KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 90


__ADS_3

 Ares berjalan dg menggandeng tangan Al , semua tamu undangan berdecak kagum melihat kedua nya, cantik dan tampan. Ares yg cuek dan tersenyum hanya ketika menatap Al, sedangkan Al sangat ramah mengangguk kepada para tamu undangan .


 Para orang tua melihat itu tersenyum senang, mereka tau betul gimana rintangan Ares dan Al hingga bisa menuju ke pelaminan, sampai pernikahan harus di undur karena Al sedang koma, rintangan mereka sangatlah sulit tapi mereka bisa melewati nya .


Di tengah tengah Ares dan Al menyalami tamu undangan yg naik dan memberikan selamat kepada sepasang pengantin tetapi prioritas Ares tetap kepada Al . Sama seperti saat ini.


"Apa kamu sudah capek? Mau duduk? Itu kaki kamu gak sakit?" celoteh Ares


"Satu satu lah kak bingung aku jawab nya"


"hehehe maaf habisnya aku takut kamu kenapa Napa"


"Aku masih kuat kog belum capek tapi emang kaki ku mulai sakit tapi masih bisa di tahan"


Saat lagi bersenda gurau tamu yg tidak di harapkan datang ternyata datang. membuat ares menahan rasa amarah kembali .


"Selamat ya Ares , semoga selalu rukun sama istrinya" ucap nyonya rosendale mama nya Ara

__ADS_1


"Iya terimakasih "


"Selamat res , om kira kamu bakal jadi menantu om ternyata kamu sudah memiliki calon" ucap tuan rosendale papa Ara .


Ares hanya cuek dan tidak menanggapi nya .


"selamat ya , semoga langgeng sama Ares " ucap mama nya Ara


"Terimakasih Tante, terimakasih telah meluangkan waktu untuk datang kesini" ucap Al ramah. Sedangkan tuan rosendale menatap Al dg tatapan yg sulit di artikan.


"Kak kog kakak ninggalin aku, aku kemana mana sama siapa kalau kakak nikah" ucap nya dg manja membuat Ares menatap sinis .


"Ck jangan sok" gumam Ares yg hanya bisa di dengar Ara . Ara tersentak .dia langsung melepaskan tangan nya dari Ares . Ares mendekat.


"Jangan seakan akan kamu melupakan kejadian yg sudah kamu lakukan, sampai aku mati pun aku tidak akan memaafkan kamu karena kamu sudah menghancurkan hidupku, atau mau aku putar video pengakuan mu disini agar semua orang termasuk kedua orang tua mu tau" ucap Ares dg terkekeh sinis . Ara langsung pucat dan gemetaran.


tapi ia sebisa mungkin mengontrol itu padahal ares sudah melihat perubahan wajah Ara .

__ADS_1


Ara berjalan ke Al dan mengulurkan tangan nya .


"Selamat ya kak, semoga langgeng sama kak Ares " ucap nya dg senyum smirk.


Ara berlagak sok akrab dan memeluk Al tiba tiba .


"Kamu menang kali ini, tapi jangan harap kamu akan menang lagi lain waktu, sampai Kpn pun Ares hanyalah milikku" bisik Ara .


Ara ingin melepas pelukannya tetapi di tahan oleh Al .


"Berlomba lah untuk ambil perhatian nya, aku tau bagaimana karakter dan sifat Ares, sampai kamu bunuh diripun kamu tidak akan bisa mendapatkan nya , dia sudah cinta mati sama aku, cantik boleh tapi jangan murah, gatel mau saya bantu garukin gak? Dulu aku hanya diam tapi kali ini jangan harap" ucap Al dan langsung melepaskan pelukan, ia tersenyum manis pada Ara agar tidak ada yg menyadari, Ara sekarang semakin pucat ,ingin nya menggertak Al dia malah ganti di gertak.


Setelah itu Ara segera turun .


"Ma aku pulang dulu, badan ku tidak enak rasanya " ucap Ara .


"Ya hati hati" ucap mama Ara , dari kejauhan Al melihat itu tersenyum smirk.

__ADS_1


__ADS_2