
Setelah membayar dengan kartunya, Rolex Gypsophila ini menjadi milik Bastian dan kemudian dia memakainya langsung di pergelangan tanganya.
Kemeja murahnya sedikit di gulung, yang akan memperlihatkan jam tangan mewah dengan berlian 24 karat yang bisa membutakan mata.
Tidak butuh waktu lama, setelah membuang jutaan dollar, waktu belanja Bastian akhirnya berakhir.
Dia mengajak Jessica ke tempat parkir, masuk ke dalam Rolls-Royce Silver Shadow peraknya dan kemudian melaju di tengan seruan takjub orang orang di jalan.
Setelah sampai hotel, Bastian masuk ke kamar tidur dan meletakkan belanjaannya dengan seenak hati, tetapi pikirannya sama sekali tidak tertuju pada barang barang itu.
Karena di telinganya sudah terdengar suara notifikasi sistem yang renyah dan merdu baginya.
[Misi : Bagaimana mungkin seseorang yang berkualitas tidak memperhatikan penampilannya?]
[Selamat kepada anda tuan, karena telah menyelesaikan misi. Anda mendapatkan : Satu buah serum fisik instan kelas menengah. Telah di masukkan ke dalam ruang penyimpanan.]
[Serum fisik instan kelas menengah, meningkatkan kekuatan, kecepatan dan daya tahan tubuh serta menambah 25 poin konstitusi. Cara penggunaannya adalah langsung di minum.]
[Tambahan : Mungkin di sertai dengan sedikit rasa sakit.]
"Sialan! Ini hebat!"
Bastian tercengang. Sistem Elang Baja ini tidak hanya membantunya menjadi kaya, tetapi juga mengubah dirinya menjadi manusia super.
Perasaan ini sulit di ungkapkan.
Melirik ke panel sistem, konstitusi asli Bastian adalah 12 poin, yang sedikit lebih tinggi dari orang normal dan serum fisik instan ini seharusnya bisa membuat konstitusinya menjadi tiga kali lipat secara langsung.
Dari ruang penyimpanan, Bastian mengeluarkan tabung kecil yang di tutup.
Dua per tiga dari tabung kecil itu berisi dengan cairan kemerahan dan bergelembung seperti air panas yang mendidih dan meluap luap.
"Bukankah itu hanya sedikit sakit? Apa yang kamu takutkan Bastian?"
"Sedikit rasa sakit tidak seberapa dengan kekuatan yang kau dapatkan."
Bastian menarik nafas dalam dalam, mengeratkan gigi, langsung membuka tabung kecil itu dan menuangkan semua cairan ke mulutnya.
Ketika cairan itu masuk, tidak ada rasanya, hanya terasa panas membara, seolah baru saja meminum alkohol murni dengan kadar tinggi.
Pada akhirnya, panas keluar dari dalam perut dan mengalir ke semua anggota tubuh dan tulang tulang.
"Argh!"
Tubuh Bastian berdenyut denyut dan kulitnya menjadi merah, dia seperti udang yang sedang di masak, dan butir butir keringat dingin muncul di keningnya.
Sedikit sakit apanya! Kepalamu itu! Sedikit sakit dari mana!
"Sistem anjing ini ingin membunuhku!"
__ADS_1
Bastian berguling guling di lantai, merasa bahwa rasa sakit ini tidak bisa di toleransi oleh tubuh manusia.
Setelah beberapa lama, rasa sakitnya berangsur angsur memudar, Bastian tersentak, menjilat bibirnya yang kering, dia tersenyum masam.
"Sialan, aku tidak menyangka efek serum itu sangat dasyat."
Bastian bisa merasakan kekuatan di tubuhnya melepaskan tenaga seperti gelombang air berkekuatan besar ketika dia melambaikan tangannya dengan sebuah hentakan ringan.
Saat itu juga, panel sistem muncul.
Nama : Bastian Sharga.
Umur : 24 tahun.
Konstitusi : 37. [Normal 10].
Pesona : 86/100. [Normal 50].
Properti : 229.404.767
Industri : Belum tersedia.
***
Pagi hari.
Kantor developer game terletak di sebuah gedung perkantoran.
Kemudian dia merapikan kerah bajunya sedikit dan berjalan menuju gedung perkantoran.
Kantor lamanya, sebuah developer game, menyewa lantai tiga gedung perkantoran ini sebagai ruang kantor.
Walaupun bukan perusahaan besar, tapi sebenarnya tidak buruk.
