat untuk lebih memperhatikan pemuda ini.


Dan yang pasti, tidak ada yang tahu bahwa ada cahaya yang aneh terpancar dari mata pemuda itu.


Usai kunjungan, Bastian datang ke ruang pertemuan Yugu Games di pimpin oleh Adam.


Langkah selanjutnya adalah mengikuti semua prosedur. Kedua belah pihak menyerahkan dokumen dan pernyataan untuk peninjauan akhir. Dan akhirnya, Bastian menandatangani kontrak dan semuanya berjalan baik baik saja.


"Terima kasih, tuan Sharga."


"Sama sama, tuan Rose."


Sudut bibir Bastian sedikit terangkat.


Mulai sekarang, Yugu Games berganti nama menjadi ElangBaja Games dan secara resmi berada di bawah nama Bastian Sharga.

__ADS_1


__ADS_2