
Sepulang kerja Al langsung datang ke alamat sesuai petunjuk dari ayah nya, ia tidak mau melibatkan Ares , karena ia merasa selalu merepotkan nya .
"Pak ke jalan ini" ujarnya sambil melihat kan pesan dari sang papa.
"Baik nona" ucap supir taksi. Taksi yg Al kendarai segera melesat menjauh dari kantor .
Cukup jauh alamat yg Al tuju, dan akan bertambah lama karena saat ini Al sedang terjebak macet.
"Pak apakah masih lama?" tanya Al karena merasa resah, takut Ares dan ibunya curiga, karena Al tidak berpamitan.
"Maaf nona saya tidak tau di depan ada apa, dan kebetulan ini jam pulang kerja, jadi wajar kalau macet" ucap sang supir dan Al hanya mengangguk tanda mengerti.
Al juga merasa sangat gelisah, ia berpikir ada apa dengan sang ayah, tapi ia takut ini hanya jebakan untuknya dan nanti akan meminta uang nya lagi seperti sebelum sebelum nya .
Sekitar 1 jam Al baru sampai di tempat sesuai share loc dari sang ayah, ia segera membayar taksi dan masuk ke rumah sesuai foto di pesan itu.
"Permisi" ucap Al dg sopan ia takut ini bukan rumah ayahnya .
Tok tok tok
Al menunggu tapi tetap tidak ada jawaban. Ia mencoba menekan handle pintu, ternyata tidak di kunci.
__ADS_1
Perlahan ia masuk dan memperhatikan sekitar. Ia melihat tidak ada tanda tanda ada seseorang ia merasa di bodohi sang ayah.
Ia ingin keluar dan pulang tetapi ia masih penasaran, dan melanjutkan masuk ke dalam kamar.
Aaaaaaaaaaarrrrgh
Jerit Al, ia merasa lutut nya lemas dan tubuhnya bergetar hebat melihat pemandangan di hadapan nya.
Ia bingung apa yg di lakukan. Ia segera mengambil ponsel dan menghubungi Ares itulah yg ada di fikiran nya .
"Hikss mas tolong ... Hikss"
"Sayang kamu kenapa ? dimana ?" tanya Ares .
*
*
Sepulang dari kantor Ares memang sudah melihat sang kekasih seperti ada yg mengganjal, tapi ia tidak ingin bertanya apa yg terjadi, ia ingin Al bercerita dg sendiri nya tanpa paksaan .
Seperti biasa sebelum pulang al selalu berpamitan dengan Ares . Ares melihat Al sudah memasuki lift ia segera menyusul nya, ia diam diam membuntuti Al .
__ADS_1
Ares membuntutinya agak jauh agar Al tidak merasa curiga, sangat di sayangkan Ares ketinggalan karena saat sampai lampu lalulintas menyala merah dan Ares harus berhenti, ia mencoba melacak lokasi dari sang istri karena Ares diam diam menaruh alat pelacak, untuk melacak dimana Al berada, ia takut apa yg tidak di inginkan terjadi.
Tak butuh waktu lama ia sudah menemukan dimana Al . Ia segera menuju ke lokasi itu. saat hampir sampai tiba tiba ponsel nya bergetar.
Drtt drtt.
"Hikss mass tolong ...hikss"
Mendengar suara Al sangat pilu membuat Ares kelimpungan ia takut apa yg sedang terjadi dg Al .
"Sayang kamu kenapa? dimana ?" tanya Ares memastikan.
"Mas tolong aku...." ucap Al terputus, Ares merasa frustasi takut tidak bisa melindungi Al, ia segera menambah kecepatan nya agar segera sampai.
Saat sampai Ares segera memarkirkan mobil nya sembarang an dan masuk ke dalam rumah sesuai titik lokasi Al .
"Al kamu dimana ?" tanya Ares ia mendengar suara Isak tangis, segera masuk kedalam sebuah kamar .
"Sayaang" ucap Ares .
"Masss" ucap Al yg merasa gemetaran di badan nya, dan saat Ares melihat pemandangan di depan nya betapa tercengang nya .
__ADS_1
Bersambung. .