KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 47


__ADS_3

  " Katanya tidur, kog gak tidur tidur"


 "Gabisa tidur, masih kepikiran, takutnya nanti aku kamu buang"


 "Kog mikir gitu lagi sih, gemes aku jadinya"


 "Soalnya aku masih ragu sama kamu"


 " Ragu karena apa?"


 "Ya Ragu aja tiba tiba baik sama aku dan bilang sayang padahal kan hubungan kita tidak membaik"


"Gimana ya, aku bingung juga cerita nya, pokok sekarang jadi gini dan ingin selalu membahagiakan mu"


"Aku gak semudah itu untuk mempercayai perkataan orang, kadang cuma bulshit"


"Iya gausah percaya, nanti aku akan membuktikan nya dg mu secara perlahan "


"Oke, terus untuk kontrak kita gimana?"


" Surat kontrak sudah aku bakar"


" Kog kamu gak bilang"

__ADS_1


"Aku bingung harus memulai dari mana untuk memulai hubungan dgmu, Awalnya aku menolak mentah mentah perasaan yg selalu datang , semakin aku menolak tidak semakin mengecil tapi malah membesar, akhirnya aku memutuskan untuk memilih bersama mu" ucap ares


" Ya maaf jika aku selalu memtuskan apa apa sendiri " imbuh Ares


"Hmm akupun juga sama, aku selalu menolak jika aku merasa nyaman atau apakah jika selalu mendapatkan perhatian dari mu, aku takut mempunyai perasaan dg mu dan setelah kontrak kita habis kamu bisa hidup bahagia dg wanita lain, betapa hancurnya hatiku jika aku menerima cinta yg tiba tiba datang "


" Hmm aku mengerti, apakah kamu mau memulai awal hidup baru dg membuka lembaran baru?" tanya Ares.


"Hmm apakah aku mempunyai alasan untuk menolak?" tanya Al .


"Tidak karena aku terlalu sempurna " ucap Ares dg terkekeh. Al awalnya ingin romantis merasa kesal mendengar jawaban Ares .


"Kita bentar lagi sampai"


Ares menepikan mobilnya dan memberhentikan nya.


"Lihatlah kesana" ucap Ares dan membuat Al langsung menoleh kearah yg di tuju Al.


"Waah ini bener bener bagus banget" ucap Al yg melihat pemandangan dari atas bukit yg menapakkan beberapa gunung dan bagian bawah terlihat pantai yg airnya sangat jernih dan bewarna biru, Pasih nya pun bersih, Al sangat takjub akan keindahan alam itu.


"Iya ini emang bagus dan jarang di kunjungi orang, aku suka kesini kalau bener bener lagi ingin nenangin fikiran" ucap Ares .


"Kog bisa tau tempat ini?"

__ADS_1


"Dulu aku pernah camping bersama teman teman ku waktu kampus, dan yg di tuju adalah pantai itu, dan akhirnya menjadi tempat favorit ku" ucap Ares


"Oh begitu pantesan, hmm kita sama dong pecinta alam"


"Hmm emang iya "


"Dulu aku punya cita cita ingin memiliki rumah di dekat perkebunan teh, itu pasti akan sangat indah, karena jauh dari keramaian kota membuat hati tenang bersama keluarga tercinta, tetapi mungkin itu takkan terwujud"


"Kenapa kog bilang gitu?"


"Ya karena aku harus bekerja, dan pekerjaan ku di kota, aku butuh uang untuk membiayai sekolah adikku hingga meraih cita cita nya, dan untuk makan sehari hari"


"Siapa tahu nanti aku bisa mewujudkan nya"


"Bicara apasih kita kog makin nglantur" ucap Al mengalihkan topik.


Ares dan Al memandang i kecantikan alam yg di hadapan nya, membuat mereka larut dalam fikiran masing masing tanpa ada percakapan lagi.


Alam yg damai membuat mereka bisa menangkan fikiran, Al yg awalnya suntuk sekarang bisa ceria dan bersemangat lagi.


"Oh ya apakah kamu sudah menemukan dalang di balik kecelakaan ku?" tanya Al


Bersambung . ..

__ADS_1


__ADS_2