Mengendarai Rolls-Royce, memakai Armani, Rolex, dan merek merek terkenal lainnya serta aura agresif. Membuat penjaga keamanan dan resepsionis wanita di aula terkejut. Wajah mereka penuh rasa hormat dan takjub. Mereka seperti terhipnotis dan memberi hormat kepada Bastian.
Mereka semua secara tidak sadar mengira bahwa Bastian adalah bos atau tamu penting salah satu perusahaan di gedung perkantoran itu dan tidak berani menghentikan langkahnya.
Melihat ekspresi mereka, Bastian menebak apa yang mereka pikirkan.
"Aku khawatir mereka tidak menyangka bahwa aku pengangguran yang baru saja mengundurkan diri dari kantor ini dengan cara sederhana dan keren."
Sambil berdiri di lift, Bastian membuka obrolan grup yang telah di arsipkan sebelumnya.
Ratusan muncul di obrolan grupnya kemarin. Sekarang dia benar benar ingin menyingkirkan grup itu.
Bastian tersenyum dan mendengus kasar.
Kebanyakan pesan membahas dalam keyakinan orang orang itu sendiri.
__ADS_1
Sebagian besar orang tidak percaya dengan apa yang Bastian katakan. Mereka semua mengejek dan merendahkan.
Semua orang berpikir bahwa Bastian terguncang setelah di marahi oleh Zidane dan melampiaskan kekesalannya di obrolan grup. Beberapa orang bahkan mengejeknya karena Bastian sudah gila bermimpi menjadi orang kaya. Mereka bahkan meminta Bastian untuk mengurangi menonton film dan menyadari kenyataan.
Nyatanya, Bastian benar benar menjadi kaya dalam semalam. Bastian yang biasanya hanya memendam emosi, kini benar benar menjadi calon orang kaya yang berkelas.
Bastian melewati beberapa meja dan berjalan langsung ke kantor Zidane. Sebagai kepala perencanaan perusahaan, Zidane memiliki ruang tersendiri dan tidak harus bekerja di area publik.
"Lihat, Bastian ada di sini!"
"Hei, hei, ada pertunjukan yang bagus untuk di tonton."
Dari jauh, banyak rekannya di departemen perencanaan, menatap Bastian dengan pandangan hina dan ejekan di wajah mereka.
Hanya sedikit orang yang percaya, bahwa apa yang Bastian katakan hari itu, benar adanya.
Sebelumnya Bastian di paksa untuk berpura pura bahagia untuk beberapa waktu. Tapi sekarang Bastian masih harus mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan kemudian bekerja lembur dengan senang hati? Omong kosong!
Karena Bastian tidak pernah menjilat orang lain dan terkadang berbicara ceplas ceplos, dia tidak terlalu di sukai oleh banyak pimpinan, sehingga banyak orang dengan sengaja mencari cari kesalahannya untuk menjilat Zidane dan pemimpin departemen lainnya.
Mereka secara tidak sadar bersembunyi dan tidak ingin percaya bahwa Bastian berkembang, hanya menunggu untuk melihat leluconnya.
"Tunggu... Tunggu..."
Beberapa mata tajam melihat pakaian yang di kenakan Bastian.
"Dia memakai setelan Armani? Sialan! Bukankah seharusnya anak ini sangat miskin?"
"Benar! Itu bukan barang imitasi kan?"
"Tidak terlihat seperti imitasi, lihat! Dia memakai Rolex Gypsophila. Apa Bastian ini benar benar kaya?!"
"Apa dia habis menang lotre? Mustahil!"
Semua orang menjadi lesu dan terkejut.
Luar Biasa!
Bastian dengan tenang dan langkah ringan, menarik sedikit lengan bajunya.
'Aku melakukannya dengan sengaja. Ya, aku hanya terpaksa.'
'Apa kalian sudah iri? Apa kalian marah padaku?'
'Butakan saja mata sombong kalian! Anjing!'
Begitu kira kira kata Bastian dalam hatinya. Bastian juga sudah malas mengetuk pintu. Dia mendorong pintu itu dan masuk ke kantor Zidane.
"SIAPA YANG.. Eh? Bastian?"
__ADS_1
Zidane awalnya setengah berbaring di kursinya dengan kaki di atas meja. Dia pikir bosnya yang datang untuk melakukan inspeksi mendadak. Dia kaget dan bangun dengan cepat.
Tapi, ketika dia tahu bahwa yang datang adalah Bastian, wajahnya tiba tiba menggelap.