KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 46


__ADS_3

  Ares tersenyum kemenangan.


"Rupanya kau meremehkan aku? Kau mengusik wanita ku sama saja kau mencari masalah dg ku" ucapnya bermonolog.


Drtt drtt drtt


Ares menggeser layar ponselnya.


[Bos cek pesan dariku] ucap hacker


[Oke] jawab Ares langsung mematikan telepon sepihak.


Melihat gambar dari file tersebut membuat Ares tersenyum. Bukti bukti kejahatan Daniel sudah lengkap.


"Bagus sangat bisa di andalkan" ucap Ares bermonolog.


[TF an sudah masuk ya] pesan Ares kepada hacker dg mengirimkan bukti transfer.


[Wah ini kebanyakan bos]


[Anggap aja bonus]


[Terimakasih bos, senang bekerja sama dg anda]


[Oke] ucap Ares untuk mengakhiri chat mereka .


Ares segera menggerakkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Daniel.


Ares bertekat akan membawa masalah ini ke jalur hukum, awalnya ia ingin bermain main dg Daniel dulu tapi nanti malah mengulur waktu, akhirnya ia memutuskan untuk langsung membawa ke jalur hukum saja.


Hari sudah siang Ares segera pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus ini, setelah itu ia baru akan memberi tahu Al masalah ini.


Drtt drtt drtt


Ada beberapa pesan masuk.

__ADS_1


[Mas aku besok mulai kerja ya, aku di rumah juga jenuh nih]


[Jangan luka mu belum sembuh]


[ini sudah gak parah Lo mas sudah mendingan]


[Enggak ya enggak, kita keluar aja gimana?]


[Terserah deh] ucap Al yg pasrah dan membuat senyum Ares merekah.


Ares segera meluncur ke rumah Al. Tak berapa lama mobil Ares tiba di halaman rumah Al, ternyata Al sudah menunggu nya di teras.


"Mau langsung?"


"Ayo ,ibu juga lagi istirahat" ucap Al


"Ayo kalau gitu" ucap Ares seraya membukakan pintu mobil untuk Al . Setelah itu Ares juga langsung masuk di kursi pengemudi. Mobil yg di kendarai Ares langsung melesat menjauh. Al merasa bingung ia mau di ajak kemana .


"Ini mau kemana mas?"


"Rahasia"


"Gapapa lah sekali kali bikin kejutan"


"Hmm gitu ya main nya sekarang" ucap Al dg cemberut.


"Kog cemberut, jangan marah " ucap Ares menenangkan Al .


"Terserah aku lah"


"Aku yakin kamu nanti akan suka "


"Awas ya kamu ngerjain aku" ucap Al dg ketus .


"Enggak beb, mana ada aku ngerjain kamu"

__ADS_1


"Jangan panggil aku gitu" ucap Al dg pipinya yg sudah merah merona.


"Kenapa pipi kamu merah, kamu sakit?" ucap Ares seraya memegang kening al


"Ti - tidak, mana ada, mungkin karena kepanasan"


"AC mobil sudah nyala , masih panas?"


" Iya emang masih panas, gatau hari ini cuacanya sangat panas"


"Kog aku enggak ya"


"Gatau tuh" ucap Al yg merasa acuh agar tidak di ketahui jika salting.


"Perjalanan nya masih jauh jika kamu ngantuk tidur aja dulu gpp, nanti kalau sudah sampai aku bangunin"


"Gamau, aku takut , nanti aku kamu buang"


"Kamu bicara apasih ngaco banget"


"Ya kan siapa tau kamu masih dendam"


"Hust gak boleh bicara yg aneh aneh"


"Kenapa?"


"Kan aku sudah bilang ingin membahagiakan kamu sayang" ucap Ares .


" Duh kenapa bingkin gue salting lagi nih orang, plis lah sekali saja jangan bikin salting, jantung ku serasa mau lompat nih" Ucap Al dalam hati


"Apasih gak jelas banget "


"Aku serius Al, kog masih saja bilang aku ga jelas, kamu itu yg gak jelas"


"Kog malah nuduh aku sih" ucap Al dg kesal

__ADS_1


"Terserah lah mau tidur aku" imbuh Al


Bersambung. . .


__ADS_2