Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Kenyataan


__ADS_3

"Hei hei."


Pria itu tampak bersemangat, seolah telah melihat adegan di mana kerumunan yang marah mengelilingi Bastian yang berwajah cemas dan tidak percaya.


Di bawah kamera reporter dan kamera ponsel yang tak terhitung jumlahnya, Harland menarik nafas dalam dalam dan berkata dengan suara yang tegas.


"Setelah pengujian saya, produk Moleque tidak memiliki masalah kualitas dan sama sekali tidak ada bahan yang akan menyebabkan kerusakan pada tubuh manusia. Saya bisa menggunakan kredibilitas saya untuk menjamin bahwa semua yang saya katakan tadi adalah benar dan bisa saya pertanggung jawabnkan."


Semua orang langsung heboh.


"Jadi tidak ada masalah dengan produk produk Moleque!"


"Tidak! Ini tidak mungkin!" Pria itu tampak tercengang dan tidak bisa percaya bagaimana itu bisa terjadi.


Bastian perlahan menatapnya. "Oh ya? Apanya yang tidak mungkin? Bukankah inspeksi itu, kau yang mengusulkan? Kau juga yang memilih toko ini? Bukankah kau secara pribadi mengambil semua produk yang diperiksa?"


"Atau jangan jangan kau 100% sangat yakin karena suatu alasan bahwa memang ada sesuatu yang salah dengan produk ini?"


Nadanya semakin dingin dan tajam, dan suhu udara di sekitarnya langsung turun.


"Tidak! Kau pasti sudah merencanakan ini! Kalian sudah bekerja sama sebelumnya!"


Pria itu meraung, tidak bisa menerima fakta ini. Seharusnya produk produk ini sudah di tukar oleh mereka.


"Kau menghina kredibilitasku! Kau menghina pusat pemeriksaan kualitas kosmetik resmi dari kota ini!"


Wajah Harland penuh amarah dan menatap pria itu.


"Hei, bukankah pemeriksa dari pusat pemeriksaan kualitas kosmetik ini di pilih oleh semua orang yang ada di sini? Kau lupa?"


Bastian menunjuk ke kerumunan dan berkata. "Kau meragukan mereka juga? Apakah kau bermaksud mengatakan bahwa ini semua keinginanku? Sekarang kau menuduhku apa lagi?"


"Aku---,,,"


Pria itu di tatap oleh sekelompok orang dengan pandangan ganas, dan jantungnya tiba tiba panik. Dia tahu bahwa dia baru saja mengatakan sesuatu yang salah secara ambigu, dan dia ingin mengatakan sesuatu untuk menyelamatkan diri.


Pada saat ini, tiba tiba seseorang di antara kerumunan itu berteriak. "Tunggu! Bagaimana dengan ibu dan anak itu?"


Semua orang melihat sekeliling dan menemukan bahwa ibu dan anak gadis yang menangis tadi sudah menghilang.


Mereka kabur.


"Bajingan!"

__ADS_1


Para kerumunan langsung merasa bahwa IQ mereka sudah di hina. Begitu banyak orang yang terhasut untuk membuat masalah begitu lama sehingga mereka menjadi sekelompok orang bodoh yang merasa di permainkan oleh pria itu.


Pria itu benar benar tercengang. Hal ini secara khusus menunjukkan mereka rekan satu tim.


Begitu dua orang itu kabur, masalah akan terlihat semakin jelas. Hal itu benar benar menjelaskan dan memberitahu semua orang bahwa mereka orang suruhan yang di bayar untuk membuat fitnah.


Dan tidak ada yang memberitahukan apa apa kepada pria itu.


Pria itu menangis dalam hatinya, tetapi tiba tiba dia merasa ada yang tidak beres.


Dia berpikir dalam dalam, jika bosnya menambah orang suruhan baru, dia pasti akan di beritahu. Jadi siapa ibu dan anak itu.


Pria berkaca mata hitam itu kaget dan tiba tiba menatap Bastian.


Bibir Bastian sedikit terangkat dengan senyum mencibir.


Tentu saja, ibu dan anak itu tahu bahwa dengan kaburnya mereka, akan menyebabkan semua opini berbalik.


Mereka memang orang suruhan yang di bayar, tapi mereka adalah orang suruhan Bastian.


Bastian sudah merencanakan serangan balasan yang cerdas.


