
Di lobi Bright Moon Riverside, Bastian menunggu dengan tenang.
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" seorang pelayan wanita melihat Bastian berdiri di sana seperti itu, dia merasa agak bingung dan mendekatinya dengan sopan lalu bertanya.
"Aku? Aku hanya menunggu seseorang, tidak perlu repot repot." Bastian tersenyum ramah.
"Menunggu seseorang? Apakah---,,," pelayan itu ingin terus bertanya, tetapi setelah melihat sekelompok orang yang keluar dari lift, dan menuju ke arah mereka. Mulutnya tiba tiba terkunci.
Dengan pembawaannya yang di penuhi aura jahat dan sekilas memiliki tatapan membunuh. Kelompok itu mampu membuat lobi yang hangat itu terasa dingin.
"Waow? Aku menunggu seseorang, eh ternyata lebih dari yang aku harapkan." Bastian tertawa.
Pelayan wanita yang melihat pemandangan seperti itu, tiba tiba tidak berani bertanya lagi dan lari ke dalam dengan panik.
Dia tidak ingin terkena masalah.
"Aiden, itu orangnya, dia yang mematahkan tangan kananku!"
Sawyer menunjuk ke arah Bastian dan berteriak, merasakan tangan kanannya yang mati rasa, urat urat di wajahnya mulai mengeras dengan tatapan yang ganas.
Dengan cepat sekelompok orang datang ke arah Bastian.
Aiden, dengan tinggi hampir dua meter dan tubuh seperti patung yang terbuat dari baja, menatap Bastian dengan tatapan sedikit meremehkan.
"Hanya bocah itu saja? Kau memang tidak berguna, Saw."
Bastian bertanya.
"Apa kau yang namanya Rampage?"
"Hahaha, kau pikir kau siapa? Bagaimana mungkin bosku secara pribadi turun untuk menemuimu!" Aiden menjawab dengan dingin.
"Ingat! Namaku Aiden! Bos menyuruhku untuk mematahkan anggota tubuhmu dan kemudian dengan senang hati aku akan membawamu bertemu dengannya."
"Apa benar begitu? Sepertinya Rampage tidak menanggapiku secara serius. Mematahkan anggota tubuhku? Yang benar saja."
Bastian menggelengkan kepalanya dengan prihatin, niat membunuh muncul di dalam hatinya. Dia memandang Sawyer dengan mata yang dingin.
"Kau juga tidak memanfaatkan kesempatan yang sudah ku berikan padamu."
Dengan tatapan Bastian yang dingin, tubuh Sawyer tidak bisa untuk tidak gemetar, tetapi ketika dia ingat bahwa ada Aiden yang berdiri di sampingnya, dia segera merasa percaya diri dan menertawakan Bastian.
"Wah, apakah kau benar benar berpikir bahwa kau tidak terkalahkan? Kekuatan Aiden berada di luar imajinasimu! Sebaiknya kau berlutut dan memohon belas kasihan dan dengan patuh memberikan anggota tubuhmu untuk kami patahkan!"
Pelayan wanita yang mengintip dari kejauhan melihat ke arah lobi dan menunjukkan rasa kasihan di wajahnya.
Mereka yang telah menyinggung Rampage Brown, tidak pernah berakhir dengan baik.
Dia seperti sudah melihat akhir tragis dari kisah Bastian dan menghela nafas di dalam hatinya.
"Sayang sekali, padahal dia cukup tampan, kenapa dia harus memprovokasi tuan Brown."
Wajah Bastian tetap santai dan tenang, sudut bibirnya menunjukkan bahasa tubuh mengejek, dia mengulurkan tangannya ke depan, menunjuk dan menatap Aiden.
"Maju."
__ADS_1
"Hahaha, apakah kau yakin akan melawanku?!"
Aiden mengeluarkan tawa sambil mengolok olok.
Kerumunan orang di belakangnya ikut tertawa dengan pandangan mata penuh hinaan.
"Bukan kau." Bastian menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sungguh sungguh.
"Tapi kalian semua."
Kerumunan itu secara bersamaan memunculkan ekspresi menghina, saat itu seseorang langsung tertawa terkekeh.
"Bocah ini membuat marah Aiden, dia sudah tamat."
"Anjing ini memiliki mulut yang besar. Bahkan dia akan menangis karena tidak sempat melihat peti matinya sendiri." seseorang berkata sambil menggelengkan kepala.
"Kau sedang memancing kematianmu sendiri!" Aiden meraung dengan suara berat.
Aiden Englih dalam perkumpulan tentara bayaran internasional juga terkenal karena memiliki kekuatan besar dan brilian, seperti sebuah peluru, tinjun cepatnya adalah kekuatannya, hari ini dia di provokasi oleh pemuda yang terlihat kurus tak berdaya.
Niat membunuh keluar dari matanya yang tajam dan dengan cepat Aiden mengepalkan tinjunya ke arah Bastian, dan akan memberi pelajaran kepada pemuda itu.
BUAGH!
Bastian menangkap tinju dari tangan besar Aiden dengan mudah.
Dia tidak bergerak sama sekali.
"Hanya itu?"
