
"Aku Aliyah Areebi!"
Aliyah berkata dengan marah.
"Aliyah Areebi?" Bastian mengerutkan alisanya, sepertinya dia sedang memikirkan apa yang berhubungan dengan nama itu.
"Benar sekali!"
Wajah Aliyah sekali lagi menunjukkan rasa bangga.
'Kamu seharusnya mengenal nama bintang besar ini. Tidak usah takut dan ragu untuk mengagumiku, yang penting ajak aku untuk naik di Rolls-Royce mu!' seru ALiyah dalam hatinya.
Tapi Bastian tidak tahu apa apa tentang nama ini.
Dia sendiri tidak tertarik dengan lingkaran dunia hiburan dan tidak tahu apa apa tentang wanita ini, tetapi melihat begitu banyak orang berkumpul memanggil Aliyah, dia tersadar dan...
Tetap tidak perduli.
Bastian merasa tidak ada hubungan apa apa. Memangnya kenapa kalau wanita ini artis terkenal? Terus Bastian harus bilang waow gitu?
"Maaf, aku tidak mengenalmu, lagipula aku sedang menjemput seseorang." Bastian menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu sudah menunggu lama?" sebuah suara muncul dengan rambut hitam yang di sampirkan di bahu. Sosok langsing dan cantik yang muncul tidak lama setelah Aliyah.
Bastian dengan cepat menoleh, wajahnya tersenyum dan mengabaikan Aliyah.
"Tidak juga, aku baru saja sampai."
Sosol anggun itu adalah April. Dia mengenakan gaun berwarna lavender hari ini, dan membuat Bastian terpesona.
Raut wajah Aliyah menjadi jelek.
Melihat adegan ini, dia sepenuhnya menyadari bahwa Bastian datang memang tidak untuk menyambutnya, tapi Aliyah yang terlalu percaya diri.
Memikirkan kelakuannya sendiri yang seperti orang bodoh, wajahnya tidak bisa menahan rasa malu yang membakar diri dan menjadi kesal.
Bahkan jika Bastian bukan seorang penggemar Aliyah, setidaknya dia pernah mendengar namanya, padahal dia adalah artis papan atas.
'Di hadapan wanita secantik aku, apa kau benar benar akan mengabaikanku? Orang ini pasti sengaja mencoba menarik perhatianku dengan cara ini!'
Tapi saat ALiyah memperhatikan April, nafasnya tiba tiba menjadi sesak.
Rambut hitam pekat sepinggang, dan wajah halus itu tampak di ukir secara artistik, dengan mata yang indah dan temperamen yang tenang dan mulia, seolah olah tidak ada duanya di dunia ini.
Sosok itu membuat Aliyah merasa malu.
'Masih adakah wanita secantik ini di dunia? Tidak heran pria ini mengabaikan diriku.'
Aliyah menatap April dan tidak bisa menahan rasa terkejut di hatinya.
__ADS_1
Tapi setelah kejutan itu, Aliyah tidak bisa menahan api cemburu yang bangkit dari dalam hatinya.
Bahkan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, mau tidak mau dia berkata di dalam hatinya.
'Mengapa aku tidak bisa secantik dia.'
Sebagai public figure, dia perlu menjaga wibawanya, jadi tentu saja dia tidak bisa mengamuk sesuka hati. Terlebih lagi, dia sendiri yang kepedean dan salah paham tentang masalah ini.
Tapi, banyak penggemar yang secara alami langsung marah ketika melihat dewi pujaan mereka di permalukan. Mereka tidak bisa menerima Aliyah di hina seperti ini.
Alhasil, banyak fans yang mencela dan memaki Bastian.
"Jangan mentang mentang kau kaya, kau bisa menghinanya. Apa apaan pria sombong ini! Kau pikir kaya itu hebat?"
"Bajingan! Berani sekali dia mengabaikan dewi Aliyah kita, apakah matamu sudah buta!"
"Orang ini berani memprovokasi kita! Dasar tidak tahu malu!"
Segala macam kata kata kotor keluar dari mulut penggemar Aliyah, sama sekali mengabaikan apa yang terjadi sebenarnya dan memaki maki.
Untuk penggemar yang otaknya mati, mereka tidak perduli dengan kebenaran. Mereka akan menggunakan segala macam cara ekstrim untuk melindungi idola mereka.
"Apa yang telah kamu lakukan? Mengapa penggemar Aliyah sangat marah kepadamu?" April tidak bisa menahan diri untuk menutup mulutnya dan tertawa.
