
Di Auditorium Vanguard Hotel.
Di ruangan yang tidak terlalu terang, udara di penuhi aroma harum yang samar. Gadis gadis cantik dengan pakaian seragam yang sebanding dengan sosok seorang model, dan tak terhitung jumlahnya sedang sibuk berjalan di antara kursi kursi untuk membimbing para tamu ke tempat duduk mereka.
Kursi Bastian berada di tengah ruangan dan nomor pada sebuah tanda di tangannya adalah 56.
Sedangkan Yoko, tidak tahu harus pergi kemana, tapi bagaimanapun itu adalah pelelangan yang di adakan oleh perusahaan keluarganya.
Acara ini tidak hanya mengundang banyak tamu di perjamuan ini, tetapi juga mengundang banyak wartawan.
Mereka berasal dari berbagai surat kabar dan media. Kamera mereka terus berkedip dan pena pena siap di gunakan untuk mencatat momen momen penting.
Lelang di siarkan secara langsung di internet dengan serentak. Zuna Group menghabiskan banyak uang untuk stasiun televisi, bahkan banyak situs web siaran langsung dan video.
Melihat suasana seperti ini, Bastian mengangguk diam diam.
"Zuna Group benar benar memperhitungkan segalanya, langkah yang sangat cerdas."
Dengan cara lelang langsung, di satu sisi mereka dapat menunjukkan kemegahan dan perbandingan kelas atas, membuat suasana lelang lebih terlihat mewah dan membuat harga vila nomor satu di Blue Moon lebih menguntungkan.
Di sisi lain, orang orang kaya bersaing untuk membeli vila nomor satu di Blue Moon dengan harga tertinggi yang bisa membuat area Blue Moon akan terkenal melalui lelang ini.
Lampu dalam auditorium tiba tiba menyala dan suasana di dalam ruangan terlihat di depan semua orang. Kemewahan mencolok memanjakan mata semua orang. Di tengah ruangan sebuah kubah dengan lampu kristal raksasa tergantung di sana, memancarkan cahaya yang menyilaukan, menyebarkan sinar yang hanya menyisakan kemewahan dengan jelas.
"Hadirin sekalian."
Di bawah sorotan lampu, juru lelang yang memakai setelan hitam muncul sambil tersenyum di tengah panggung.
Para tamu yang sedang berbincang mulai berhenti dan semua mata melihat ke satu titik.
"Terima kasih untuk anda para tamu tamu terhormat. Hari ini adalah acara pembukaan area vila Blue Moon."
"Dengan ini, lelang yang di adakan oleh Zuna Group dan Vanguard Hotel, secara resmi akan di mulai!"
"Selanjutnya, mari kita lihat properti pertama dan satu satunya dalam lelang ini. Saya yakin anda semua sudah tahu apa itu."
"Vila nomor satu di area vila Blue Moon!"
Di sebuah layra lebar, gambar vila mewah di proyeksikan secara tiba tiba.
Blue Moon mengundang para ahli desain terkenal dari seluruh dunia untuk merancang semuanya, dan bahkan seorang desainer interior dan arsitektur yang jenius, juga ikut terlibat dalam pengerjaannya.
"Villa nomor satu di area Blue Moon mencakup area seluas 18 hektar dan area konstruksi bangunan 1.461 meter persegi. Ini adalah vila tunggal yang mewujudkan fungsi hunian mewah dan club kecil bahkan di lengkapi dengan lapangan golf."
"Seluruh bangunan terdiri dari dua lantai, di kelilingi area taman bunga. Bagian luar area berbentuk bulan sabit yang unik. Karena menggunakan bahan khusus, ketika malam hari bagian luar akan memancarkan cahaya biru, jika di lihat dari atas akan terlihat seperti pantulan bulan dari langit berwarna biru."
"Vila nomor satu Blue Moon adalah yang teratas dalam segala aspek."
"Bayangkan bagaimana rasanya tinggal di rumah yang seperti ini."
Dengan narasi pembawa acara yang fasih dan menarik, suasana di ruangan itu berangsur angsur mulai meningkat, dan banyak mata orang yang sudah mulai panas.
Area vila Blue Moon memang sebuah proyek yang telah di curahkan oleh Zuna Group dengan susah payah. Vila nomor satu adalah salah satu karya yang paling membanggakan. Benar benar luar biasa dalam hal design, kreatifitas dan kenyamanan.
__ADS_1
Baik untuk orang biasa atau orang kaya, makanan, pakaian, rumah dan kendaraan adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan sehari hari. Itu kebutuhan primer.
Jika bisa membeli vila nomor satu, tidak hanya bisa hidup dengan nyaman, tetapi juga bisa datang ke Vanguard Hotel untuk menikmati makanan lezat dari waktu ke waktu.
Atau sesekali mengundang teman bermain golf di vila, selain pamer, itu juga bisa menjadi simbol identitas dan berselera tinggi.
"Hadirin sekalian, sekarang pelelangan resmi di mulai!"
Juru lelang mengeluarkan palu kayu kecil dan mengetuk keras meja lelang itu.
