
Sore berikutnya.
Di sebuah kafe kelas atas, Bastian bertemu dengan Lance Cade.
Lance Cade adalah seorang pemuda kurus dengan kepribadian tenang. Jika di lihat dari penampilannya, dia tidak terlihat memiliki kualitas yang luar biasa.
Tapi, apabila di perhatikan dengan cermat dan melalui tatapan mata satu dengan yang lain, seseorang bisa melihat ada ketajaman dan keyakinan yang tidak dapat dilihat secara langsung.
"Selamat sore." kata Lance dengan nada angkuh.
Bastian mengangguk sedikit kepada Lance.
"Silahkan duduk."
Tanpa terlalu banyak basa basi, Bastian secara langsung melanjutkan rencana dan berkata.
"Aku sedikit banyak memahami situasi umum tentangmu sebelumnya, dan aku mendengar bahwa kamu adalah orang yang tidak suka dengan bos yang terlalu banyak menuntut."
Lance mengangguk tanpa menyangkal dan berbicara dengan wajah percaya diri.
"Benar, tapi saya bukan orang yang keras kepala, saya cukup percaya pada kemampuan saya, dan saya akan mendengarkan pendapat yang memang berguna."
"Selama saya di beri ruang untuk menampilkan ide ide saya, saya yakin, saya bisa membuat gebrakan besar." lanjut Lance.
"Dia sama sekali bukan orang dengan pemikiran sederhana, jika salah jalan orang ini bisa menjadi duri." kata Bastian dalam hati saat mencoba menebak jalan pikiran Lance.
Tapi, orang yang memiliki kemampuan biasanya memang memiliki sisi kesombongan seperti itu, dan kenyataan bahwa dia bisa duduk di posisi tinggi sebelumnya juga menunjukkan hal ini.
Ada juga yang sebaliknya, orang yang tidak kompeten tapi memiliki kesombongan tinggi. Mati saja.
Orang seperti ini memiliki masalah sosial tersendiri dan harus dihajar oleh pengalaman.
"Sejujurnya, aku tidak suka orang yang tidak bisa menilai dirinya sendiri tapi memaksa diri untuk menunjukkan kehebatan mereka."
Bastian berkata dengan datar.
"Selama bawahanku benar benar mampu, aku tidak akan ikut campur sembarangan."
Kata kata ini memang benar adanya.
Sebelumnya di perusahaannya tempat bekerja, Bastian memiliki bos yang membuat bakatnya terkubur dan tidak punya kesempatan untuk menunjukkannya, maka dari itu dia cukup puas dengan kata kata Lance.
"Lalu, apa yang kau ketahui tentang perusahaanku, Lance?"
Bastian meminum kopinya dan bertanya.
Lance sedikit ragu ragu.
"Saya hanya mendengar bahwa anda adalah pemilik perusahaan game, tetapi pihak Dello tidak memberi saya informasi spesifik perusahaan anda."
Hal ini benar benar membuat Lance bingung. Bastian bahkan tidak memberikan informasi perusahaan dan kepercayaan ke perekrut. Sebenarnya, Lance merasa konyol dirinya datang ke wawancara yang dirinya sendiri tidak tahu akan bekerja di mana.
__ADS_1
Jika bukan karena Brian sendiri yang mengisyaratkan bahwa identitas Bastian tidak sederhana, Lance tidak akan datang sama sekali.
"Benar."
Bastian tertawa gembira.
"Perusahanku bernama ElangBaja Games. Satu satunya masalah adalah perusahaan itu belum ada untuk saat ini."
"Tuan Sharga, apa anda sedang bermain main?"
Wajah Lance menggelap dan dia merasa kecerdasannya terinjak injak. Orang ini bahkan belum memiliki perusahaan. Lalu buat apa orang ini mencari manajer? Untuk apa?
"Tenang."
Bastian berkata sambil tersenyum, dia mengeluarkan setumpuk dokumen dar tasnya dan meletakkan di atas meja. Itu adalah berkas berkas yang sangat banyak dan tebal.
"Yugu Games?"
Lance tampak terkejut. Dia pernah mendengar nama itu. Itu adalah perusahaan game yang bagus tapi kekurangan modal dan investor di kota Sidni. Skalanya tidak besar, tapi juga bernilai lebih dari 2 milyar dollar.
"Apa maksudnya ini, tuan Sharga?" tanya Lance ragu ragu.
"Pemilik perusahaan ini memiliki tanda tanda akan menyerah, dan aku ingin membelinya." kata Bastian pelan.
