
"Tu-tuan, ada yang bisa saya bantu?"
"Bagaimana kalau menjadi kekasihku selama aku di sini? Jangan khawatir, aku tidak akan menyakitimu." Al tertawa sambil menjilat bibirnya sendiri.
Banyak gadis menunjukkan rasa iri dan cemburu di mata mereka, diam diam bergumam mengapa Al tidak tertarik dengan mereka, bahkan jika itu hanya cinta satu malam, manfaatnya benar benar di perlukan oleh mereka.
"Tuan muda Snow, saya... Saya sudah memiliki kekasih."
Karyawan wanita itu kaget dan langsung tergagap.
"Oh benarkah? Sayang sekali, tapi aku tidak suka memaksa orang, jadi lupakan saja."
Karyawan wanita muda itu menghela nafas lega, tapi tiba tiba.
"Oke, kau di pecat, kembalilah bersama kekasihmu itu." Al terkekeh santai, seolah dia baru saja membuat keputusan yang sepele.
Karyawan wanita itu langsung menjadi pucat dan bahkan menjadi tidak fokus karena bencana itu.
"Tidak mungkin, bagaimana ini bisa---,,,"
Wajah presdir juga menunjukkan raut yang tak tertahankan, seolah dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia langsung terdiam di bawah tatapan mata Al yang tiba tiba berubah dingin.
"Tidak perduli siapa dia atau jabatan apa yang dia pegang di perusahaan ini, dia di pecat mulai saat ini! Ingat! Tidak seorang pun di Coral bisa melawan Snow. Apa kau mendengarku?"
Ada dua orang yang sedang berseteru di sini, satunya adalah karyawan di perusahaan dan yang satu adalah pewaris keluarga Snow, ketua dari Coral Group. Tentu saja semua orang tahu harus berada di pihak mana.
Randy hanya bisa diam diam menghela nafas di hatinya untuk nasib karyawan wanita itu, kenapa juga dia harus muncul di depan Al dan menyinggungnya, hidupnya sudah berakhir.
Randy dengan wajah datar dan serius berkata. "Baik."
Kemudian dia mengerutkan kening pada karyawan wanita yang ketakutan itu dan berkata dengan dingin. "Apa yang sedang kau tunggu? Berkemaslah dan pergi. Kau bukan lagi karyawan di perusahaan ini."
***
"Bastian Sharga? Ketua perusahaan Moleque ingin bertemu denganku?"
Di kantor presdir, Al duduk di posisi milik Randy, sambil memainkan sebuah liontin giok yang berharga dan berkata dengan enteng.
"Benar tuan muda, mereka tampaknya berniat untuk bekerja sama."
__ADS_1
Randy berkata dengan mata serius. "Kemanjuran dua produk yang baru di kembangkan oleh mereka sungguh luar biasa. Setelah perilisan resmi, mereka dengan segera memenangkan popularitas dan menjadi favorit banyak konsumen. Bahkan volume penjualan produk Coral kita sangat terpengaruh."
Begitu Randy melambaikan tangannya, seseorang di sebelahnya menyerahkan sebuah kotak berisi dua produk menarik di dalamnya.
"Dan orang ini tidak sederhana. Dia memperluas jalur produksi secara gila gilaan sebelum mendapatkan keuntungan, dan rantai modal tidak menunjukkan tanda tanda kegagalan. Jika kita terpaksa menghadapinya, saya khawatir hal ini akan mempengaruhi kepentingan group, jadi---,,,"
"Jadi? Lalu apa? Apa kau menyarankan Coral bekerja sama dengannya?"
Al berkata perlahan.
"Benar." Randy mengangguk. "Saya pikir ini adalah pendekatan ter aman untuk saat ini, kita harus berdiskusi dengan Moleque---,,,"
"Presiden Direktur Randy Savage!"
Al tiba tiba menyela kata kata Randy dan berkata dengan pelan. "Tahukah kau, apa tujuan kedatanganku ke Sidni kali ini?"
Dengan sedikit tercengang, Randy berkata. "Untuk memeriksa investasi, memperluas produksi dan menempati pasar kosmetik di kota Sidni, karena Sidni adalah titik fokus dari tata letak perusahaan kita di negara ini."
"Tepat sekali."
