KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 81


__ADS_3

  "Sayang kenapa kamu bohong, katanya mau menua bersama, kenapa kamu meninggal kan aku dulu, mana janjimuu, kamu menghianati semua nya hiks" ucap Ares dg derai air mata .


" Bangun Al bangun aku gak sanggup tanpa kamu, jika kamu rela meninggalkan aku selamanya aku akan menyusul kamu bagaimana pun caranya "


Ares menangis meraung Raung ia merasa ini hanya mimpi.


"Sayaang bangunglah, jangan tinggal kan aku, aku begitu terpuruk jika kamu meninggal kan aku, kamu berhasil menjadi pusat dalam kehidupan ku, jika kamu meninggalkan ku dimana aku mencari kekuatan untuk bertahan hidup? selama ini aku hidup tanpa ada semangat setelah kamu hadir, kamu adalah semangat aku untuk menikmati hidup ini, bangun lah sayang bangun laah"


"Aaaarrrrrgh kenapa ini terjadi kedapa kuuu, kenapa harus akuu?"


Semua orang yg mendengar Raung an Ares menangis pilu, ia merasa sakit yg mendalam.


Jauh di bawah alam sadar . Kini ada seorang perempuan dg kepala mendongak bak orang kebingungan.


  Aliesha wanita dg wajah cantiknya yg bersinar dan rambut panjang yg di gerai. Berpakaian serba putih , sekeliling pun berwarna putih, pepohonan,bunga rumput semuanya putih.


"Kenapa disini menenangkan" gumamnya.


"Jangan disini, kembali ini belum waktunya kamu disini" ucap wanita paruh baya yg tak kalah cantik, walaupun usianya terbilang sudah berumur.


"Kamu siapa?" tanya Al yg menoleh ketika melihat ada yg menyahut gumam an nya .

__ADS_1


"Aku mommy nya kekasih mu Ares" ucap nya dg tersenyum ramah.


Deg!


"Kamu kembali lah nak, jangan disini, Ares membutuhkan mu, jika kamu memilih disini mommy yakin Ares tidak akan mau menikah dan menjadi tua tanpa pasangan, hidupnya akan berantakan tak ada warna lagi, kembali lah hiduplah bahagia bersama "


Ucapan tersebut membuat Al terdiam tak lama ia mendengar suara.


"Sayaang jangan tinggalkan aku, atau kamu mau aku menyusulmu"


Deg!


"Kamu dengar kan, kembali lah, dia akan semakin terpuruk"


Ucapannya membuat nya tersadar.


"Sayaang bangunglah, jangan tinggal kan aku, aku begitu terpuruk jika kamu meninggal kan aku, kamu berhasil menjadi pusat dalam kehidupan ku, jika kamu meninggalkan ku dimana aku mencari kekuatan untuk bertahan hidup? selama ini aku hidup tanpa ada semangat setelah kamu hadir, kamu adalah semangat aku untuk menikmati hidup ini, bangun lah sayang bangun laah"


Ares tetap menangis memeluk tubuh Al , tanpa Ares sadari Al menetes kan air mata .


Tiit tiit . . .

__ADS_1


jantung Al kembali berdetak hingga mesin EKG pun kembali menimbulkan suara.


Ares segera memencet tombol darurat di samping tempat Al berbaring .


Dokter segera berlari masuk ke ruangan , ia cukup terkejut pasien nya kembali berdetak setelah di nyatakan meninggal .


"Ini sebuah keajaiban tuan, nona jantung nya kembali berdetak mesti sangat lemah, kita akan periksa dulu, tapi mohon maaf tuan bisakah tunggu di luar ruangan dulu" ucap dokter dg sopan.


Tanpa menjawab Ares langsung keluar begitu saja, rasanya kaki nya masih tanpa tulang ia merasa lemah sekali.


"Apa yg terjadi nak?" tanya ibu Al dg mata yg sembab dan sudah bengkak.


"Al masih hidup" cicit Ares .


"Apakah aku mimpi?" tanya Ares memastikan.


Sang papa mendekat dan mengusap puncak Ares .


"Kamu tidak mimpi, ini sebuah keajaiban, Al tidak mau meninggalkan mu" ucap nya


Bersambung . .

__ADS_1


__ADS_2