Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Dia Pacarku


__ADS_3

*) untuk mempermudah penulisan dialog kami menggunakan "..." untuk berbicara. '...' untuk bicara dalam hati, dan [...] untuk suara digital. Thank You.


***


Selama perjamuan ini, karena nilai pesona Bastian 90 poin, hal itu menarik banyak wanita cantik untuk memulai pembicaraan.


Bastian tersenyum sopan dan mau menanggapi mereka, tetapi tidak ada ide lebih lanjut.


Meskipun Yoko tidak semenarik Bastian, dia bukanlah pria yang jelek, apalagi dia adalah tuan muda dari keluarga Zuna, jadi ada juga beberapa gadis yang datang untuk mengobrol dengannya.


Tapi, beberapa dari mereka benar benar mengubah minat mereka segera setelah melihat Bastian dan berbicara dengan Bastian, dan bahkan beberapa ada yang berani menggoda Bastian.


Situasi ini tentu saja membuat Yoko semakin terpuruk.


Wajahnya kesal dan suaranya masam.


"Kenapa kamu sangat populer di kalangan wanita?"


Bastian mengangkat kelopak matanya dan melirik Yoko.


"Karena aku terlihat lebih tampan darimu dan lebih menarik darimu."


"Selain itu, bisakah kamu berhenti membicarakan tentang wanita?" lanjut Bastian.


Yoko mendengus kesal, tetapi dengan hati hati melihat Bastian, fitur wajah yang halus, senyum cerah, tubuh memancarkan aura kepribadian yang misterius, bahkan sosoknya dua kali lebih baik dari Yoko, tentu saja hal ini membuat Yoko tidak bisa menahan diri untuk tidak berkecil hati.


Tidak lama kemudian, Yoko yang sedang makan makanan ringan, dan matanya yang melayang kemana mana tiba tiba bersinar.


"Hei, lihat, gadis itu sangat cantik!"


Mendengar suara Yoko, Bastian tanpa sadar melihat ke arah tatapan Yoko.


Ada beberapa pria di sekitar seorang gadis.


"Eh ada, Tyson Kidd dari keluarga Kidd juga."


Yoko tampak tidak senang.


"Pria itu mulai menggoda wanita lagi. Pria itu berganti wanita seperti berganti pakaian. Aku tidak tahu berapa banyak wanita yang telah di manfaatkannya selama bertahun tahun."


Gadis yang sedang di goda sekelompok pria itu memiliki rambut pirang pendek sebahu, sosoknya menawan, indah dan mungil, dan dia memakai pakaian kasual berwarna putih yang membuatnya terlihat bersemangat.


"Tunggu tunggu, bagaimana bisa dia---,,,"


Bastian tercengang, karena wanita cantik yang di katakan Yoko adalah seseroang yang dia kenal belum lama ini, sahabat April, Tamina Saron!


***


"Pergi dan tinggalkan aku sendiri!"


Tamina mengerutkan kening di wajahnya yang dingin, menatap para pemuda di sekitarnya.


Di pimpin oleh seorang pemuda tampan dengan hidung mancung, dengan senyuman di wajahnya yang menurutnya anggun dan santai.

__ADS_1


"Nona muda, aku hanya ingin berkenalan denganmu---,,,"


"Aku sudah katakan kepadamu! Sekarang pergi!"


Wajah Tamina sedikit merasa jijik dan berkata begitu saja.


Anak anak kaya di depannya tampak lembut di permukaan tetapi ketika lebih di amati, mata mereka penuh dengan nafsu serakah yang tidak bisa di sembunyikan, yang benar benar membuatnya sangat muak.


"Ini pesta yang membosankan, dan tidak ada orang yang ku kenal. Jika ayah tidak menyuruhku, aku tidak akan datang."


Hati Tamina tertekan.


'Kau---,,,'


Pemuda tampan itu akhirnya kehilangan wajahnya dan bahkan kepercayaan dirinya juga retak.


'Apakah aku,,, apakah aku seburuk itu?'


