
"Siap pak" Ucap Al , setelah mendapat jawaban Ares langsung masuk keruangan nya dg perasaan dongkol, ia kesal dan gak biasanya Al bersikap seperti itu kepada ares.
Tok tok tok
"Masuk" ucap nya seraya duduk di kursi kebesaran nya, tanpa melepas kacamatanya.
"Ini pak jadwal bapak hari ini" ucap Al sambil menahan tawanya.
"Taruh saja di situ nanti akan saya lihat sendiri" ucap Ares tanpa melihat lawan nya bicara . Ares memicingkan mata.
"Kenapa masih berdiri disitu?" ucap Ares sedikit ketus.
"Saya ingin memberikan bekal ini saja kepada bapak, saya yakin bapak melum makan" ucap Al dg tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi " ucap Al seraya menjauh dari meja, tetapi belum sampai dua langkah tangan nya sudah di cekal oleh Ares .
"Kamu ngerjai aku hmm?" tanya nya dg serius.
"Apa maksut bapak?" tanya Al berpura pura .
"Kamu mau saya hukum? Terus saja mengerjai suami kamu mau dosa ?" tanya Al sambil menggelitik pinggang Al yg membuat Al terkikik.
"Cukup mas ampuun maaf aku sudah jail, stop" ucap Al gak kuat
Ares menyudahi aksinya menggelitik Al .
__ADS_1
"Kenapa kamu jail? Kamu tau gak aku gak bisa tidur semalaman mikirin kamu" ucap Ares dg wajah di tekuk.
"Kenapa mikirin aku mas ? Aku kan gak nyuruh mas untuk mikirin" ucap Al dg menahan senyum nya, ia senang melihat Ares kesal karena menurut nya itu sangat lucu.
"Kamu berani sekarang sama suami?" tanya Ares gak percaya dg jawab an Al .
"Maaf maaf , maaf ya sayaaang" ucap Al dg tersenyum.
Deg!
Hanya panggilan sayang saja membuat jantung Ares berdetak hebat, ia bisa jatuh cinta sejatuh jatuh nya dg Al walau hanya sederhana.
"Coba ulangi lagi, tadi kamu panggil aku apa ?" ucap Ares gemas dg istri nya .
"Bukan itu, tadi kamu panggil aku sayang kan coba ulangi sekali lagi"
"Gamau, gamau aku mengulang ngulang" ucap Al yg malu.
"Ayolaaah"
"Sayaaang, puas?" tanya Al dg menutup wajahnya karena memerah.
"Jangan ditutup wajah cantiknya " ucap Ares seraya memeluk Al, ia gemas dg tingkah istri nya "Makasih ya bekalnya, temani aku makan ya" lanjutnya .
Al hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia segera duduk di dekat Ares dan melihat dia makan.
__ADS_1
"Itu ibu yg bikin, spesial untukmu"
uhuuk! Ucapan Al membuat Ares tersedak. Ia belum mengetahui tentang ibunya Al, ia juga belum berani bertanya takut membuat Al sedih .
"Minum mas, pelan pelan kalau makan, aku tidak minta " ucap nya seraya memberi kan minum kepada Ares .
"Maksut kamu apa Al ? Ibu sudah setuju?" tanya Ares tidak percaya .
"Maaf mas aku lupa, ia ibu sudah menyetujui kita menikah secara agama"
"Coba cerita kan" ucap Ares .
Al menceritakan dari awal sampai akhir tidak ada yg di tambah atau di kurang, ia merasa beruntung ada Alan yg bisa meluluhkan hati sang ibu.
"Syukur lah kalau gitu, aku ikut senang dengernya , kalau gitu nanti aku antar kamu pulang dan bertemu ibu" ucap Ares dg semangat.
"Gausah mas, aku ada urusan sebentar nanti, kamu bisa ke rumah ku malam nya saja" ucap Al merasa tak enak, Ares yg mendapat jawaban itu mengerut kan kening nya, tumben Al ada urusan diam saja tidak bilang Ares .
"Kemana ?" tanya Ares sedikit khawatir.
"emm pergi dg Riska , iya pergi dg Riska " ucap Al memastikan Ares percaya, ia tidak mau merepotkan Ares terus menerus.
"Hati hati , kalau ada apa apa langsung hubungi aku" ucap Ares sambil mengusap kepala Al, ia merasa aneh dg tingkah Al .
Bersambung. .
__ADS_1