
Ares semakin kacau karena mendengar penjelasan dokter.
ia hanya diam dg tatapan kosong dan air mata yg terus mengalir hingga mata nya bengkak.
"Al jangan tinggalkan aku, aku baru saja merasa kan kehangatan sebuah keluarga dari kamu, aku gak sanggup apa yg aku lakukan selanjutnya jika tanpa kamu, jika kamu meninggal kan aku, aku akan menyusul mu saja , aku gamau kamu tinggal sendiri disini, lihatlah persiapan kita menikah sudah 80% , apa kamu tega meninggalkan ku begitu saja, ma jangan ajak calon ku untuk bersama mama, apa mama tidak kasihan aku disini sendiri, mama meninggal kan aku haruskan calonku juga meninggal kan aku juga, ajak dia kembali ma aku mohon" ucap pilu Ares dalam hati .
*
*
Di ruangan berbeda pria paruh baya baru tersadar dari koma nya . Ia menatap sekeliling nya merasa asing akan tempat ini. Ia melihat tangan nya terpasang infus,dan beberapa alat terpasang di tubuh nya .tak berapa lama pintu terbuka terlihat beberapa suster dan satu dokter masuk keruangan tersebut .
"Bapak sudah siuman"
"Saya sedang di rumah sakit?" tanya pria itu memastikan.
"Iya bapak di rumah sakit, hampir 2 bulan koma" ucap dokter membuat pria tersebut tercengang, ia hanya merasa tertidur sebentar, ternyata ia cukup lama tertidur.
__ADS_1
"Apa yg bapak rasakan sekarang?" tanya dokter memastikan.
"saya hanya merasa pusing dok, dan rasa lemas badanku semua untuk di gerakkan "
"Hmm bapak baru siuman wajar jika merasakan seperti itu, bapak harus banyak istirahat dulu"
"Dok boleh kah saya bertanya?"
"Silahkan pak, jika saya bisa jawab akan saya jawab" ucap dokter dg tersenyum.
"Siapa yg bawa saya kesini dok?"
"Putri saya? Kenapa jarang kesini?"
"Iya putri bapak dia cantik, dia paling terpuruk melihat kondisi bapak seperti ini"
Deg!
__ADS_1
"Hmm kenapa saya bicara seperti itu karena putri bapak sekarang juga sakit, dia koma dan penyakit nya cukup parah"
Deg!
"Dokter jangan bohong " ucap sang ayah merasa tak percaya akan apa yg terjadi dg anak nya . Terbesit rasa bersalah juga dg apa yg dilakukan selama ini kepada anaknya .
"Tidak pak, sudah 4 hari pasien di rawat di rumah sakit yg sama dg bapak"
"Anak saya sakit apa dok?" ayah Al bertanya, ya sedari tadi pria paruh baya adalah ayah Al yg selama ini juga koma di rumah sakit .
"anak anda sakit gagal ginjal, dan sedang mencari pendonor ginjal yg pas untuknya, sampai sejauh ini belum di temukan" ucapan dokter membuat ayah Al hanya terdiam bahkan sampai dokter keluar ia tetap diam. Rasa bersalah semakin menjadi jadi.
ayah Al menangis pilu, ia merasa sangat bersalah selama Al kecil ia tidak pernah memberi kasih sayang , ia mengingat beberapa cuil kenangan masa lalu dg susah payah Al mencari uang untuk sesuap nasi sedangkan dia bekerja dan setelah itu bergelut dg dunia malam nya .
"Maafkan ayah naak maafkan ayah" ucap ayah Al dg tangis pilu nya .
"Ayah seharusnya selalu bersama mu tapi ayah selalu menyia nyiakan kamu" ucapnya dg derai air mata .
__ADS_1
Bersambung. .