Ini adalah pertama kalinya dia menghadapi situasi dimana dia menyapa seorang gadis tetapi di usir pergi.


Karena, Tamina bukanlah wanita murahan yang bisa dia dapatkan dengan mudah.


Tamina tidak perduli dengan suasana hati pemuda itu, langsung berbalik dan menuju ke arah lain.


"Hah?"


Tepat sebelum dia mengambil beberapa langkah, dia tiba tiba melihat Bastian di meja makan tak jauh dari sana.


Bastian juga melihat Tamina saat ini karena ucapan Yoko tadi.


"Hai, Bastian!"


Dia masih teringat dengan Bastian yang tidak hanya tampan tetapi juga bisa diandalkan di bawah tekanan. Selain itu, Bastian telah menjalin hubungan hangat dengan April baru baru ini.


Bastian tersenyum dan berkata.


"Kenapa kamu ada di Sidni?"


"Orang tuaku ada hubungannya dengan Zuna Group, dan mereka sibuk, jadi mereka menyuruhku ke sini."


Tamina tidak perduli dengan ucapannya.


Di sebelah Yoko, seluruh orang sudah ketakutan.


"Apa apaan ini?"


"Kalian berdua saling kenal?"


Yoko akhirnya sadar.


"Ah, perkenalkan, dia tuan muda dari Zuna Group, Yoko Zuna." Bastian tidak menjawabnya tapi memperkenalkan dengan singkat.


"Halo, namaku Tamina Saron." Tamina juga memperkenalkan diri dengan anggun.

__ADS_1


"Ah,,, Halo,"


Yoko merasa canggung.


'Kenapa wanita cantik seperti ini kenal dengan Bastian? Ini tidak adil!'


Sementara itu,


"Mengapa nona pergi tanpa pamit? Jadi nama nona Tamina Saron. Itu memang nama yang sangat indah, seperti musik dari piano yang bergema merdu, dan sangat cocok dengan kepribadian anda."


Pria yang pernah menggoda dan mengganggu Tamina sebelumnya, benar benar tidak menyerah. Dia sepertinya sudah menenangkan diri dan mengikuti Tamina lagi, kini dia memasang senyum lembut di wajahnya.


"Apa kau tidak sadar dirimu menyebalkan? Apa kau tidak punya malu?"


Tamina sedikit marah dan wajahnya jelas berubah gelap.


Pria itu menatap Bastian, bersembunyi di balik senyuman yang terlihat di paksakan.


"Apa hubunganmu dengan nona Tamina?"


Terdengar pertanyaan dengan arti menghina dan merendahkan.


Bastian memandang pria yang merasa dirinya tampan dan kuat yang memiliki mata seperti orang idiot. Bastian merasa bingung


"Aku khawatir dengan orang ini, dia bukan orang idiot kan?"


"Kau---,,,!!!"


Pria itu geram karena Bastian sama sekali tidak menyaring tentang apa yang dia katakan, seperti mencoreng wajahnya secara langung.


Bastian yang tenang itu benar benar pintar dalam mencari musuh.


Tamina awalnya sangat marah, tapi matanya tiba tiba menoleh dan memeluk lengan Bastian di sebelahnya, dan senyum cerah muncul di wajahnya.


"Siapa dia? Dia adalah pacarku."


Setelah kata kata Tamina terucap, Bastian menjawab santai.


"Benar, dia adalah---,,,"


'Eh? tunggu!'


'APAAA!'


Sekujur tubuh Bastian tiba tiba merinding dia rasanya ingin berlari keluar dan melompat ke jurang dengan putus asa.


Orang orang terkejut, dia juga sama.


'Apa apaan ini? Kau adalah temanku!'


'Jangan ajak ajak aku dalam masalahmu'


'Kalau kau butuh tameng, di sebelahmu itu ada Yoko Zuna juga! Yah, walau kalah tampan denganku sih, tapi kalau kau mengenalnya, kau pasti akan menyukainya.'

__ADS_1


'Atau memang aku terlalu tampan?'


__ADS_2