Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Moleque


__ADS_3

Kota Sidni, di sebuah bangunan komersial yang mewah. Moleque, sebuah perusahaan kosmetik yang baru di dirikan, menyewa dua lantai penuh sebagai lokasi kantor dan secara resmi mulai beroperasi.


Setelah menyerahkan pendirian perusahaan kosmetik ini kepada Queen, dia tidak mengecewakan harapan Bastian dan menangani semuanya dengan rapi.


Duduk di ruang kantor yang luas, Bastian menutup telepon di tangannya.


Lance baru saja menelpon untuk melaporkan proses produksi game terbaru mereka. Di bawah dorongan dan bonus yang besar untuk para karyawan, semuanya sangat antusias dan bersemangat tinggi. Proses pengembangan game baru ini bisa di katakan sangat lancar.


Dan Zuna Media juga gencar mempromosikan game ini di negara negara berkembang melalui channel mereka sendiri. Tentu saja kali ini dalam bentuk kerjasama komersial. Bagaimanapun, tidak mungkin hanya mengandalkan pada Yoko setiap saat.


Tapi, Zuna Group masih memberikan perhatian dan perlakuan yang istimewa.


Oleh karena itu, walaupun game ini belum resmi di rilis, tetapi game ini telah mendapatkan popularitas yang cukup besar. Para pemain sudah menantikan hari ketika game ini di keluarkan.


"Yoko sepertinya mulai di anggap serius oleh ayahnya baru baru ini."


Bastian tersenyum.


Benar saja, seperti yang Bastian perkirakan, kartu hitam ungu telah membawa banyak kejutan bagi Shaun. Akan lebih baik jika nanti Yoko bisa mewarisi group itu di masa depan. Bagaimanapun, Zuna Group memiliki pengaruh yang besar dalam komunitas bisnis di kota Sidni dan Zuna Media memiliki banyak sumber daya yang tidak ada duanya di negara ini.


Suara ketukan terdengar dari luar pintu.


"Masuk." Bastian mendongak dan berkata.


Queen masuk dengan penuh berkas berkas tebal di tangannya.


"Tuan Sharga, semua hak paten produk yang di ajukan oleh kita telah di tinjau dan di daftarkan, sedangkan sampel produk uji coba baru saja tiba di lab. Anda bisa ke sana dan memeriksanya kapan saja."


"Bagus, Queen."

__ADS_1


Bastian tidak bisa menahan senyum di wajahnya, bersandar santai di kursi bos dan bertanya. "Bagaimana perakitan mesin produksi di pabrik?"


"Sesuai permintaan anda, mesin produksi telah di bagi menjadi beberapa bagian dan masing masing bagian di bawah tanggung jawab orang yang berbeda beda untuk melakukan pemesanan setiap bagian itu di perusahaan manufaktur yang berbeda juga."


"Tapi karena skalanya, di butuhkan waktu setidaknya 3 minggu untuk mencapai batch pertama dan secara resmi memulai produksi."


"Minta mereka untuk mempercepatnya, uang bukan masalah." Bastian melambai.


"Tapi, tuan Sharga..." Queen ragu ragu dan berkata. "Anda telah membangun jalur produksi skala besar sekaligus, kalau produknya nanti tidak populer maka---,,,"


Bastian tersenyum. Wajar jika sekretarisnya itu memiliki keraguan ini. Bagaimanapun, tidak hanya kota Sidni, tetapi juga pasar kosmetik dalam negeri sudah di monopoli oleh merek dan perusahaan besar.


Terlalu sulit untuk berjuang mencari nama di pasar yang jenuh dan terkikis ini.


Dan Bastian ini gila, baru jalur produksi pertama saja dia sudah menginvestasikan lebih dari 1 milyar dollar.


Jika produk ini tidak bisa populer, pasti tidak akan ada penjualan. Tidak ada penjualan otomatis tidak ada uang.


"Efek produk mereka tidak sebanding dengan milik kita. Jangan khawatir." kata Bastian percaya diri.


Mulut Queen sedikit terbuka, tapi akhirnya tetap diam, meskipun hatinya tidak optimis, tapi melihat penampilan percaya diri bosnya itu, dia memilih tidak banyak bicara.


Pada kenyataannya, dia hanyalah asisten pribadi dan memang bisa mengajukan beberapa sarannya sendiri, tetapi yang bisa membuat keputusan akhir hanya Bastian.


"Baiklah, mari kita lihat produk milik kita."


Bastian berkata dengan gembira, dia juga sangat ingin tahu tentang efek produk tersebut. Dia sangat percaya pada resep yang di sediakan oleh sistem.


Di temani oleh Queen, Bastian datang ke ruangan yang luas dan terang benderang di perusahaan itu. Ruang itu tampak seperti laboratorium.

__ADS_1


Ruangan itu penuh dengan kotak, dan ada dua orang di sana.


Salah satunya adalah pria yang terlihat berusia sekitar 50 tahun yang masih energik, sementara yang satunya adalah sahabat Bastian, Wahoo McDaniel, yang sekarang menjadi wakil direktur jalur produksi Moleque.


"Ah, tuan Sharga."


Mereka berdua melihat Bastian masuk dan menyapa dengan hormat.


Meski Bastian merasa Wahoo selalu terdengar canggung saat menyebut dirinya tuan, dan sudah memintanya untuk memanggil nama seperti biasanya, Wahoo menolak melakukan itu, dan mengatakan bahwa bisnis adalah bisnis yang harus di lakukan di perusahaan.


Dia tidak ingin orang lain memperlakukannya secara berbeda karena hubungannya dengan Bastian dan dia ingin membuat beberapa pencapaian dengan kemampuannya sendiri.


Bastian tidak bisa membantahnya dan hanya bisa merelakannya, tapi dia juga merasa sedikit lega.


Jika Wahoo benar benar orang yang tidak mampu untuk bisa membantunya, Bastian tidak akan menyalahkannya mengingat persahabatan mereka selama bertahun tahun, tapi Wahoo adalah orang yang bisa di andalkan, Bastian tidak perlu khawatir.


Dorongan kuat pun juga tidak akan berarti, karena Wahoo sudah berkerja dengan keras.


Walaupun dia di bantu oleh Bastian, Wahoo tidak mengandalkan hubungan mereka untuk mencampur adukan masalah bisnis dan masalah pribadi. Sebaliknya, dia memicu keinginannya untuk maju dan belajar di bawah kesempatan yang langka ini.


Hal ini membuat Bastian sangat sangat puas dan memutuskan untuk banyak membantunya di masa mendatang untuk melihat sampai mana Wahoo bisa berkembang.


Di saat yang sama, hal ini juga yang membuat Bastian mempercayainya untuk menangani masalah obat panjang umur secara tertutup dan rahasia.


"Levi, kudengar sampelnya sudah datang." setelah berbasa basi, Bastian berkata langsung.


Levi dari dalam dengan tergesa gesa berkata.


"Ya tuan, sampel gelombang pertama, 300 buah krim bekas luka dan 300 botol obat kecantikan cair sudah datang. Produk ini telah lulus pemeriksaan keamanan yang ketat. Langkah selanjutnya adalah membiarkan formulator kosmetik kita melakukan uji efek."

__ADS_1


"Bagus." Bastian melihat beberapa kotak di sebelahnya dan matanya berbinar.


__ADS_2