KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 13


__ADS_3

Disisi Lain


Daniel merasa kesal akan perlakuan Al terhadap. Ia menginginkan Al kembali.


"Heh kau perempuan sangat berani Al, lihatlah saja aku akan membuat mu kembali kepadaku" ucap Daniel bermonolog dg penuh seringai.


Danie memang tak mencintai Al ia hanya ingin bermain main dg Al ditambah lagi Al mempunyai paras nan cantik dan badan bagus membuat jiwa playboy Daniel meronta- ronta. Ia memang sangat playboy sehari bisa berkencan dg 5 orang tanpa di ketahui Al, dan malam nya ia ke club malam untuk menyewa wanita sebagai pemuas hasratnya, atau tidak wanita di pinggir jalan yg menurut nya layak akan ia perkosa, kecuali orang gila dan anak anak, emak emak aja Daniel doyan karena ia memang hiperseks. Berbanding terbalik dg Ares yg tidak suka bekas, kalau Danie bekas pun mau untuk menghangatkan ranjang nya .


Daniel merasa kesal, untuk meredakan kesalnya langsung menuju club nya di siang bolong. Ya Daniel memiliki club malam sebagai bisnis nya dan juga bekerja di kantor sebagai manager.


"Halo bos, tumben ke sini jam segini" ucap anak buahnya .


"Terserah saya mau kapan pun kesini" jawaban Danie membuat kincep anak buahnya . Anak buahnya tak lagi bertanya dan membuka kan pintu untuk Daniel, ia segera menuju ke ruang an nya. Ia langsung merebahkan tubuh nya ke sofa dg kasar. Ia memanggil salah satu orang kepercayaan nya untuk ke ruangannya.


Tok tok tok. .


"Masuk"


"Ada yg bisa saya bantu pak Daniel?" tanya wanita itu .


"Ayo sini puaskan aku" ucap Daniel dg suara seraknya .

__ADS_1


"Dg senang hati" ucap wanita itu


Sang wanita itu bernama senja wanita tercantik di club malam ini, Bahkan Daniel lah yg mengambil keperawanan senja karena senja benar benar tergila gila dg Daniel dan menyerahkan kehormatan nya untuk Daniel.


Senja memimpin pergulatan ranjang mereka. Ia senang kembali membuat Daniel mendesah di bawahnya.


Entah berapa kali mereka melakukan pergulatan nya. Hingga keduanya merasa kelelahan dan tertidur pulas bersama.


Disisi lain.


Al selesai membersihkan diri, ia segera kembali ke rumah sakit tak lupa ia membikan sarapan untuk sang adik. Setelah selesai membeli sarapan Al segera bergegas ke rumah sakit ia merasa kasihan dg sang adik jika menjaga sang ibu sendirian.


Tak lama kaki Al sudah menapakkan di rumah sakit. Ia berjalan ke ruang ibunya.


"Oh iya kak, Kaka baru sampai?" tanya Alan


" Iya maafkan Kaka jika terlalu lama" ucap Al


"Tidak kak tidak apa apa , aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu" ucap nya


Sebenarnya Alan merasa kasihan dg sang kakak, dari Alan SD sang kakak sudah membanting tulang untuk biaya kehidupan nya, hingga sampai saat ini, Al kadang membantu dg berjualan kue, ibu nya yg bikin dan Alan yg menjualkan nya tanpa rasa malu sedikit pun, walaupun kadang ia di bully tetapi tak menyurutkan semangat nya untuk berjualan dan sekolah.

__ADS_1


"Kak" ucap Alan .


"Hmmm" sambil menoleh ke arah Alan


"Maafkan Alan yg kak selama ini selalu ngrepotin kakak " ucap alan


"Iish kamu bicara apa sih lan Kaka gak ngerti" ucap Al.


"Ish Kaka niih selalu bikin kesel saat aku serius "


Puk!!


Al menepuk kening Alan dg sendok.


"Auu sakit kak"


" Itulah akibatnya kalau suka berbicara sembarang an, jangan berterimakasih itu sudah menjadi tugas kakak, tugas kamu belajar yg rajin dan bisa sukses nantinya, agar tidak mengecewakan kakak mu ini" ucap Al dg mata berkaca kaca .


"Siyap kakak , aku akan belajar dg baik, dan jika suatu saat aku berhasil, kakak dan ibu hanya tinggal duduk manis saja di rumah menikmati hasil kerja keras ku" ucap Alan penuh semangat


"Goodjob boy" ucap Al dg mengacak ngacak rambut adiknya .

__ADS_1


Bersambung. . . .


__ADS_2