
Mata mereka saling bertemu dan memandang satu sama lain, Al yg menyadari itu langsung mengalihkan pandangan nya, karena akan membuat nya sangat gugup.
"Anda ti.. Tidak perlu khawatir pak Ares , saya tidak akan berani menipu anda" ucap Al di sertai rasa gugup nya.
Tanpa aba aba Ares kembali merengkuh pinggang Al
Cup!!! langsung menempelkan bibirnya ke bibir Al langsung mengecup dan ******* membuat tubuh Al menegang menerima rangsangan dari Ares .
Mata Al terbelalak terkejut akan kejadian yg di alami saat ini, otak nya menolak tapi tubuhnya menerima, hal ini merupakan first Kiss bagi Al bahkan pria tersebut merenggut nya tanpa permisi. bahkan saat menjalin asmara dg Daniel Al tak pernah melakukan walaupun hanya sekedar ciuman , karena dia sangat menjaganya.
Al terbawa arus suasana membuat nya menjadi menikmati, saat merasa habis kehilangan oksigen Al segera mendorong tubuh Ares agar segera menjauh.
"Pak Ares " ucap Al yg ingin protes akan perlakuan Ares kepadanya.
" hmm ada apa? Bukankah itu hakku? Aku sudah membayar mu Al ,tapi kau belum menjalankan tugasmu" sontak membuat Al tercengang dan sadar dia tidak bisa memprotes.
Al hanya terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun.
__ADS_1
"Aku akan menunggu mu Al , aku akan menyiapkan semua berkas persyaratan untuk kita menikah, kamu hanya terima jadi" ucap Ares .
"Baiklah pak Ares , kalau begitu saya permisi, karena saya akan membayar operasi ibu saya" ucap al
"Pergilaaah, selesaikan urusanmu, jika uang itu masih kurang segera hubungi aku" ucap Ares
"Baik pak saya permisi" ucap Al lagi dan kemudian pergi meninggalkan ruangan Ares.
Sementara Ares melihat kepergian Al tersenyum smirk.
Dengan terburu buru Al segera menuju ke rumah sakit , dia memasuki mobil taxi .
Tak berapa lama Al sampai dan langsung berlari ke ruang administrasi untuk melakukan transaksi pembayaran operasi sang ibu.
Al menyenderkan tubuhnya di kursi ruang tunggu depan ruang administrasi. Ia merasa lega akhirnya mendapatkan uang untuk membayar operasi ibu nya, akan tetapi ia merasa gusar karena keputusan yg ia ambil, karena ini bukan akhir tapi ini masih awal masalah nya, dia membayangkan akan menikah dg sang CEO dan menjadi penghangat ranjang nya. Al masih tak percaya akan yg ia lakukan , ia melakukan hal serendah itu , bahkan hanya demi uang. padahal perilaku tersebut adalah hal yg paling di hindari, tetapi ia akan menyerah kan pada sang atasannya dg status nikah sirinya . Namun apa boleh buat, demi cintanya kepada sang ibu yg membuat Al mengambil jalan pintas tersebut.
Tanpa Al sadari dia melamun kelamaan sampai petugas administrasi sudah memanggil nya beberapa kali tanpa ada sahutan dari Al.
__ADS_1
"Permisi nona Al"
"Hallo" tanpa ada sahutan
Al terperanjat karena peristiwa tersebut membuat nya kikuk.
"Maaf ya MB" ucap Al dg cengengesan.
"ini silahkan tanda tangan disini disini dan disini" ucap pertugas administrasi.
"baik MB" tak lama Al langsung menandatangani surat tersebut.
setelah selesai ia langsung menuju kekantin, ia yakin sang adik belum makan malam, Al langsung membungkuskan makanan untuk sang adik. Setelah selesai ia langsung menuju ke ruang sang ibu di rawat .
"Alan ini makan lah kamu pasti lapar" ucap Al dg menyodorkan nasi bungkus nya .
"Terimakasih kak, apa kakak sudah makan?" tanya alan.
__ADS_1
"Sudah " ucap Al berbohong
Bersambung. .