KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 37


__ADS_3

  Saat sampai Ares langsung berlari masuk ke rumah sakit.


[Pak maaf saya lupa ngasih tau kalau Al berada di ruang operasi] salah satu pesan dari manager, tanpa berpikir panjang Ares langsung menuju ke ruang operasi,ia melihat ada sahabat dari istri nya yaitu Riska .


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Ares dg tatapan kosong. Ia takut kehilangan Al ia merasa Al sangat berharga di hidupnya.


"Maaf pak . . Tadi setelah makan" ucap Riska sambil terisak ia tidak sanggup berbicara ia merasa masih shock.


"Cepat bicaraa!" bentak Ares yg tidak bisa mengendalikan emosinya .


"Sa. . Saya berada di belakang jarak kita lumayan, Al merasa kesal dg saya tadi, di . . Dia mau menyeberang duluan tapi entah seperti ada yg sengaja mendorong nya hingga tertabrak mobil, dan" Riska merasa lidah nya kelu, membayangkan kejadian yg tragis di depan matanya , apalagi menimpa sahabat nya sendiri.


"Dan Al terpental cukup jauh pak" tanpa Ares sadari ia meneteskan air mata saat mendengar kan penjelasan Riska .


"Halo segera cek cctv di depan kantor dan di depan restoran" ucap Ares menyuruh anak buah nya .

__ADS_1


ia merutuki dirinya sendiri tidak bisa menjaga istrinya . Ia merasa bersalah .


Disisi lain Riska merasa bingung karena atasannya sangat khawatir kepada sahabat nya, ia mencoba tidak berburuk sangka sekedar antara atasan dan bawahan tapi melihat Ares terus merasa bersalah tidak bisa menjaga Al , Riska perfikir dua kali, hubungan mereka lebih dari sekedar atasan dan bawahan. Tetapi Riska tidak berani bertanya langsung, ada hal penting yg lain yaitu Al .


Ares terus melihat ruangan operasi Al , ia melihat Al sedang berjuang antara hidup dan mati.


"Kenapa lama sekali operasinya" ucap Ares yg terus melihat ruang operasi belum terbuka atau tanda sudah selesai operasi belum terlihat.


"Sabar pak, tadi saya sudah hubungi Alan mungkin sedang perjalanan ke sini" ucap Riska dan hanya di angguki oleh Ares .


Riska berjalan menjauh dari Ares ia menuju ke kantin, untuk membeli minum ia melihat atasannya sangat gelisah .


saat hendak membuka tutup botol minum seorang perawat keluar.


"Gimana sus keadaan teman saya ?" tanya Riska

__ADS_1


"Maaf kamu butuh golongan darah A+ tadi tinggal 1 kantong dan sudah di transfusi sekarang masih kurang, pasien masih kritis dan kehilangan banyak darah"


"Ambil darah saya dok darah saya A+ " ucap Riska .


"Baik ayo ikut saya , tapi terlebih dahulu kita ikuti prosedur nya" ucap suster


Ares tidak bisa berkata kata, ia merasa badan nya tidak bertulang, lk lututnya jatuh ke lantai, ia membayangkan saat saat masih bersama Al , ia menyadari bahwa perasaan bukan sekedar atasan dan bawahan tetapi suami dan istri walaupun siri, ia merasa perasaan nya lebih kepada Al, ya ia baru tau kalau ia sayang dg Al .


"Nak Ares gimana keadaan Al" ucap ibu Al yg baru sampai dg Alan .


"Kak, gimana keadaan kakakuuu " ucap Alan yg histeris.


"Al masih di operasi dan kata suster tadi masih kritis, ia kehilangan banyak darah, dan Riska mendonorkan darahnya" ucap Ares yang di iringi Isak tangis.


ibu Al tidak sanggup mendengar keadaan putri sulung nya. Ia menangis tersedu sedu di pelukan Alan . Ia merasa bersalah dari kecil Al belum merasa enak dia selalu sengsara hingga merenggut masa kecilnya untuk membantu kebutuhan hidup sehari hari .

__ADS_1


"Duduk dulu Bu, kita berdoa ya semoga kakak baik baik saja" ucap Alan yg mencoba menenangkan ibu nya, walaupun ia juga merasa sangat khawatir, bagaimana pun sang kakak sangat berjasa terhadap Alan, ia yg memberi uang saku setiap hari dan membiayai sekolah Alan .


Bersambung. . .


__ADS_2