Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Kencan


__ADS_3

Pinggiran kota terpencil di kota Sidni.


Sebuah gudang logistik yang terlihat biasa dari luar tetapi telah di ubah sedikit demi sedikit di dalamnya.


Bastian turun dari mobil. Di luar gudang, sekelompok penjaga keamanan yang garang dan cakap sedang berpatroli, mata mereka mengamati sekeliling dengan tajam.


"Selamat datang, tuan Sharga."


Melihat Bastian, mereka terkejut dan dengan cepat menegakkan badan mereka, membungkuk dengan hormat lalu membuka pintu baja elektronik dengan sigap.


Jika orang lain ingin masuk secara paksa ke tempat ini, bahkan senjata api biasa mungkin tidak mampu untuk merusak pintu ini.


Ada sebuah gua di dalam gudang. Begitu masuk, ada aula super besar di kelilingi beberapa ruangan terpisah. Staf dengan pakaian laboratorium di aula datang dan pergi dengan sigap. Beberapa mesin bersuku cadang canggih yang tampak modern bisa di lihat di mana mana.


Wahoo berdiri ketika seseorang berbisik mengatakan sesuatu.


Saat ini, dia melihat Bastian memasuki gudang, wajahnya menunjukkan raut terkejut. "Tuan Sharga, anda di sini."


"Halo Wahoo, bagaimana tugas yang aku berikan kepadamu?" Bastian bertanya sambil tersenyum.


"Prosesnya berjalan dengan baik. Suku cadang dan susunan mesin produksi yang ini sangat rumit dan detail, tetapi kesulitan pada dasarnya telah di atasi dan produk sampel akan segera tersedia."


Wahoo berkata dengan sungguh sungguh, lalu tidak bisa menahan diri untuk bertanya.


"Ngomong ngomong, apakah ini produk kosmetik baru yang di kembangkan oleh perusahaan kita? Sepertinya anda tidak berniat untuk memproduksi secara massal."


Kosmetik tidak akan berguna jika tidak di produksi secara massal. Apalagi rencana penjualan dengan harga jutaan bahkan puluhan juta dollar.


Ini bukan kosmetik. Tapi akan jadi apa, Wahoo tidak mengerti. Semakin Bastian tidak banyak memberitahunya, semakin penasaran hatinya.


Bastian masih dalam penampilan misterius dan terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. "Kau akan tahu sendiri nanti sampai tiba saatnya, bisa di bilang benda ini telah meninggalkan kategori kosmetik."

__ADS_1


Ya. laboratorium eksperimen misterius yang di bangun di pinggiran kota yang terpencil ini adalah pusat produksi obat panjang umur.


Tidak mudah untuk menghasilkan hal yang begitu ajaib. Bahkan walau dia memiliki resep rinci dan desain mesin di tangannya, dia masih membutuhkan banyak penilitan dan pengoreksi. Tidak boleh ada satu kesalahan sedikit pun.


Bastian berkata dengan sungguh sungguh. "Kau harus mengawasi dengan teliti di sini dan jangan pernah membocorkan berita apa pun. Aku memilih untuk memberi tugas ini kepadamu karena aku percaya padamu."


Mendengar ini, Wahoo terharu.


Bastian memberikan tugas yang begitu penting untuk dirinya, jadi dia tidak boleh mengecewakan harapan Bastian.


"Oiya, ngomong ngomong, Wahoo, selamat, kau sekarang di promosikan menjadi direktur produksi Moleque."


Seolah teringat sesuatu, Bastian tiba tiba tertawa. "Berkas resmi akan segera di turunkan dan kau harus siap menandatanganinya."


"Ini---,,," Wahoo agak bingung. "Bagaimana dengan Levi?"


"Dia mengundurkan diri karena sesuatu terjadi di kampung halamannya dan dia mungkin tidak akan kembali lagi di masa mendatang." Bastian berkata dengan datar. "Jangan bicarakan tentang dia, kau harus melakukan pekerjaan dengan baik setelah ini."


Wahoo menepuk dadanya dengan wajah serius.


***


Setelah sedikit memeriksa laboratorium eksperimen di pinggiran kota dan mengetahui bahwa tidak ada masalah, Bastian pergi ke pusat kota.


Putri dari keluarga teman sekolah yang di sebutkan ibunya waktu itu membuat janji dengannya sore ini.


Bastian membuka obrolan chat di ponselnya, sebuah foto di kirimkan oleh ibunya. Di foto itu terlihat seorang gadis ramping dengan rambut hitam panjang yang cantik. Dia bernama Amari Miller.


Orang tuannya menjalankan perusahaan dan aset keluarganya banyak.


"Namanya menarik, terlihat cantik." Bastian mengangguk sedikit.

__ADS_1


"Tapi, dia masih jauh dari April ku."


Pada pukul 3.20, Bastian tiba dia tempat yang telah di tentukan, sebuah kafe bernama Mooney dengan lingkungan yang baik di pusat kota.


Bastian datang sepuluh menit lebih awal dari waktu yang di tentukan, ini adalah kebiasaannya, selain itu juga untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain.


Akhirnya, pada pukul 3.30, Bastian bahkan tidak melihat sosok gadis itu. Bastian langsung merasa sedikit tidak senang.


Meskipun dia tidak akan meminta orang lain datang lebih awal seperti dirinya, dia membenci orang yang tidak tepat waktu.


Tapi, suasana hati Bastian kembali tenang ketika dia mengingat bahwa dia hanya menyanggupi permintaan ibunya.


"Mungkin tiba tiba ada keadaan darurat yang menundanya dan tidak apa apa menunggu sebentar lagi."


Tapi dalam sekejap, setengah jam berlalu lagi, dan Amari masih belum muncul. Bastian benar benar kesal dan mengambil ponselnya lalu melakukan beberapa panggilan telpon.


[Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi untuk saat ini.]


"Brengsek!"


Jadi, Bastian langsung mengiriminya pesan whatsapp dan mengetik.


[Tidakkah kau bilang akan menemuiku jam setengah 4? Di mana kau sekarang?] @ Bastian_Sharga.


Beberapa menit kemudian, Amari hanya menjawab dengan tiga huruf.


[OTW]


Alis Bastian sedikit berkerut, meskipun ada sesuatu, menelpon untuk mengabari kepada orang lain juga adalah kesopanan dasar.


Apalagi dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia bahkan menunggu di tanya terlebih dahulu dan hanya menjawab dengan tiga huruf tanpa penjelasan apapun.

__ADS_1


__ADS_2