
Malam ini malam yg di tunggu tunggu oleh aliesha dan Alan , karena sang ibu akhirnya dapat di operasi dan Al bisa membayar biaya operasi, walaupun harus merelakan harga diri dan kesucian yg selama ini di jaga harus hilang. Kurang lebih 1 jam ibunya akan masuk ruang operasi. Al menghidupkan ponsel nya.
Ting Ting Ting Ting
(beberapa notifikasi pesan masuk)
Al menggeser layar hp melihat siapa yg mengirim pesan, betapa terkejutnya Al.
"Whaaaaat pak Ares " ucap Al
Al langsung membuka chat tersebut.
[Al kpn ibumu akan di operasi?] isi chat dari pak Ares , walaupun ia tau Ares hanya memastikan jika Al tidak akan kabur atau menghianatinya, setidaknya itu membuat hati Al menghangat .
[Malam ini pak] jawab aliesha.
[baik lah lebih cepat lebih baik]
__ADS_1
[iya pak]
[Awas jangan sampai kamu macam macam Al, semua berkas sudah saya siapkan kalau kamu berani menipuku tak kan ada ampun untukmu!!] balas Ares penuh penekanan.
[Iya pak saya tidak akan berani membohongi atau menipu pak Ares ]
[Aku pegang kata kata mu, mulai sekarang kembali lah bekerja dan tetap menjadi sekertaris pribadi ku]
Al terdiam ia membayangkan setiap hari melayani atasannya sebagai istri siri nya , belum lagi harus bertemu sapa di kantor sebagai sekertaris pribadi nya.
[Tetapi pak, kenapa saya tidak di pindah ke divisi atau apa gitu pak] tanya Al .
"Lihatlah dia selalu semena mena, mengambil keputusan sesuka dia " ucap Al dalam batin .
[Baiklah pak, terimakasih atas kemurahan hati BPK dan jabatan yg bapak berikan kepada saya] ucap Al .
Al menarik nafas panjang dan membuangnya seperti ia sudah pasrah akan takdir yg ia jalani, ia merasa seperti di permainkan oleh takdir, ia mencoba menguatkan dirinya mengingat sang ibu dan adiknya yg selalu membutuhkan kan nya .
__ADS_1
Tak terasa 1 jam berlalu dan sang ibu sudah masuk bersama para dokter ahli bedah untuk siap mengoperasi sang ibu, membuat hati Al takut dan khawatir bercampur jadi 1, selain Alan hanya sang ibu yg paling berharga bagi Al, ia merasa takut terjadi hal yg tidak diinginkan kepada sang ibu. Waktu begitu cepat berlalu, yg awalnya lampu depan ruangan operasi menyala sekarang sudah padam menandakan sang ibu telah selesai di operasi .
"Gimana dok keadaan ibu saya?" tanya Al dg rasa khawatirnya saat melihat para dokter sudah keluar dari ruang operasi.
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, ibu harus tetap di rawat di ruang ICU , karena belum melewati masa kritisnya. Berdoalah agar segera melewati masa kritisnya" ucap sang dokter.
"Baik dok terimakasih banyak" ucap Al merasa senang walaupun sang ibu masih kritis tapi setidaknya operasi berjalan lancar.
"ibu akan sembuh Alan ibu akan sembuh" ucap Al senang dan langsung memeluk Alan .
Walaupun ia kehilangan apa yg ia jaga selama ini setidaknya ia tidak kehilangan ibunya .
Pukul 01.00 dini hari ibu Al sudah melewati masa kritisnya dan di pindah kan keruangan rawat inap , Al mengikuti para suster yg membawa ibunya ke ruang rawat inap.
"Kenapa ibu belum sadar sus?" tanya Al .
"Ibu Ratna masih dalam pengaruh obat, tak lama ia akan tersadar" ucap suster
__ADS_1
"Terimakasih sus" ucap Al dan mendapati anggukan dari suster
Bersambung