Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Rapat


__ADS_3

Hal pertama yang di lakukan Bastian adalah mengadakan rapat petinggi untuk memilih anggota dewan direksi.


Semua pemegang saham sudah menjual sahamnya, sedangkan anggota dewan direksi yang lama terpaksa keluar dari perusahaan sesuai perintah Bastian, entah suka atau tidak.


Bastian memegang 90% saham dan jelas memiliki hak veto. Semua petinggi tidak bisa melawan sama sekali. Dia bisa memilih dan menunjuk ketua dewan sesuka hati.


Lagipula dia tidak punya waktu untuk mengurusi orang orang ini, waktu misinya mendesak, siapa pun yang berani ikut campur dan keberatan, pecat!


90% hak kepemilikan perusahaan ada di tangan Bastian. dan 10% lainnya ada pada Lance Cade, sesuai kesepakatan sebelumnya.


Tidak di ragukan lagi, jelas Bastian terpilih menjadi ketua dewan petinggi dan sekaligus pemimpin perusahaan. Lance sebagai anggota dewan direksi dan bertanggung jawab atas manajemen perusahaan. Salah satu perencana utama juga terpilih menjadi anggota dewan direksi setelah di rekomendasikan oleh Lance.


Pada saat yang sama, ada juga perwakilan dari staf perusahaan, tugasnya hanya untuk memimpin para staf dalam menghasilkan uang dan tidak punya otoritas nyata.


Kemudian, setelah dua jam bersama petinggi, Bastian dengan cepat mengadakan rapat kedua bersama seluruh staf perusahaan.


Ratusan karyawan bergegas ke ruang pertemuan besar, menyambut bos baru mereka dengan perasaan tidak nyaman yang campur aduk.


Ketika para karyawan melihat Bastian yang masih muda di atas panggung, mereka terkejut.


'Apa ini bos barunya?'


'Apakah tidak terlalu muda?'


Bos baru perusahaan ini seorang pemuda! Itu membuat mereka merasa sangat kebingungan.


Reaksi pertama mereka adalah bahwa ini pasti tuan muda ahli waris dari sebuah perusahaan besar atau keluarga kaya. Mereka merasa bahwa Bastian tidak tahu apa apa tentang operasi bisnis perusahaan. Dia hanya menghabiskan uang untuk bersenang senang dan membeli kebahagiaan.


Selain itu, menurut mereka, para tuan muda pewaris keluarga kaya ini suka menunjukkan kekuasaan mereka dan bermain main sesuai pandangan sendiri serta semena mena.


Itu adalah situasi terburuk yang bisa mereka perkirakan.


Bastian berdiri di atas panggung dan memandang para karyawan yang gugup di bawahnya, dan mulai berbicara.


"Halo semuanya, aku Bastian. Aku pikir semua orang sudah menebak siapa aku. Aku adalah pemilik baru perusahaan ini yang telah berganti nama menjadi ElangBaja Games."


"Sebelum aku mengambil alih, situasi perusahaan ini sangat buruk. Beberapa game yang di rilis itu berantakan dan omsetnya anjlok."

__ADS_1


"Jujur saja, game yang kalian buat sebelumnya hanyalah sampah!"


Nada suara Bastian dingin dan keras, dan dia dengan kasar mengkritik kebobrokan perusahaan Yugu Games sebelumnya.


Semua wajah karyawan berubah. Meskipun mereka mengetahui situasi perusahaan dan sangat tidak puas dengan manajemen perusahaan, mereka juga otomatis merasa tidak nyaman ketika seorang pemuda yang belum pernah muncul di perusahaan sebelumnya dengan santainya mengatakan semua usaha mereka sebagai sampah.


Tapi, di depan mereka sekarang ini adalah bos baru, Mereka tidak bisa menyinggung perasaan dan hanya bisa menekan rasa tidak puas mereka secara paksa.


"Tentu saja, dari apa yang aku ketahui, sebagian karyawan adalah karyawan yang sangat bagus. Alasan mengapa hasilnya sangat buruk sebagian besar di sebabkan oleh beberapa kesalahan dalam pengambilan keputusan dan manajemen."