"Aku tidak melakukan apa apa, memangnya Aliyah ini sangat terkenal atau bagaimana?"
Bastian menjadi kesal. Dia baru saja datang untuk menjemput seseorang. Kenapa sekarang dia yang di salahkan.
"Kau bahkan tidak mengenalnya? Dia penyanyi papan atas terkenal, seorang dewi bagi banyak orang."
"Dewi? Bukankah dewi yang sebenarnya sedang berdiri di depanku sekarang?"
Bastian berkata dengan wajah serius.
"Terima kasih, Bastian." April memberinya tatapan lembut dan terlihat sangat imut.
"Tidak masalah, ayo pergi."
Sudut bibir Bastian sedikit naik dan tersenyum.
"Malam ini, aku tidak akan pernah mengecewakanmu."
"Benarkah? Maka aku akan menantikannya. Kenapa kamu sangat misterius, hingga kamu tidak menceritakan apapun kepadaku." April berjalan mengikuti Bastian dan menyeka rambutnya di telinganya dengan lembut.
Melihat Rolls-Royce Silver Shadow yang berkilauan terparkir dengan tenang di sana, April bertanya.
"Apakah kita akan naik Rolls-Royce ini untuk makan malam?"
"Tidak." Bastian tersenyum.
__ADS_1
"Untuk menghemat waktu dan tenaga, kita akan terbang."
"Terbang?"
Wajah April baru saja menunjukkan ekspresi bingung dan dia mendengar dentuman dentuman keras meraung dari jauh.
Di bawah langit yang redup, saat jarak mulai menyempit, barisan besar yang ganas secara perlahan muncul dari kegelapan.
Dua baling baling besar membelah angin dan berputar dengan kecepatan tinggi, membuat udara di sekitarnya bergetar.
Helikopter yang di ukir dengan logo burung elang, perlahan mendekat.
Tiba tiba banyak lampu sorot menyala dari sebuah formasi yang terbang di atas helikopter itu, raksasa terbang yang menghalangi matahari itu mengeluarkan bayangan besar di tanah, dengan sudut sudut badan yang tegas, turun dari langit secara perlahan dengan tekanan yang tajam.
Ukurannya yang terlalu besar bahkan membuat orang mengira bahwa itu adalah helikopter perang militer.
Pada saat yang sama, semua orang juga melihat ada sembilan helikopter yang sedikit lebih kecil berada di atas helikopter besar itu. Merekalah yang menembakkan lampu sorot itu.
Semua makian orang orang tadi seakan di tutupi oleh suara suara keras yang bergema di udara.
***
Mata mereka terbuka lebar dan langsung di kejutkan oleh pemandangan ini. Beberapa penggemar yang berencana untuk mendatangi dan menghajar Bastian juga perlahan mundur sambil menelan ludah.
Mereka menyelinap pergi, Bastian orang yang tidak sanggup mereka singgung.
"Bukankah ini terlalu berlebihan, ini menghabiskan banyak uang kan?" Nada bicara April seperti menyalahkan tapi dia tidak benar benar marah.
"Bukankah itu gunanya uang? Selain itu hal lainnya juga belum muncul."
Bastian berkata sekenanya kemudian membungkuk dan mengulurkan tangannya kepada April.
"Selamat datang di helikopter Elang Baja, silahkan, tuan putri."
April tidak menolaj dan mengulurkan tangannya untuk Bastian.
Merasakan sentuhan hangat dan nyaman di tangannya, jantung Bastian tiba tiba berdesir, dia menarik nafas dalam dalam dan membantu April masuk ke dalam helikopter raksasa itu.
Di atas langit, lampu sorot dari sembilan helikopter yang tidak ikut mendarat itu mengikuti pergerakan Bastian dan April, mereka terus menerus menyesuaikan sudutnya untuk memastikan bahwa mereka selalu menyinari Bastian dan April dari atas.
Di bawah pilar cahaya yang menyilaukan, tampak pangeran dan putri yang asli bersinar.
Sebaliknya, Aliyah dan penggemarnya yang tersadar, kini benar benar menjadi lusuh dan tidak bisa berbuat apa apa.
Dengan di kawal oleh sembilan helikopter, sang Elang Baja naik ke udara dan meraung di bawah langit malam.
Penggemar di bandara belum pulih dari rasa terkejut, dan hanya mampu menyaksikan sejumlah besar helikopter yang pergi menjauh.
Aliyah tampak sedikit lesu, menatap langit malam dan menggigit bibirnya.
__ADS_1
"Seandainya saja aku bisa duduk di sana...."