KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 72


__ADS_3

 Sudah 3 hari berlalu ayah Al di rawat di rumah sakit, dan dokter mengatakan jika pasien koma, Al setiap hari setelah pulang dari kantor selalu menyempatkan diri menjenguk ayah nya .


  Seperti sekarang ayu masuk ke ruang dimana ayahnya terbaring. Ia duduk di kursi menggenggam tangan sang ayah . Walaupun ayah nya jahat tapi ayu tidak menaruh dendam sama sekali .ia menerima takdir yg sudah di garis kan untuk nya, dan ia yakin akan ada pelangi setelah hujan.


"Ayah, apa kabar?" tanya al kepada sang ayah. Walaupun tanpa ada jawaban.


"Yah gak capek tidur terus? Bangun ya yah, Al kangen dg ayah" ucap Al seraya menghapus air matanya yg menetes .


"Ayah ayo bangun, Al gak akan marah lagi sama ayah, maaf yah jika Al suka bentak ayah, berbicara dg kasar" ucap ayu dg derai air mata, ia merasa dadanya sesak.


"Yah aku punya kekasih sebentar lagi dia akan melamar ku, saat aku menikah aku mau ayah jadi wali nikah aku, kalau ayah datang aku akan menjadi pengantin yg bahagia"


"Yaah aku punya kekasih eh lebih tepat nya suami siri ku" ucap Al dg terkekeh " dia sangat baik kepada ku yah, selalu berusaha ada ketika aku membutuhkan sandaran. Aku sangat menyayanginya dan dia juga menyayangi ku.


"Yah sudah jam segini Al pulang dulu ya, ayah segera sadar dan sembuh, daa ayah besok Al kesini lagi" ucap Al segera keluar dari ruangan dg menghapus air matanya .


Saat Al keluar melihat Ares masih menunggu nya di luar .


"Maaf lama" ucap Al seraya duduk di sebelah Ares .


Ares tersenyum " tidak apa apa sayang, sudah ?" tanya Ares seraya menghapus sisa air mata Al dipipi.

__ADS_1


Al tersenyum "Sudah" perilaku Ares kepadanya membuat hati Al merasa nyaman dan aman .


"Kamu cantik kalau tersenyum, teruslah tersenyum" ucap Ares dg mengelus kepala Al . Al hanya mengangguk tersenyum.


"Pulang? Atau kamu ingin kemana gitu?" tanya Ares .


"Aku gatau terserah kamu saja" ucap Al .


"Yaudah ayo ikut aku" ucap Ares dg menggenggam tangan Al menjauh dari ruang ayahnya .


Ares mengajak Al ke sebuah taman hanya memakan waktu 30 menit mereka sampai di taman tersebut.


"Sini" ucap Ares mengajak Al duduk di kursi taman yg menghadap ke sebuah danau kecil.


"Kamu suka?" tanya Ares .


"Suka" ucap Al seraya duduk di samping Ares .


Ares membawa Al ke pelukan nya, ia tahu Al berusaha kuat di hadapan nya . Al menyandar kan kepalanya di dada bidang Ares . Dg begitu mampu membuat Al tenang.


"Aku ngantuk" cicit Al .

__ADS_1


"Tidur saja, sini" ucap Ares menepuk paha nya sebagai bantalan untuk Al.


"Gamau gini aja" ucap nya .


"Iya tidur saja, nanti aku bangunkan" ucap Ares seraya mengelus puncak kepala Al dg lembut, Al yg di perlakukan seperti itu langsung menuju alam mimpi nya .


Hampir 1 jam Ares dg posisi sama, ia tidak tega membangunkannya, Ares menggendong Al ala bridal style menuju ke mobilnya. Ia memposisikan Al senyaman mungkin. Setelah itu Ares mengantar Al pulang.


Sesampainya di rumah Al belum bangun, Ares menggendong kembali menidurkan di kamar Al .


"Makasih nak Ares " ucap ibu Al tulus kepada Ares .


"Sama sama Bu"


"Kamu tidak istirahat disini saja?" tanya ibunya Al .


"Saya pulang saja Bu, ada beberapa pekerjaan yg belum saya selesaikan "


"Yaudah hati hati ya"


"Iya Bu"

__ADS_1


bersambung. . .


__ADS_2