"Lagipula, banyak karyawan yang tidak bisa memutuskan jenis game apa yang akan di buat."


Bastian tiba tiba mengalihkan pembicaraan dan tertawa.


"Ini juga alasan mengapa aku membeli perusahaan ini. Aku yakin ElangBaja Games yang sekarang ini memiliki potensi perkembangan yang besar."


"Benar sekali, tuan Sharga."


Suara menyanjung tiba tiba terdengar.


Seorang paruh baya dengan kepala setengah botak dan perut buncit, bertepuk tangan dengan kegembiraan di wajahnya, seolah olah dia memahami sepenuhnya inti pidato Bastian dan sangat terkesan olehnya.


Bastian menoleh dan tersenyum pada pria itu lalu mengangguk.


Poffo Gowen membelai perutnya yang besar dan dengan cepat menunjukkan senyum menyanjung pada Bastian. Hatinya sangat gembira.


'Mau bagaimanapun dia adalah pemuda. Meski dia pintar berbicara, dia tetap suka mendengar pujian dan tersanjung.'


'Aku tahu itu.'


'Dia sedang berpuas diri.'


'Beberapa hari yang lalu, orang orang itu mengatakan bahwa aku tidak akan beruntung jika perusahaan ini memiliki bos baru. Konyol sekali pemikiran mereka itu.'


Poffo mencibir di dalam hatinya, orang orang yang bergosip di belakang punggungnya, dia harus membersihkan mereka satu persatu.


"Semuanya tolong diam."

__ADS_1


Bastian mengulurkan tangannya dan menekankan sambil tersenyum.


"Kalau begitu, saya akan mengumumkan beberapa pengaturan personel dan jabatan di perusahaan."


Seluruh karyawan terdiam sesaat, tidak tahu apakah itu karena Bastian yang menyuruh mereka diam atau karena kata kata yang terakhir tadi.


Padahal ini hanya beberapa kata dan tiba tiba terdengar sangat menyeramkan.


Semua orang beringsut dan menjadi gugup, terutama pihak manajemen, karena perusahaan ini baru saja di akuisisi karena mereka dan manajemen yang paling mungkin di gantikan.


Lance yang duduk di sebelah Bastian juga menanggapi.


'Ada apa? Apa yang dia lakukan?'


Sebelumnya tidak ada yang pernah membicarakan tentang hal ini dengannya.


Bastian mengulurkan tangannya dan Queen bangkit, dengan cepat melangkah maju dan menyerahkan sebuah map.


Saat Bastian membuka map dan menyentuh kertas di dalamnya, dia masih bisa merasakan sisa sisa hawa panas yang tertinggal menunjukkan bahwa berkas itu benar benar baru saja di cetak.


"Theodore James Perkins! Anggota tim perencanaan cerita dari departemen perencanaan, sekarang adalah kepala tim perencanaan cerita di departemen perencanaan."


"Sanga Gurjar! Kepala departeman pengujian, sekarang menjadi wakil kepala departemen pengujian dan Carl Parker! Dari posisi wakil, sekarang menjadi kepala departemen pengujian."


Bastian dengan tenang membaca instruksi pemindahan posisi dan jabatan satu per satu, tidak hanya pihak manajemen, tetapi juga kepada setiap anggota tim yang bagus.


Beberapa kepala tim turun menjadi anggota tim, beberapa beralih dari departemen sumber daya manusia ke departemen administrasi dan bahkan beberapa anggota tim langsung naik jabatan menjadi kepala departemen.


Tidak hanya itu, beberapa orang bahkan langsung di pecat di tempat.


Sebagian orang senang dan sebagian lesu.


Saat ini, yang paling terkejut adalah Lance.


Dilihat dari mana pun, dia tahu bahwa Bastian belum pernah ke perusahaan ini dan tidak pernah meminta informasi internal karyawan apa pun.


Lalu bagaimana Bastian bisa menaik turunkan jabatan, memindahkan posisi personel dan sebagainya ini?

__ADS_1


Dan semuanya tepat sasaran. Penempatan posisi yang pas berdasarkan kemampuan setiap karyawan.


__ADS_2