"Bagaimana mungkin?" hati Aiden terguncang gelombang badai, meskipun pukulannya itu tidak menggunakan seluruh kekuatannya, tetapi jika mengenai orang biasa, tinju itu juga akan menyebabkan terluka parah.
'Dia menahan pukulanku dengan mudah?'
Melihat ekspresi menghina di wajah Bastian, kemarahan Aiden melonjak.
"Wah wah, Kau benar benar membuatku marah! Kalau begitu aku akan membirakanmu melihat kekuatanku yang sebenarnya! Aku ingin membawamu hidup hidup kepada tuan Brown, tapi karena kau sendiri yang mencari mati, jadi jangan salahkan aku!"
Dalam raungan itu, seluruh tulang tubuh Aiden mengeluarkan suara berderak, otot ototnya membesar dan dengan cepat kaki kirinya melesatkan tendangan ke arah kepala Bastian.
Dengan gerakan ini, dia menggunakan seluruh kekuatannya, dan bahkan dia sudah tidak perduli lagi jikalau tendangan itu akan membunuh Bastian.
BUAGH!
Suara benturan teredam, tangan kiri Bastian sekali lagi dengan mudah menangkap kaki kiri Aiden yang tebal dan keras seperti besi, tapi bagi Bastian itu hanya seperti ember dengan tulisan anti pecah, tapi kalau di banting langsung hancur, harganya 50 ribuan di jual tukang perabot keliling yang pakai pickup dan pengeras suara.
"Tidak mungkin!"
Bola mata Aiden hampir melompat keluar, bahkan seharusnya dia bisa meruntuhkan tembok dengan mudah menggunakan tendangan itu. Tapi tubuh pemuda di depannya tidak bergeser sedikit pun.
"Sepertinya memang hanya ini kemampuan yang kau miliki. Seekor kutu ingin merobohkan pohon? Konyol. Apa kau tidak bisa mengukur dirimu sendiri?"
Bastian menggelengkan kepalanya.
"Kau bilang kaki ini bisa membunuhku kan? Jangan salahkan aku kalau aku terlalu kejam. Kalau begitu, giliranku."
__ADS_1
BRAGH!
KRAAK!
Tangan kanan Bastian mengepalkan tinju dan tepat mengenai lutut Aiden, terdengar suara tulang yang hancur. Aiden hanya mampu berteriak dan berlutut di tanah.
"Kau tahu lagu 'I Belive I Can Fly'? Itu nyata loh."
Kemudian Bastian melepaskan tendangan ringan dan langsung menerbangkan Aiden ke udara, dia terbang sejauh lima sampai enam meter sebelum jatuh berguling di lantai.
BRUGH!
Mata Aiden memutih dan baru saja pingsan.
"Bagaimana mungkin?"
Seluruh lobi menjadi sunyi.
Semua orang terkejut.
Mulut semua orang terbuka lebar, Bastian dengan mudah mengalahkan kekuatan menakutkan Aiden hanya dengan dua gerakan saja. Hal ini mengejutkan semua orang. Sangat terkejut seperti kamu melihat dompetmu di akhir bulan yang berubah menjadi kopiah.
Bastian mengalihkan pandangannya ke arah Sawyer di sana. Dengan wajahnya sekarang yang penuh warna kusam dan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Aiden English, orang terkuat di keluarga Brown. Di kalahkan dengan sangat mudah.
Sadar dengan tatapan Bastian, tubuh Sawyer tiba tiba bergetar dan berteriak.
"Semua orang serang dia! Bunuh dia untukku! Tidak peduli seberapa kuat dia, dia tidak akan sanggup melawan kita semua!"
Di belakang Sawyer, banyak orang orang kekar yang tegap berteriak dan bergegas maju.
"Satu bagian tubuhnya berhadiah mobil!" tambah Sawyer berteriak.
Bastian mendengus dingin, sosoknya bergerak ke kerumunan orang itu seperti hantu, seperti monster melawan sekawanan serigala, dia bisa menjatuhkan setiap orang dengan setiap pukulan dan tendangan, dan mereka bahkan tidak bisa menyentuhnya.
Tak lama kemudian, tidak ada yang bisa berdiri lagi di tempat itu selain Bastian, semua orang terbaring di lantai sambil berteriak dan meratap.
Setelah bersenang senang, Bastian yang bahkan tidak kehilangan nafas melihat ke atas dan berjalan dengan perlahan dan santai.
'Karena dia tidak mau datang menemuiku, jadi aku saja yang mendatanginya.'
Di satu sisi, pelayan wanita yang mengintip sudah tertegun, menutup mulutnya dan tidak berani bersuara, dia seperti menatap iblis di wajah tampan Bastian.
"Apa dia manusia? Satu orang dengan mudah menjatuhkan sebuah kelompok! Apa aku sedang bermimpi?"
***
Ada ketukan di pintu luar ruangan pribadi Rampage.
"Apa itu Aiden yang membawa bocah itu kemari? Cepat sekali. Aku pikir dia orang yang sedikit berkuasa, tapi ternyata tidak."
Suara ketukan itu menjadi suara gedoran keras.
"Tuan Brown, sepertinya ada yang salah dengan suara ini."
__ADS_1
Seorang pengawal kuat yang memakai kaca mata hitam, memperhatikan pintu itu.