KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 70


__ADS_3

Al menangis pilu di pelukan Ares . Al tidak sanggup melihat keadaan ayahnya yg tergeletak di lantai dg mengeluarkan banyak busa di mulutnya .


"Sayang kamu tenang yaa" ucap Ares menenangkan Al " kamu duduk dulu, aku periksa nadi ayah kamu dulu"


Ares langsung mendekat dan memeriksa nadi ayah Al .


"Al ayah masih hidup, kamu yg kuat kita harus segera bawa ke rumah sakit dulu" ucap Ares .


Al yg mendengar itu segera membantu Ares membawa ayahnya masuk ke mobil. Ares membawa ayah Al ke rumah sakit terdekat. Tak berapa lama mereka sampai, Al langsung berlari masuk ke rumah sakit mengambil kursi roda .


"Tolooong suster tolong ayah saya" ucap Al dg wajah paniknya .


"iya nona silahkan tunggu di luar yaa" ucap suster.


"Sayang kamu harus tenang" ucap Ares .


Al hanya diam saja tapi air mata nya terus mengalir.

__ADS_1


"Mass" Al memanggil Ares . Ares segera menoleh ke arah Al .


"Iya ada apa ? " tanya Ares dg lembut.


"Aku bingung dg perasaan ku sendiri, aku sakit hati saat ayah memperlakukan ku seenaknya saja, aku banting tulang dari kecil agar keluarga ku bisa makan dan aku Alan bisa sekolah. Aku Alan besar tanpa tau kasih sayang dari seorang ayah, ayah datang hanya minta uang uang dan uang tanpa ia melihat gimana kondisi keluarga nya bisa makan atau enggak, dulu aku bisa makan nasi dg garam aja sudah bersyukur sekali, mulai kecil aku sangat benci dg ayah, tapi ketika melihat ayah keadaan seperti ini kenapa aku harus ikut sakit, aku menangis ingin dia masih hidup , seharusnya aku biarkan saja dia dan tidak ada lagi yg mengganggu keluarga ku, tapi kenapa aku tak bisa, melihatnya terbaring lemah juga membuat ku sakit, kenapa dg perasaanku mas " racau Al ia merasa frustasi melihat sang ayah dg kondisi mengenaskan .


Belum sempat Ares menjawab pintu terbuka, dokter yg menangani ayah Al keluar.


"Permisi dg keluarga pasien?"


"Saya anaknya dok, gimana keadaan ayah saya?"


"Selamat kan ayah saya dok" ucap Al dg berlinang air mata .


"Baik saya akan usahakan semaksimal mungkin, anda perbanyak berdoa , kalau begitu saya permisi dulu " ucap dokter.


"Terimakasih dok" ucap Ares .

__ADS_1


Ares sedari tadi masuk rumah sakit tidak melepaskan pelukan dari Al, ia harus menguatkan nya, Ares juga sudah menghubungi Alan , mungkin tidak lama Alan akan sampai.


"Kamu harus kuat sayaang, kamu kan wanita kuat" ucap Ares menyemangati Al .Ares mengetahui kisah Al yg kelam berjanji akan berusaha membahagiakan nya.


Al bersandar di dada Ares, hanya Ares semangat nya .


Ares merasa Al sudah sedikit tenang isakan tangis nya tidak sepilu tadi, ia menunduk melihat wajah Al yg sembab, ia menyikap rambut Al dg sangat pelan. Ares melihat Al tertidur di dadanya mungkin karena kecapean menangis sedari tadi, denguran halus masih di sertai isakan sangat kecil.


Cup


Ares mengecup puncak kepala Al, dan mengubah posisi Al agar nyaman . tak lama Ares melihat Alan berjalan ke arahnya ia segera meletakkan telunjuk nya di bibirnya mengisyaratkan agar Alan tidak gaduh, ia takut membuat Al terbangun. Alan yg mengerti segera mengangguk. Ia segera duduk di samping Ares .


"Gimana bang keadaan ayah?" tanya Alan dg pelan.


"Ayah kritis" jawab Ares .


"Bagaimana kakak bisa menemukan ayah dg kondisi seperti itu"

__ADS_1


"Untuk itu kakak tidak tau, tadi aku mengikuti Al dan ternyata mengarah kesana , nanti kamu tanyakan saja sendiri, tapi kakak mohon satu persatu saja, kasian kakakmu ia menangis sedari tadi" Ares menjelaskan panjang lebar agar adik iparnya mengerti, dan Alan hanya mengangguk saja.


Bersambung. .


__ADS_2