Al mengambil obat kecantikan cair dan bahkan tidak membukanya. Tiba tiba dia membantingnya ke lantai dan menghancurkan benda itu berkeping keping.
"Dengan perusahaan yang kurang di kenal, mereka semua mulai berani merebut pasar produk Coral kita? Menurutmu kita ini siapa? Bagaimana bisa group kita mempunyai pecundang sepertimu!"
Di bawah perubahan yang tidak terduga ini, wajah Randy tiba tiba berubah dan bahkan akhirnya menjadi marah. Tapi tetap berusaha menekannya.
Meski sudah lama mendengar bahwa keluarga Snow sombong dan tidak masuk akal, tanggapan ini masih di luar akal sehatnya.
"Orang macam apa Bastian Sharga ini? Dia ingin bertemu denganku? Aku ini pewaris keluarga Snow yang terhormat! Dan mengapa juga dia ingin bekerja sama dengan kita? Apakah karena dia benar benar mengira bisa mengalahkan produk kita? Dia terlalu percaya diri!"
Al mencibir. "Aku akan menghancurkan Moleque dengan segala cara dengan waktu secepat mungkin. Jika nanti orang yang bernama Bastian ini menemuiku, itu adalah saat ketika dia menyerahkan perusahaannya padaku!"
***
Di vila, Bastian sedang berbaring di luar, di sebuah kursi khusus untuk berjemur di bawah sinar matahari.
Dia menggunakan domain otak bantuan sistem untuk menyelidiki informasi tentang Al Snow.
Informasi yang dia dapatkan membuat alinya berkerut heran.
__ADS_1
Menurut data informasinya, Al adalah pria yang suka bermain wanita, penuh nafsu, sombong, tidak masuk akal dan sangat kejam. Tapi dia merasa dirinya adalah pria sejati. Aneh.
Tapi kebetulan, ayahnya yang merupakan kepala keluarga Snow saat ini sangat menyayangi putra bungsunya itu dan bahkan menjadikannya sebagai pewaris utama keluarga Snow meskipun semua anggota keluarga lain menentangnya.
"Tidak mudah berurusan dengan pria seperti ini, merepotkan sekali." Bastian memijat keningnya, pikirannya terus menerus memikirkan apa yang terjadi apabila mereka berdua bertemu, dan saat ini, Queen menelpon.
"Halo Queen, apakah ada jawaban dari mereka?"
[Mereka menjawabnya, tapi---,,,]
Queen ragu ragu, seperti sulit untuk mengatakan sesuatu.
"Katakan."
Bastian berkata dengan serius.
[Al menolak untuk bertemu dengan anda, dan juga mengatakan bahwa dia akan benar benar mengalahkan Moleque... Dan tuan Sharga... Dia bilang kalau anda bertemu dengannya nanti, itu akan menjadi saat ketika anda menyerahkan Moleque untuk di akuisisi.]
"Apa!"
Bastian menjadi marah, metanya berkilat dengan cahaya dingin yang tajam.
Meskipun sudah siap dengan karakter umum semacam Al ini, dia tetap geram dengan hinaan yang di ucapkan Al.
"Mengalahkan Moleque? Sangat bagus! Karena dia tidak menginginkan kesempatan yang baik untuk bekerja sama, maka bersiaplah untuk menghadapi serangan Moleque dan menghadapi kehancuran!"
"Dia benar! Tempat aku dan dia bertemu nanti ada di meja perundingan akuisisi perusahaan. Tetapi jelas bukan untuk akuisisi Moleque, tapi sebaliknya!"
Bastian telah menetapkan tujuannya. Jika sampai orang lain mendengarnya, mereka tidak akan pernah berani percaya dan bahkan mengira Bastian sudah gila.
Dia tidak hanya akan mengalahkan persaingan pasar Coral Group di kota Sidni. Dia berniat untuk menghancurkan semua anak perusahaan Coral Group dan mengusir Coral Group dari negara ini.
Bahkan berniat suatu hari nanti dia akan mengambil alih Coral Group.
Dia ingin melihat, pada saat itu, seperti apa ekspresi tuan muda Snow ini nantinya.
Dia yakin dapat mencapai tujuan luar biasa ini dengan krim bekas luka dan obat kecantikan cair miliknya.
Bastian tersenyum seperti iblis.
__ADS_1
"Coral Group, bersiaplah menerima kemarahanku!"