KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 83


__ADS_3

   " Tidak , ayah masih belum punya nyali untuk ke sana, ayah pantau saja dari jauh"


  "Hmm baiklah, terimakasih untuk semuanya, aku ke ruangan kak Al dulu" ucap Alan dg sopan dan mendapat anggukan dari ayah nya, ia segera menjauh dari ruangan itu.


  Disisi lain orang suruhan Ara datang ke apartemen nya .


"Ada informasi apa?" tanya Ara langsung to the point.


"Maaf nona saya ingin mengabarkan jika nona Al masih selamat "


"Apa!!" pekik Ara .


"Maaf nona , nona sudah mendapatkan pendonor ginjal, awal nya di nyatakan meninggal tetapi jarak kurang lebih 7 menit setelah dokter keluar tiba-tiba jantung nya berdenyut lagi, ia dinyatakan masih hidup dan sekarang sedang masa pemulihan " ucap nya dg hati hati.


"Tidak mungkin ini tidak mungkin, sudah mati kenapa bisa bangun lagi, kamu bercanda yaa? Mungkin kamu salah informasi, jangan Ngada ngada, mati ya mati "


"Tidak nona saya bicara jujur dan ini kenyataan nya"

__ADS_1


"Gak.. Gak mungkin aaarrrrghhhhh "


Prang!!


Ara frustasi menghancurkan benda benda di sekitar nya.


"Nona tenang nona" ucap nya mencoba menenangkan Ara.


"Pergiiiiiiiii, pergiiiiii dari sini arrgghh " teriak Ara . Ia sudah kesal rencana nya selalu gagal.


Orang suruhan Ara segera keluar dan pergi dari apartemen Ara, mereka tidak tau jika sedari tadi di intai Sepasang mata melalui cctv yg diam diam di retas. Orang kepercayaan Ares tak lupa menyimpan file cuplikan video tersebut. Dan segera mengirim kepada Ares.


Ares yg berada di rumah sakit mendengar ponselnya berbunyi, ia segera melihat pesan yg dikirim dari orang kepercayaan nya.


   Ares melihat video tersebut, ia merasa marah ,tangan nya mengepal, rahang nya mengeras, matanya memerah menahan amarah, ia merasa tidak percaya , tapi ini kenyataan nya, wanita yg selalu di beri kasih sayang selayaknya adik tetapi menyalah gunakan, dan merusak kebahagiaan, menyakiti wanita yg di cintai.


 Ares segera keluar dari ruangan Al ia segera menemui sang papa yang berada di luar ruangan Al .

__ADS_1


"Lihatlah pa kelakuan nya, anak yg papa bangga banggakan, ia menusuk di belakang" sarkas Ares secara langsung.


Sang papa langsung menerima ponsel yg Ares ulurkan, ia memutar video bukti bukti yg Ares kumpulkan.


Betapa tercengang nya, ia tidak menyangka selama ini kasih sayang antara Ares dan Ara sama , bahkan lebih besar kepada Ara , karena orang tua Ara selalu di luar negeri dan jarang di Indonesia, Ara di Indonesia hanya dg para pelayan , tapi ternyata begini balasnya.


" Maaf pa aku gak bisa tahan lagi" ucap Ares .


"Apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan bawa kejalur hukum, ini kasus pembu****n secara berencana, nyawa Al taruhannya, aku hampir kehilangan nya pa, jika itu terjadi kepada orang yg papa cintai apa papa bakal diam saja" pekik Ares.


"Jangan bawa dia ke jalur hukum"


"Jika tidak boleh ke jalur hukum jangan salahkan Ares jika berlaku kasar kepadanya" ucap Ares segera pergi dari sana dan kembali keruang an Al, ia mendekat ke arah ibu nya Al .


"Bu aku titip Al sebentar, ada urusan mendadak, dan ini tidak bisa di wakilkan" bohong Ares .

__ADS_1


"Iya gapapa nak nanti kalau Al sadar biar Alan kabari kamu" ucap sang ibu dg tersenyum lembut. Dan Ares menjawab dg anggukan ia segera keluar dari sana, ia sekuat tenaga menahan amarah.


__ADS_2