
Ruang pertemuan menjadi sunyi, dan banyak orang yang pernah di tindas oleh Poffo, langsung merasa sangat bahagia.
Bastian berdiri, pandangannya menyapu wajah semua orang, banyak orang yang merasa bersalah langsung menundukkan kepala.
Mereka yang memiliki masalah merasa seperti di hantui di belakang mereka, dan bahkan mulai meneteskan keringat dingin.
Seperti yang di katakan Poffo pada ucapan terakhirnya, dia memang bukan satu satunya yang bermasalah. Banyak nama yang tinggal menunggu waktu untuk di panggil.
Dan Bastian bisa menemukan Poffo dengan mudah, tentu yang lain juga akan segera ketemu.
Sudah pasti akan mudah.
Bastian memperingatkan mereka bukan dari kata kata tapi dengan metode ini.
"Hidup kalian ada di tanganku, jika kalian tidak jujur, seperti ini lah takdir kalian!"
Sebelumnya, mereka sudah menyiapkan rencana kecil dan bahkan siap menggunakan cara untuk menipu Bastian. Kini semua orang yang memiliki rencana itu terkejut dengan metode dingin Bastian seperti itu.
Dipermalukan di depan umum dan di pecat.
Pikiran pikiran licik yang ada di benak orang orang itu langsung menghilang dalam sekejap.
Mereka kini tahu, siapa yang berani bermain harus siap mati.
Setelah beberapa saat, Bastian melanjutkan lagi.
"Aku hanya akan menghukum orang yang melakukan sesuatu yang salah, dan aku tidak akan pelit dengan kenaikan jabatan ataupun kenaikan gaji untuk orang orang yang berkontribusi kepada perusahaan."
"Sekarang ElangBaja Games ada di tanganku dan pasti akan sukses!"
Semua orang di bungkam dengan nada arogan dan percaya diri ini.
Bastian memberikan sedikit jeda dan berkata.
"Aku menetapkan target kecil untuk kalian semua. Jika pendapatan bersih perusahaan dalam 12 bulan ini mencapai atau bahkan melebihi jumlah yang di investasikan dalam proses akuisisi perusahaan dan operasi selanjutnya, aku akan mengeluarkan 1 milyar dollar dari kantongku sendiri untuk di bagikan sebagai bonus insentif karyawan!"
"Setiap orang memiliki bagian!"
Suara berisik mulai memenuhi ruang pertemuan.
'Satu milyar dollar!'
Itu setara dengan setengah dari total aset seluruh perusahaan sekarang.
Dengan kata lain, mereka akan mendapat uang setara dengan setengah aset perusahaan.
'Ini gila!'
'Sialan! Tidak mungkin kan?'
__ADS_1
'Bahkan para karyawan bisa mendapatkan uang banyak.'
'Satu milyar dollar! Ya ampun, aku belum pernah mendengar ada perusahaan yang melakukan hal seperti ini.'
Semua orang terkejut dengan jumlah besar ini. Uang bonus satu milyar dollar. Setiap orang memiliki bagian.
Mata semua orang penuh dengan antusiasme.
Manfaat yang sangat besar membuat mereka benar benar melupakan kesulitan tugas dan hanya merasa penuh semangat.
Pada akhirnya, mereka yang naik jabatan secara otomatis langsung bersyukur dan kebanyakan dari mereka yang di berhentikan atau di tahan Bastian karena harapan mereka kecil. Mereka takut berdiri dengan rasa khawatir.
Karyawan lain juga mulai senang sambil menggosok tangan membayangkan godaan bonus 1 milyar dollar.
Inilah kombinasi kekuatan dan kekayaan.
Lance juga dengan cepat memeriksa dokumen pemindahan personel di tangannya saat ini.
'Ini... Ini luar biasa!'
Kulitnya terus berdenyut.
Lance telah menghabiskan banyak waktu selama beberapa hari terakhir dan juga telah menyusun rencana pemindahan personel untuk operasi normal perusahaan setelah di ambil alih.
Tapi, perencanaan yang di buat Bastian yang belum pernah ke perusahaan ata meminta informasi apa pun, ternyata sangat mirip perencanaan yang di buat Lance, bahkan lebih detail dari buatan Lance.
Beberapa konflik antara mereka berdua pudar setelah Lance membaca penjelasan dan pendapat Bastian dengan cermat, Lance akhirnya menyadari bahwa ini adalah kesalahannya, dia sempat meragukan Bastian.