"Dalam lelang ini, harga awal adalah 50 juta dollar dan kenaikan harga minimum tidak boleh kurang dari 2 juta dollar setiap kali---,,,,"
"52 juta dollar!"
Begitu kata kata itu terlontar, seseorang mengangkat tanda yang ada di tangannya. Kenaikan harga 2 juta dollar itu hanyalah sebuah pancingan.
"54 juta dollar!"
"56 juta dollar!"
Setelah itu, beberapa orang menaikkan harga satu demi satu, tetapi jumlah kenaikannya tidak tinggi. Jelas terlihat bahwa setiap orang menahan diri di awal persaingan dan berencana untuk menguji kekayaan orang lain terlebih dahulu.
"65 juta dollar!"
Beberapa orang mulai kehilangan kesabaran dan tiba tiba menambahkan 9 juta dollar.
"70 juta dollar!"
"80 juta dollar!"
"90 juta dollar!"
"98 juta dollar!"
"100 juta dollar!"
Semua orang sempat terdiam sejenak. Kenaikan harga sebelumnya sedikit lambat. Pergantian nominal digit membuat orang sedikit tenang.
Vila nomor satu di Blue Moon memang bagus. Mungkin bisa di katakan bahwa hanya sedikit rumah mewah yang sebanding dengannya di negara ini, tetapi apakah perlu menghabiskan ratusan juta untuk sebuah vila?
Para reporter di ruangan itu sudah mulai mengambil foto dengan gila gilaan. Lelang vila mewah dengan nilai besar akan menarik arus penonton ataupun pembaca yang besar.
"140 juta dollar!"
Seorang pria paruh baya yang gemuk dengan wajah arogan mengangkat tandanya dan memulai kembali kenaikan harga yang sempat terhenti.
Wajahnya menandakan seperti selama dia menginginkan sesuatu, tidak ada yang tidak bisa dia dapatkan.
Tidak perduli berapa biayanya.
Di sampingnya, seorang wanita yang berpakaian menggoda dan memiliki sosok seksi, langsung memeluknya dan matanya penuh dengan kekaguman dan semangat.
"Sayang, kamu sangat tampan sekali."
__ADS_1
"Hahaha, aku harus membiarkanmu tinggal di vila nomor satu ini. Orang orang ini ingin merebutnya dariku? Tidak mungkin!"
Pria paruh baya yang gemuk itu tertawa.
"180 juta dollar!"
Orang tua berwajah tenang lainnya menaikkan harganya.
"250 juta dollar!"
Pria paruh baya yang gemuk itu menaikkan harganya lagi, matanya menyipit menampakkan kilatan yang tajam.
'Beraninya menantang diriku!'
Juru lelang sedikit bersemangat.
"250 juta dollar! Apakah ada orang lain yang menaikkan harganya?"
Orang tua yang telah menaikkan harga sebelumnya menggelengkan kepala dan dengan tenang meletakkan tanda di tangannya. Harga ini telah melampaui garis bawah psikologisnya.
Semakin tinggi harga jual vila nomor satu, semakin tinggi juga pajak komisinya. Oleh karena itu, wajar jika tidak ada upaya untuk menganjurkan orang kaya yang hadir ini untuk terus menaikkan harga.
Lelang terkadang bukan permainan antara uang, tetapi juga permainan antara psikologis, menguji dan menebak garis bawah harga tertinggi orang lain, kemampuan untuk menanggung rentang kenaikan harga dan bahkan seni lelang itu sendiri.
BACOT!
Bastian meletakkan ponselnya dan mematikan browsernya. Dia baru saja mencari artikel tentang keterampilan dan seni lelang. Seperti kata kata di atas.
"Menurutku hanya ada satu seni pelelangan, dan itu adalah menghancurkan saingan dengan harga yang tak tertahankan."
"Aku kan kaya."
Juru lelang memainkan kualitas profesionalnya dan nada bicaranya itu bisa menyeret orang ke ujung dunia.
Tapi masih belum ada kenaikan harga, jadi dia menarik nafas dalam dalam dan memutuskan bahwa ini akan menjadi harga akhir. Palu lelang di tangannya siap untuk di angkat.
"250 juta dollar terakhir?!"
Pria paruh baya yang gemuk itu mencium wajah wanita di sebelahnya dan tersenyum bangga. Tidak ada yang bisa mengambil apa yang dia suka.
Dia merasa menang.
Saat ini, semua mata dan kamera reporter di tangan mereka terfokus pada wajah pria paruh baya yang gemuk itu, dan dia juga menikmati banyak perhatian.
Dia berpikir bahwa besok, dia akan muncul di halaman depan semua berita.
Banyak orang akan tahu bahwa dia menghabiskan banyak uang dan membeli vila mewah seharga 250 juta dollar.
Dan wanita di sebelahnya juga menampakkan wajah kegembiraan, dia ingin memastikan untuk memegang kantong besar dan tebal di depannya itu.
"Satu milyar dollar!"
Suara samar bergema di auditorium.
__ADS_1
Suaranya tidak keras tetapi tegas dan kuat, tetapi bagi semua orang yang hadir, itu sangat menggelegar seperti guntur.
Mata semua orang dipenuhi dengan rasa terkejut dan kepanikan.