Melihat informasi rinci dari Yugu Games, hati Lance secara bertahap menjadi paham. Di lihat dari informasinya, perusahaan ini memiliki nilai akuisisi.
Kemampuan staf atau tingkat produksi game, tidak ada masalah sama sekali.
Dari semua informasi yang di dapatkan oleh Bastian, Lance dapat melihat bahwa tidak di ragukan lagi, orang di depannya ini sangat cerdas, dia bisa mengevaluasi semua kemungkinan dengan tingkat yang lebih tinggi.
Bastian memandan Lance dengan sudut bibir yang terangkat.
Bastian bahkan bisa memastikan bahwa Lance adalah orang yang berambisi tinggi. Lance berani melepaskan posisinya dulu berarti yang dia perdulikan bukanlah nominal gaji atau untung rugi jangka pendek.
"Aku berniat membeli Yugu Games dan jika kamu setuju untuk bergabung, kamu akan langsung memperoleh 10% saham di perusahaan nanti."
10% saham?
Itu ratusan juta dollar!
Dan jika perusahaan berkembang dengan baik di masa mendatang, nilai saham ini secara otomatis akan meningkat.
Walau Lance adalah orang yang telah melihat dunia, dia tetap terkejut dengan kondisi yang akan di berikan oleh Bastian. Seorang bos biasanya tidak berani memberikan saham sampai 10%.
Tapi Lance tetap diam untuk beberapa saat dan berkata.
"Penawaran kondisi ini terlihat sangat menarik, tapi anda seharusnya tahu apa pekerjaan terakhir saya."
Bastian meminum kopinya dan berkata perlahan.
"Kamu adalah orang yang ambisius dan cakap, bukannya sombong, aku juga begitu. Kamu tidak akan bisa membayangkan akan seperti apa 10% saham ini di masa mendatang."
__ADS_1
"Aku akan membuat perusahaan ElangBaja Games, yang akan segera di dirikan, perusahaan game terbesar di dunia nantinya. Menghadirkan game terbaik untuk semua penikmat game, dan membuat semua orang langsung memikirkan kita saat mereka menyebut game. Aku akan membuat ElangBaja Games menguasai seluruh industri."
Lance memandang Bastian dengan terkejut, dia melihat keberanian dan kepercayaan diri yang tak terbatas di wajah Bastian.
"Aku akan memberimu kesempatan untuk menunjukkan bakatmu, dan semakin baik kinerja perusahaan, semakin tinggi juga penghasilanmu."
"Jika kamu bisa memperoleh keuntungan perusahaan dalam waktu satu tahun dan melebihi uang yang telah aku investasikan sebelumnya, aku akan memberimu 10% saham tambahan."
"Tapi, gajimu hanya 100 ribu dollar untuk setahun ini secara simbolis. Jika perusahaan tidak menghasilkan uang, kau tidak akan dapat apa apa."
Bastian berkata dengan samar samar.
"Bagaimana? Berani terima tantangan ini?"
Sebuah kontrak di letakkan di atas meja oleh Bastian.
Ditambah 10% saham?
Kepala Lance sedikit pusing, dia paham dengan jelas tentang kesulitan mendapatkan keuntungan minimal 100%.
Tapi, Lance juga memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi. Melihat Bastian yang berani mengambil resiko, Lance merasa bahwa niat bersaing di kancah dunia yang telah lama hilang mulai muncul kembali.
Mereka melihat ambisi yang sama di mata mereka.
"Tuan Sharga, saya akan mengikuti anda."
Lance menandatangani kontrak setelah memeriksanya dengan cermat.
"Baiklah, kamu akan berterima kasih padaku atas keputusanmu hari ini, Lance."
Bastian tersenyum.
"Kalau begitu, selamat datang di ElangBaja Games."
"Pekerjaan pertamamu adalah mempersiapkan akuisisi perusahaan milik Yugu Games."
Mereka berdua mengulurkan dan menjabat tangan dengan erat.
Lance meninggalkan kafe itu dengan penuh semangat dan mulai memikirkan tentang akuisisi perusahaan.
Setelah Lance pergi, Bastian tersenyum menang.
"Bodoh sekali."
Mendominasi industri game? Menghadirkan game terbaik untuk semua penikmat game?
Itu bukan urusan Bastian!
Selama misi sukses, dia tidak perduli!
Langkah pertama sangat lancar.
__ADS_1
Bastian benar benar ingin menyelesaikan misi yang di berikan sistem dalam waktu satu tahun.