KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 33


__ADS_3

 Mereka telah selesai makan . Alan pamit kepada sang ibu.


"Bu aku berangkat ya nongkrong sama temen temen" pamit Alan .


"Bohong itu Bu, biasanya kalau nongkrong gak sewangi dan Serapi ini" ucap Al .


"Diam kau kak, jangan menghasut ibuku" ucap Alan yg kesal.


"Heeeiii dia juga ibukuu, apa kau lupa"


"Waah masak? Iya aku lupa tu kak, bahkan aku lupa kalau kalau aku punya kakak yg menyebalkan" ucap Alan di sertai gelak tawa yg renyah. Sedetik kemudian Alan meringis dahinya di sentil oleh Al .


"Sakit kak, aku pergi dulu"


" Ya hati hati, awas kalau pcrn macam macam kakak gak akan biayai sekolah mu" ucap Al mengingatkan adiknya .


"Sudah segeralah pergi Alan nanti keburu malam" ucap sang ibu .


Alan keluar dari rumah setelah mendapat izin dari sang ibu dan kakak nya. Al masuk kekamar begitupun sang ibu.


Al berbaring di kasur nya. Ia kembali memikirkan gimana ya keadaan suami sirinya.


"Aish kenapa aku memikirkan dia, dia belum tentu memikirkan ku, sebaiknya aku tidur saja" gumam Al sendiri.


ia berusaha tidur tetapi sangatlah sulit, ia mengambil ponsel nya di nakas, mengecek pesan, ternyata banyak pesan yg masuk termasuk dari Ares . Ia mengabaikan semua pesan karena tiba tiba rasa kantuknya datang.


pagi telah datang, Al merenggangkan otot2 nya, ia merasa baru saja terlelap ternyata sudah pagi saja. tiba tiba ia ingin makan nasi uduk.


"Bu kog sudah di dapur?"


"Ibu mau masak apa?" tanya Al lagi .

__ADS_1


"Ibu bingung mau masak apa " jawab sang ibu,


"Bu gausah masak kita sarapan nasi uduk saja, biar aku yg beli ibu tunggu disini"


"Baiklah, kamu selalu memanjakan ibumu ini"


"Itu sudah kewajiban ku sebagai anak ibuku sayang " ucap Al dg memeluk sang ibu.


Al kembali ke kamar mengambil cardigan nya . Ia berjalan saja ke warung jual nasi uduk, karena dekat dari rumah Al. Tak berapa lama Al tersentak saat sampai di dekat rumahnya. Ia mendengar keributan sepertinya bersumber dari rumahnya , ia segera berlari agar segera sampai. Ternyata dugaan nya benar , ada keributan di teras rumah nya .


"Ada apa ini?"


"Oh ini anakmu, cantik juga"


"Jangan sentuh aku, ada urusan apa kau sampai Berani mendorong ibuku?"


"Jangan sok jual mahal cantik"


"Baiklah, kedatangan ku kesini mau menyita rumah ini, karena ayahmu kalah berjudi dan rumah ini sebagai jaminan"


"Apa maksutmu? "


"Rumah ini sekarang sudah menjadi milikku, dan jika kau tak ingin aku menyita rumah ini bayarlah hutang ayahmu atau kau mau menikah dgku? Nanti akan ku anggap lunass semua hutang nya"


"Jangan harap kauuu, aku melihatmu saja merasa jijik, lebih baik aku menjadi gelandangan dari pada harus menikah dgmu"


"Kalau begitu bayar lah hutang ayahmu"


"Berapa hutang ayahku?"


"25 juta"

__ADS_1


"Kalau uang sebanyak itu aku gak punya, aku bayar lima juta dulu setelah itu sisanya mencicil gimana ?"


"Maaf cantik aku gamau terus gimana?" ucapnya dg mengubah mimik wajah sok imut, membuat Al ingin menggampar wajah nya .


"Ck. Drama saja"


"Bawa dia secara paksa"


"Hentikan "


"Pak Ares " Al merasa sangat terkejut.


"Siapa kau? Jangan ikut campur"


"Kau jangan ganggu calon istri ku, ada apa ini?"


"Heh jangan coba mengelabuhi ku, serang saja dia"


Dalam sekejap anak buah nya tumbang, di tangan Ares.


"Capat katakan apa tujuan mu kesini"


"Aku hanya menagih hakku saja, ayahnya mempunyai hutang kepadaku, jaminan nya rumah kalau enggak anaknya cewek ini, apa aku salah jika aku membawanya?"


"Berapa hutang nya?"


"25juta "


"Ini cek 35 juta, tapi kau harus jauhi keluarga nya dan jangan mengganggu lagi, atau aku akan hancurkan hidupmu dan hidup dalam kesengsaraan" ucap Ares penuh penegasan.


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2