KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 64


__ADS_3

  "Bu tenangin dulu ya jangan marah marah lagi, nanti ibu malah sakit"


 "Pokok ibu mau kamu tinggalin Ares , pria jahat bertopeng malaikat " ucap ibu Al sangat pedas bukan .


Alan geram melihat itu semua , setelah kak Ares pergi ia akan membicarakan itu semua dg sang ibu.


"Bu aku sudah menjelaskan semuanya sama ibu, aku mengambil keputusan itu agar ibu bisa menjalani operasi , agar aku tidak kehilangan ibu, aku gak sanggup jika harus kehilangan ibu" ucap Al dg derai air mata yg lolos begitu saja .


"Ibu sudah bilang, ibu pilih mati saja jika harus memakai uang dari nya, ibu gak Sudi"


"Bu mas Ares sudah baik dg kita, dia mencintai Al, al juga mencintai mas Ares, Al yakin mas Ares akan membahagiakan Al "


"Jadi kamu memilih Ares dari pada ibu"


Rasanya lidah Al sudah kelu, ia sudah merasa capek karena sudah beberapa kali menjelaskan, Ares saja sudah di bantah terus, ia merasa frustasi dg apa yg ia hadapi.

__ADS_1


"Mas lebih baik kamu pulang dulu saja, aku gamau nanti menambah suasana menjadi keruh" ucap Al dg derai air mata .


"Mas pulang tapi kamu harus istirahat jangan nangis terus" ucap Ares seraya mengusap air mata yg luruh di pipi Al.


"Mas yakin ibu akan luluh, hanya butuh waktu saja" lanjutnya . Al yg hanya mendengar dan mengangguk saja , ia merasa bingung apa yg akan dilakukan, ibu nya keras kepala dia juga sama .


Alan berada di kamar, ia mendengar suara mobil Ares menjauh dari pekarangan rumah nya ia segera keluar dari kamar .


"Kak segera bersih bersih, nanti kita makan, aku sudah pesan makanan di go maem" ucap Alan yg mencoba menghibur kakaknya , ia tidak tega dg sang kakak, kakak yg selalu mengorbankan ke bahagian nya demi keluarga nya .


Kakak yg membanting tulang setiap hari demi sesuap nasi untuk adiknya dan ibunya , membanting tulang untuk membiayai sekolah nya, Alan sangat menyangi Al , sampai kapan pun jasa kakaknya tidak akan bisa terbalaskan .


Setelah selesai membersihkan diri, la mengeringkan rambutnya dan selesai ia segera keluar menuju meja makan, saat sampai sudah ada Alan dan sang ibu.


" Duduk kak, adik tau kakak lapar" ucap Alan dg lembut, ia tidak mau melukai hati kakaknya lagi .

__ADS_1


Al segera duduk.


"Ayo makan" ucap Alan Al dan sang ibu hanya mengangguk, Alan sebenarnya benci berada di situasi seperti ini.


Setelah selesai ia meminta sang ibu dan kakak untuk duduk di ruang Tv.


"Ada apa ? Ibu ngantuk cepat katakan" ketus sang ibu .


"Bu ibu kenapasih kog berubah gini? Ibu alan dan kak Al itu selalu lembut dg anak nya tak bicara pedas seperti tadi "


"Ibu kalian itu sudah mati!" ucapnya sedikit berteriak


"Bu sadar bu, ibu sudah keterlaluan " ucap Alan mencoba menjadi penengah , Al hanya diam dg menangis, ia tidak tau harus berbuat apa lagi .


"Bu apa ibu gak kasihan dg Kak Al ? Apa ibu lupa setiap hari kak Al membanting tulang hanya untuk makan kita berdua , kak Al membanting tulang dari waktu Sekolah menengah pertama ia rela tidak bermain atau jalan jalan seperti teman lainnya , ia kerja part time untuk menghidupi kita Bu, membiayai sekolah ku dan sekolah kak Al , kak Al harus berkerja ketika pulang sekolah, berapa banyak keringat yg kak Al keluarkan untuk kita , kak Al sangat menyayangi ibu sampai ia bekerja di kantor dan gaji nya untuk hidup kita , apa pernah Kak Al berfoya foya seperti teman nya yg sudah bekerja , Kaka Al juga berat Bu memilih jalan ini, tapi demi ibu ia rela menukar apapun asal ibu bisa hidup, walaupun nyawa aku yakin Kaka Al akan menukarnya" ucap Alan panjang lembar, ibu Al hanya diam mendengar anak nya berbicara.

__ADS_1


"Bu aku sebagai laki laki sendiri di rumah ini juga meras kecewa dg apa yg terjadi, aku merasa tidak pecus untuk melindungi kalian berdua , tapi nasi sudah menjadi bubur bu, kak Ares pun juga mau menikah i kak Al secara agama dan negara, aku yakin kak Al akan bahagia, Bu aku mohon izinkan kak Al menjemput jalan bahagia nya bersama kak Ares, kak Al sudah terlalu banyak kesedihan, aku ingin kak Al bahagia , jangan di persulit Bu, jangan hanya karena satu kesalahan melupakan seribu kebaikan" mendengar ucapan Alan ibunya berfikir apakah apa yg ia lakukan sudah benar apa belum.


Bersambung. . .


__ADS_2