"Kau! Kau---,,,"


Tapi setelah di pikir pikir, dia langsung terdiam dan tercengang.


Dia tidak bisa mengatakannya. Tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia di suruh oleh Coral Group sedangkan ibu dan anak gadis tadi di suruh oleh Moleque. Mereka bukan satu tim. Jika dia mengatakan seperti itu, yang ada dia malah terlihat bodoh dalam mencari pembelaan.


Kerumunan yang di tatap dengan pandangan dingin itu juga merasa gemetar, mereka malu dan merasa ingin melarikan diri juga.


"Tangkap dia!"


Bastian berteriak dan beberapa penjaga keamanan bergegas untuk menangkap pria itu.


Notifikasi pesan muncul di layar ponsel Bastian. Terlihat senyuman di wajahnya ketika dia membaca pesan itu.


***


Pinggiran kota Sidni, di sebuah gudang yang lusuh.


Di dalam cahaya yang redup, Al Snow duduk di tanah yang dingin, tubuhnya terikat, kepalanya di tutup kain dan mulutnya juga di sumpal.


Dia berjuang keras dan tubuhnya gemetar.

__ADS_1


Terdengar suara pintu berderak dan gudan di buka.


Langkah kaki juga terdengar.


Seseorang perlahan mendekat dan berhenti.


Tak lama kemudian, sebuah suara dingin terdengar sangat santai. "Akhirnya kita bertemu Al Snow."


Karung penutup kepala di buka dan kain penutup mulutnya di robek. Setelah matanya menyesuaikan ruangan, dia melihat dengan jelas orang yang berdiri di depannya.


Tubuhnya tinggi dan kurus, wajahnya tampan dan percaya diri, tetapi saat ini pandangan dan nafas dingin terpancar dari orang itu, membuat Al tidak bisa menahan diri untuk gemetar.


"Siapa kau?"


Al tanpa sadar beranya, lalu tanpa sadar memandang sekeliling di beberapa orang di belakang pria itu, matanya tiba tiba membeku dan dia berteriak dengan marah. "Rampage, kau menculikku? Apa yang ingin kau lakukan! Aku memintamu untuk menculik Bastian, bukan untuk menculikku!"


BUAGH!


Wajah Rampage penuh amarah, dia mengulurkan tangan dan memberinya pukulan yang keras.


"Bajingan! Tahukah kau bahwa Bastian Sharga adalah bosku dan kau benar benar menyuruhku menculik bos ku sendiri?"


Ketika dia mengingat hal ini, Rampage sangat marah. Beberapa hari yang lalu, pria bernama Al ini datang kepadanya dengan membawa uang dan memintanya untuk membantu menculik ketua perusahaan Moleque.


Al menawarkan uang 20 juta dollar.


Untuk tugas sesederhana itu, akan ada hadiah yang begitu besar. Rampage merasa itu adalah berkah dari langit, tetapi ketika dia melihat foto target misinya, roh di tubuhnya hampir melompat ingin keluar karena ketakutan.


Orang di foto itu adalah Bastian.


Rampage hampir tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan pistol dan menembak Al di tempat. Menyuruhnya untuk menculik bosnya, apa orang ini cari mati?


Untung saja Rampage tidak bodoh, dia menyadari bahwa ada masalah yang tidak sederhana, di depan Al dia berjanji untuk membantu dan kemudian segera melapor kepada Bastian.


Setelah mendapatkan petunjuk dari Bastian, mereka berpura pura telah menculik Bastian lalu menipu Al untuk datang ke gudang dan menghajarnya sampai pingsan.


"Apa!" Al tercengang, Bastian ternyata adalah bos Rampage.


Dia termakan jebakannya sendiri.


"Wah, tuan muda Snow, sayang sekali, aku tidak menyangka kita akan bertemu dengan cara seperti ini."


Bastian menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. "Ini benar benar rencana yang bagus. Pertama, mencari orang untuk menjebak produk Moleque dan menggiring opini publik, lalu menculikku untuk menciptakan situasi dan kesan bahwa aku takut dengan kecuranganku dan melarikan diri. Setelah itu, ketika aku kembali, walaupun aku punya cara untuk membuktikan Moleque tidak bersalah, bisa di bilang tidak akan bisa karena nama yang telah tercoreng telah mengendap di hati semua orang."

__ADS_1


__ADS_2