
Tidak ada yg melihat kejadian ini, karena Al saat mengetahui ayahnya yg datang langsung menyeret tangan ayahnya di tempat yg sepi agar tidak ada mata melihat.
Ares yg sudah selesai pekerjaan nya segera turun karena ia tidak mau Al menunggu lama, saat sampai di lobby Ares mengedarkan pandangan nya karena merasa sosok yg di cari tidak ada.
"Kemana dia " gumam nya .
Ares berjalan menghampiri karyawan nya yg masih di lobby.
"Apa kau melihat aliesha sekertaris ku?" tanya Al dg wajah datar .
Semua karyawan melihat siapa yg bertanya merasa terkejut dan gugup, mereka langsung membungkukkan badan.
"Maaf pak Bu aliesha tadi keluar terlebih dahulu karena ada yg mencari nya " jawab salah satua karyawan .
Tanpa bicara sepatah katapun Ares langsung meninggal lobby dan berjalan keluar gedung kantor nya .
Sampai di depan Ares mengedarkan pandangan lagi ia tidak melihat Al.
Apa dia bersembunyi dari ku?
Apa dia menghianatiku.
Ares terus menebak nebak . Saat ia berhenti di depan mobilnya Ares sayup sayup mendengarkan berdebatan. Ares berjalan mendekat tanpa Al dan ayahnya sadari, Ares mendengar semua unek-unek yg Al katakan. Entah perasaan aneh apa yg dia alami atau hanya merasa iba dg kisah hidup Al, Ares tersentak saat melihat Al mendapat tamparan dari sang ayah, Tak tau mengapa tetapi yg ia rasakan hatinya seperti di cubit.
"Aku hanya meminta 20 juta saja kamu sudah berani mengatai ayahmu ini br3ngs3k!"
"Pergilah dari sini, aku tidak ingin melihat ada di depan ku, aku tidak punya uang sebanyak itu, uangku sudah ku gunakan untuk membiayai sekolah Alan dan operasi ibu" ucap Al dg tegas .
__ADS_1
Ck! Seharusnya kau biarkan saja wanita itu m4T! dia sangat menyusahkan "
"Tutup mulutmu atau ku robek"
"Ada apa ini" Al merasa suara ini sangat familiar. Al segera menoleh melihat siapa yg datang, ternyata sesuai dugaan Al .
"Siapa ini Al apakah kekasihmu?" tanya ayah kepada Al.
"Bukan urusan mu"
"Jaga bicaramu Al aku ini ayahmu, bukan orang lain"
"Apakah masih pantas di sebut ayah? Kebanyakan ayah adalah cinta pertama anak perempuan tapi aku tak merasakan itu dari kecil, lebih baik pergilaaah jangan tampakan batang hidung mu di hadapan ku!" ucap Al dg tegas.
"Berapa uang yg kau butuhkan?" tanya Ares .
"Hanya 20juta"
"Pergiiiiiii" bentak Al
"Tidak akan ,kayak nya ini kekasihmu dan kelihatan dari orang kaya" ucap sang ayah dg tersenyum smirk
" Itu bukan urusan mu cepat pergiiii" bentak Al lagi ia sudah kehabisan kesabaran.
"Ini cek 25juta , segera pergi dari sini dan jangan ganggu Al lagi"
"Kenapa BPK kasih, jangan ikut campur urusan saya pak" ucap nya
__ADS_1
"Sudahlah ayo masuk saya antar kamu pulang"
"Aku bisa naik taksi sendiri"
Al segera menyetop taksi dan saat akan masuk kedalam taksi tangan nya dicekal oleh Ares .
"Ikut saya"
"Saya tidak mau, saya kecewa dg BPK, biar lah menjadi urusan saya tanpa ikut campur anda, saya permisi " Al mengigit tangan Ares agar terlepas.
"Awh"
"Jalan pak" ucap Al pada sopir
"Baik non"
Ares hanya melihat mobil taksi yg semakin menjauh.
"Kelihatan nya kamu suka dg anak saya, saya akan dukung kamu, terimakasih uangnya" ucap ayah Al dg berjalan menjauh dari Ares .
Ares tak menanggapi ucapan ayah Al, ia langsung masuk mobil dg emosi .
Apa aku salah jika aku menolongnya ?
Dia istriku sudah sewajarnya aku menolong nya .
Ares bermonolog sendiri. Ia menjalankan mobilnya memecah keramaian kota , hari sudah mulai gelap dg pikiran kacau, entah perasaan aneh apa yg Ares rasakan, ia merasa kacau saat Al marah dg nya .
__ADS_1
Bersambung. . . .