KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 42


__ADS_3

  "Ampun pak, jangan hukum saya" ucap pelaku.


" kenapa harus takut? Kamu melakukan perbuatan berarti sudah tau konsekuensinya "


"Ada apa bos?" ucap orang kepercayaan Ares.


"Seret baj!ng4n ini ke markas, jangan bawa ke pihak kepolisian dulu, aku ingin bersenang-senang " ucap Ares dg senyum smirk nya , melihat senyum Ares sangat menakutkan.


"Siap bos" mereka langsung keluar dg aman walaupun ada di rumah sakit tanpa seseorang menaruh curiga sedikitpun.


Disisi lain Ara tertawa lepas.


 "Beruntung sekali aku, tanpa harus mengotori tangan ku dan tidak mengeluarkan uang tetapi wanita itu sudah terkapar di rumah sakit, itulah akibatnya bermain main dg ku"


"Sayang nya dia masih selamat, sebentar lagi akan ku kirim kau ke keneraka" ucap Ara dg gelak tawanya.


 Ia merasa senang mendengar berita itu, ia langsung ke club malam dan bermabuk mabukan, tanpa ia sadari ada singa lapar yg melihat nya. Lelaki tersebut mendekati Ara .


"Hei cantik"


"Sendiri aja?" tanya pria tersebut.


"Apa kau tak melihat" ucap Ara dg judes.


"jangan galak galak ,nanti cantiknya hilang" ucap pria tersebut seraya mentoel dagu Ara, pria tersebut yg tak lain Daniel.


"Kamu lumayan ganteng juga" ucap Ara .


"Maukah aku temani?"

__ADS_1


"Hmm silahkan not bad lah"


"Tolong ambilkan lagi" ucap Ara .


"Kamu sudah mabuk" ucap Daniel


"Aku belum mabuk" ucap Ara, Daniel yg mengambil kan sesuai yg di minta Ara, tanpa sepengetahuan nya ia memasukkan obat, Daniel tersenyum smirk karena Ara meminumnya hingga tandas.


Ara merasa tubuhnya tidak enak, langsung beranjak menjauh dari meja tersebut, ia ingin pulang, tetapi Daniel mengikuti nya


"Mangsa sudah dalam perangkap" gumam Daniel.


"Mau kemana kamu cantik?" tanya Daniel.


"Bukan urusan mu"


"Melihat mobilnya saja sudah kelihatan orang kaya" ucap Daniel dalam hati.


"Silahkan masuk"


Ara duduk di samping Daniel. Daniel mulai menjalan kan mobil Ara.


"Panas panas " gumam Ara yg di dengar Daniel.


"Sabar sayang "ucap Daniel dg tersenyum.


"Jangan harap kamu bisa lepas dariku sayang" gumam Daniel.


Daniel membelokkan mobil Ara ke sebuah hotel bintang 5, sampai di kamar Ara yg sudah kepanasan berlari ke kamar mandi menyalakan shower mengguyur tubuhnya.

__ADS_1


"Tolong akuuu ini panas , panas " racau Ara .


Daniel masuk ke dalam kamar mandi hanya menggunakan bathrobe. hanya dg sentuhan kecil membuat Ara seperti cacing kepanasan.


Daniel dan Ara melewati malam yg panjang.


"Ternyata dia sudah jebol sebelum aku" ucap Daniel setelah selesai dg apa yg ia lakukan.


"Tapi gpp aku suka, aku akan memanfaatkan nya untuk kesenangan ku" ucap Daniel .


Mentari di pagi hari menyapa, Ara terbangun terlebih dahulu, ia merasa ada benda berat di atas perutnya, ia terkejut ketika mendapati tangan seorang laki laki.


Ara mencoba mengingat ingat apa yg ia lakukan tadi malam, tetapi ia belum bisa mengingatnya. Ara segera menyingkir kan tangan tersebut dan beranjak menuju toilet.


"Aakh apa yg aku lakukan" ucap Ara , ia merasa kesal dg dirinya sendiri.


Saat Ara keluar mendapati Daniel sudah bangun .


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ara dg marah.


"Kenapa aku? Kamu yg lebih dulu menggoda ku" ucap Daniel dg tersenyum.


"Tidak mungkin"


"Apa kamu mau lagi?" tanya Daniel


"Kamu jangan gila" ucap Ara dg kesal .


Bersambung . ..

__ADS_1


__ADS_2