Lance menatap Bastian dan merasa lebih kagum, rasa tidak percaya dan kesombongan pribadinya lansung melebur tak tersisa.
Dia sekarang mengerti bahwa Bastian menegaskan dengan cara ini. Tanpa banyak bicara, Bastian mengisyaratkan bahwa semua berada di bawah kendalinya dan dia tahu semua tentang apa pun yang terjadi di perusahaan.
Meskipun Lance sangat percaya pada dirinya sendiri dan bersedia mendelegasikan kekuasaan untuk dirinya sendiri, kemampuannya tidak seberapa jika di bandingkan dengan Bastian, dia masih harus banyak belajar.
Lance juga menjadi salah satu orang yang di tampar oleh pola pikir Bastian.
Sebenarnya tidak begitu, Bastian tidak terlalu banyak berpikir, jika tidak di bantu sistem, memangnya dia bisa apa.
Pidato Bastian segera berakhir, setelah itu dia sedikit mengangguk dan berjalan pergi, sisanya dia serahkan kepada Lance.
Tidak tahu siapa yang pertama bertepuk tangan dan kini seluruh karyawan bertepuk tangan dengan keras.
Tapi, kali ini tepuk tangan itu dipenuhi rasa kagum dan lebih menyentuh di hati.
Hukuman yang untuk kesalahan yang jelas, imbalan yang besar, dan murah hati. Siapa yang tidak suka memiliki bos seperti itu?
'Aku akan menyerahkan sisanya kepada Lance saja. Aku harap dia tidak mengecewakanku.'
Bastian berpikir dalam hati dan berjalan keluar dari perusahaannya.
__ADS_1
"Hah, Bastian Sharga?"
Suara terkejut terdengar.
Bastian berbalik untuk melihat dan menatap seorang pemuda seusianya berdiri di dekatnya dengan wajah sedikit ragu.
Mereka saling memandang wajah yang akrab tapi asing itu, Bastian berseru dengan mengejutkan.
"Wahoo McDaniel?"
Baru setelah itu Wahoo meyakini bahwa orang di depannya adalah Bastian. Dia tertawa dan melompat.
"Jadi benar kau!"
Wahoo adalah teman sekamar Bastian di asrama kampus selama empat tahun. Mereka tinggal bersama pada saat itu. Hubungan antara keduanya sangat kuat sebagai teman bermain.
Setelah lulus, keduanya tinggal di kota Sidni. Mereka masih berhubungan saat pertama kali lulus. Tapi, karena pekerjaan mereka semakin sibuk, mereka berdua menjalani hidup masing masing dan perlahan kehilangan kontak.
Bastian sangat senang sampai memberikan pukulan kecil ke dada Wahoo.
"Kau ini! Kenapa kau ada di sini?"
"Ngapain lagi? Kerja lah."
Bastian mengangguk, area ini di kelilingi oleh gedung perkantoran, banyak perusahaan di sini.
"Bagaimana kabarmu?"
Wahoo menghela nafas ketika mendengar pertanyaan itu.
"Lelah, sampai mau mati, tidak ada sisa uang banyak setelah membayar pajak atas gaji satu bulan."
Bastian sangat bisa merasakan hal itu, karena dia pernah menjalani kehidupan yang sama sebelumnya.
Walau belum lama, hidup Bastian berubah drastis.
Bastian memperhatikan wajah Wahoo memang sedikit kelelahan dan banyak pikiran.
"Lupakan! Bagaimana denganmu? Seingatku dulu kau kerja di perusahaan game?"
"Aku? Aku baik baik saja."
Banyak hal yang tidak boleh di ketahui, jadi Bastian tidak berbicara banyak.
"Oh tidak! Aku harus buru buru kembali ke kantor! Aku pergi dulu!"
Sebelum Bastian bisa mengucapkan beberapa patah kata, Wahoo melirik jam tangannya dan bergegas pergi setelah raut wajahnya berubah.
Baru beberapa langkah berjalan, tiba tiba dia berbalik.
__ADS_1
"Ngomong ngomong, Radzi Chin dari kelas kita sepertinya berencana untuk menghubungi teman teman lama untuk berkumpul. Sepertinya dia akan segera menghubungi kita dan kita akan buat acara."
Setelah mengatakan itu, Wahoo bergegas pergi dari sana.