
"Ayo masok"
"Ah iya pak mari"
Al dan Ares berjalan beriringan, semua mata memandang takjub keduanya, Al sangat cantik sampai semua mengira itu bukan Al .
Al merasa di tatap ia merasa canggung.
"ee pak Ares maaf saya ingin bertanya, apakah ada yg salah pada diri saya?"
"Ee maksut nya pakaian saya atau rambut saya gitu" imbuh Al
"Tidak ada, kenapa kamu gak nyaman di tatap mereka semuanya?"
"Hmm iya pak"
"Mungkin mereka tersepona dg paras cantik kamu"
Blusss!!
Pipi Al langsung memerah seperti kepiting rebus.
"Udah gausah pikirkan mereka yg melihat muu, anggap saja mereka tidak melihat, ayo kita temui tuan rumah dulu" Ares dg sengaja menggandeng tangan Al untuk menemui orang tuanya nya .
"Akhirnya kamu datang juga" ucap sang papa menyambut kedatangan putranya .
"Hmm selamat pa" ucap Ares dg ketus .
"Terimakasih, ini siapa res, seperti nya papa pernah melihat nya"
__ADS_1
"Iya dia sekertaris ku"
"Apa kau menyukai nya?"
"Kenapa papa bertanya seperti itu?"
"Karena kamu sudah waktunya untuk menikah, dan papa lihat selama ini kamu tidak memiliki pacar"
"Gausah ikut campur urusan pribadi ku pa"
"Jelas papa ikut campur, kamu anak papa satu satunya penerus papa, atau kamu mau papa jodoh" kan?"
"Ini bukan jaman Siti Nurbaya pa, yg harus di jodoh jodohkan, aku akan memilih calon ku sendiri, lebih baik aku pulang jika papa hanya menuntut ku saja" bentak ares
Al yg kaget langsung menggenggam tangan Ares agar tidak tambah tersulut emosi nya, dan itu berhasil Ares emosinya kembali stabil lagi, itupun tak luput dari pandangan sang papa.
"Ayo Al kita kesana saja" ajak Ares seraya menggenggam tangan Al . Al merasa tidak enak, bagaimana pun papa Ares adalah atasannya juga, dia belum bicara sepatah katapun sekedar memberi selamat tetapi Ares langsung mengajaknya ke tempat lain.
"Pak kita akan kemana?"
"Aku mau ambil minum"
"Baiklah saya akan mengikuti anda, tapi tolong lepaskan tangan saya dulu, saya merasa tidak nyaman, semua mata memandang kesini" reflek Ares langsung melepaskan genggaman tangan Al .
Mereka berjalan bersama belum sampai mengambil minum ada yg menghampiri nya.
"Halo pak Ares "
"Oh pak bara "
__ADS_1
"Yupss ku kira kau lupa"
"Tidak lah mungkin saya lupa dg anda" seraya bersalaman dg bara .
"Ini siapa res?"
"Oh kenalkan ini sekertaris ku aliesha, Al kenalkan ini pak bara"
"Aliesha panggil Al saja pak"
"Aku bara" seraya bersalaman dan cukup lama, Al mencoba melepaskan tetapi tetap tidak bisa.
"Ekhmm"
"oh maaf res , sekertaris mu cantik sekali, ini ya yg membuat mu betah di kantor"
Ares merasa kesal karena laki laki lain memuji istrinya di depannya sendiri.
"Maaf itu bukan urusan ada" ucap Ares dg senyum terpaksa.
"Maaf aku hanya bercanda res"
"Al jika Ares membuangmu nanti bilang saja padaku, aku siap memungut mu"
"Seperti nya saya harus menemui kolega yg lain pak bara, selamat menikmati saya dan Al permisi dulu" ucap Ares dan Al hanya tersenyum mengangguk tanda sopan.
Ares dan Al mengambil minum karena merasa sangat haus setelah bertemu beberapa kolega, dan ini sangatlah capek menurut Al .ia sangatlah tidak suka pesta sebenarnya.
Bersambung. . .
__ADS_1