KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 14


__ADS_3

POV Aliesha


Tak terasa hari ini ibu sudah di perbolehkan pulang, Aku merasa senang hari ini ibu akan sehat seperti biasanya. Aku hanya bisa berdoa kepada tuhan semoga ibu di berikan umur yg panjang. Agar bisa selalu menemani ku walaupun aku sudah berkeluarga. Karena hanya mereka tempat bernaung ku di dunia yg kejam ini. Aku tak tau kalau sampai ibu meninggal kan ku selamanya aku akan masih punya semangat hidup atau enggak ,karena ibulah separuh ragaku. Awalnya aku ingin meminta jemput sahabat ku saja atau naik taksi tiba tiba ada pesan di hpku


Ting. . .


[Jangan minta bantuan Al sebentar lagi aku akan sampai di rumah sakit]


Ternyata dari atasanku.


Ting. . .


[Tidak ada penolakan]


Aku hanya membaca nya saja tanpa berniat membalas nya, Aku gatau arah jalan fikirannya dia tegas dan berubah ubah , aku hanya menuruti nya saja.


Oh ya nanti malam acara ijab qobul ku akan dilaksanakan di apartemen nya. Mungkin setelah mengantar ibu aku akan di bawa nya , entah apa nanti alasanku untuk berbohong kepada ibu . Tak lama aku melihat mobil atasanku sudah terparkir rapi di parkiran Rumah sakit, aku segera menyelesaikan administrasi dan dia sedang berjalan ke arahku .


"Maaf pak Ares merepotkan anda" ucapku


"Aku merasa tidak di repot kan" ucapnya.


"Syukur kalau begitu, mari pak res, kamar ibu saya ada di sana" ucapku


" Uang nya sudah cukup? Tidak kurang kan? Tanya Ares.


"Sudah, sudah cukup" jawabku.

__ADS_1


Kami berjalan beriringan menuju ruangan ibuku, terlihat adikku dan ibuku sudah selesai berkemas.


"Buk perkenalkan ini atasan ku yg meminjam i kita uang untuk membayar operasi ibuk" ucapku memperkenalkan Ares.


Aku lihat ternyata ia juga sopan kalau sama orang tua, ia berjalan mendekati ibuku dan bersalaman an penuh hormat.


"Namamu siapa nak?" tanya sang ibu saat bersalaman.


"Nama saya Ares buk" ia memperkenalkan diri.


"Oh Ares nama yg tampan seperti orang nya" ucap ibu Ares hanya tersenyum.


"Halo kak aku Alan adiknya kak aliesha " ucap Alan memperkenalkan diri.


"Hai aku Ares " ucapnya .


Auuuuuu!


"Sakit kak" ucapnya dg kesal .


"Iya nak Ares tampan ibuk juga mau jika mendapatkan menantu seperti nak Ares " menimpali ucapan Alan


"Nah toh ibu aja lampu ijo toh " ucap Alan .


"Ibu apaan sih" aku merasa sangat malu dan Ares hanya membalas kekehan .


"Berdoa saja Bu semoga aku dan Al berjodoh " ucap Ares dg percaya diri.

__ADS_1


Deg!!


Kenapa jantung ku berdetak cepat akan jawaban Ares.


"Kakak pacar nya kak Al sekarang ya?" tanya Alan kepada Ares .


"Tanya saja pada kakakmu " jawab nya.


Tak terasa keasikan ngobrol ternyata sudah sampai depan mobil Ares .


"Waaah mobil nya bagus banget" ucap Al


"Mari masuk Bu " ucap Ares membuka kan pintu untuk ibunya Al.


Kemudian Ares memasukkan semua barang di bagasi. Ia memicingkan mata melihat ku memilih duduk di samping ibuku sedangkan di depan Alan. Aku melihatnya berusaha bodoamat dan tidak peka , kemudian Ares langsung melajukan mobilnya menuju rumahku . Setelah sampai ia membantu menurunkan barang barang ibuku.


"Terimakasih nak Ares sudah membantu kita, entah ibu bingung harus membalas nya dg apa" ucap ibu


"Tidak perlu repot-repot Bu, aku membantu dg ikhlas " ucap Ares


"Maaf Bu saya tidak bisa mampir saya langsung pulang saja " ucapnya berpamitan.


Saat di depanku dia mencondongkan tubuhnya ,aku merasa takut


"Jangan lupa Al nanti malam datang ke apartemen ku karena hari ini adalah hari pernikahan kita" ucap nya dg berbisik di telinga


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2