KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 63


__ADS_3

 Walaupun pikiran sedang kacau, Ares dan Al tetap masuk ke kantor, mereka bersikap profesional, jika ada masalah di keluarga mereka tidak akan membawa masalah itu kepekerjaan.


   Sama hal nya dg Ara, ia tetap melakukan aksinya tanpa di ketahui oleh Ares dan Al , ia tetap terlihat baik di depan mereka .


   "Al ini gue buatin Lo kopi, gue tau kerjaan Lo pasti banyak dan itu bikin pusing" ucap nya dg tersenyum semanis mungkin.


   "Thanks Ra, Lo gak perlu repot-repot sebenarnya, Lo sudah terlalu sering bikin gue kopi atau enggak minuman" ujarnya.


  "Gapapa kali santai aja, ini tadi kebetulan aku juga buat kog, aku kembali ke ruangan ku dulu nya" ucap nya dan mendapatkan anggukan dari Al sebagai Jawabannya.


  Al segera kembali fokus ke dokumen nya, Ara melihat Al meminum kopi nya tersenyum smirk, ia sebenarnya tahu Al sedang banyak pikiran tapi ia berusah diam saja seperti orang bodoh , ia mikir toh ia biang kerok nya , emang musuh dalam selimut.


Al merasa badan nya sangat capek, capek fikiran capek hati.


"Sayang kog ngelamun?" tanya Ares seraya menepuk pundak Al yg membuat Al terkejut.

__ADS_1


"Kamu ngagetin aja mas, hobi banget" ucap Al dg terkekeh, ia berusaha menutupi kesedihannya dari Al, ia takut akan membuat konsentrasi Ares juga buyar.


"Aku sudah disini dari tadi, manggil kamu gak nyaut nyaut, makanya aku menepuk pundak kamu "


"Masa sih" ucap Al merasa tak percaya .


"Jangan ngelamun nanti Kesambet Lo "


"Mana ada siang siang gini ada dedemit" ucap Al yg ngasal .Ares yg mendengar jawaban Al terkekeh.


"Jangan bicara masalah itu mas, kita disini sedang kerja , jadi jangan membahas masalah di keluarga" ucap Al dg tulus .


"Hmm kalau gitu mas kembali kerja dulu ya, jangan melamun lagi cantik nya Ares "


"Gombal " ucap Al, walaupun hanya pujian saja sudah membuat pipi Al merona . Ares terkekeh melihat wajah Al yg seperti kepiting rebus. Ia sangat suka menjahili Al, karena jika wajah nya sudah memerah menurut Al menjadi sangat imut dan lucu

__ADS_1


Waktu berjalan begitu cepat, Al sudah kembali pulang, saat ia pulang Ares ikut dg nya . Saat Ares masuk ternyata sang ibu kebetulan keluar dari kamar .


"Bu bisa bicara sebentar?" tanya Ares dg hormat .


"Tidak ada yg perlu dibicarakan, ibu tidak Sudi mempunyai menantu yg dilihat nya seperti pangeran penolong tapi berkedok penipu"


"Bu jangan gitu dong, gak baik Bu" ucap Al yg merasa sakit juga ketika suaminya di hina .


"Oh gini kamu lebih memilih kekasih mu dari pada ibu mu sendiri? " tanya ibu Al dg tegas .


"Gak gitu juga Bu, aku tidak bisa memilih salah satunya aku sayang sama ibu dan mas Ares , aku gatau kedepannya gimana kalau enggak ada kalian " ucap Al dg menahan tangis sekuat tenaga .


"Ibu mau kamu memilih salah satu Al "


"Ibu jangan gini dong, aku sangat sayang sama ibu, maaf jika aku mendapatkan uang itu dg cara salah" ucap Al dg wajah yg menunduk

__ADS_1


Bersambung. . .


__ADS_2