KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 36


__ADS_3

 Sampai di lantai dasar mereka berjalan bersama, ternyata sahabat Al sudah menunggu di depan lobby, saat Riska melihat ternyata ada atasannya yaitu pak Ares , ia segera membungkuk kan badan tanda hormat dan Ares hanya mengangguk kan saja.


"Kog kamu gak bilang kalau turun bersama pak Ares" ucap Riska saat melihat Ares sudah keluar dari kantor .


"Kan aku juga buru buru, tadi juga ketemu di lift gak janjian" ucap Al cengengesan.


"Yuuuk langsung aja , sudah laper banget ini" ucap Al


 Mereka berdua berjalan beriringan menuju restoran depan kantor . Seperti biasa restoran itu gak pernah sepi pengunjung, selain harga ramah di kantong makanan nya juga enak. Sesampainya di restoran Al dan Riska segera mencari tempat duduk. Setelah mendapat kan meja kosong mereka segera memesan menu yg di ingin kan.


"Al kamu kog bisa ya bertahan jadi sekertaris nya pak Ares" ucap Riska saat menunggu pesanan mereka .


"Emang nya kenapa?" tanya Al


"Kan pak Ares cuek setengah mati, kalau salah sedikit saja galaknya minta ampun" ucap Riska . Tapi memang itu sifat Ares kepada seluruh karyawan, harus disiplin dan bertanggung jawab.


"Ya awalnya berat tapi sekarang sudah terbiasa" ucap Al .


"Iya sih kamu sudah lama jadi sekertaris nya, gak pernah bosen ya menatap ketampanan nya pak Ares " ucap Riska sambil menggoda Al .


"Apaan sih, natap aja jarang aku, takut lihat matanya, apalagi kalau marah alisnya sudah nyatu duh serasa antara hidup dan mati, dah lah jangan bahas lagi, nanti tiba tiba nongol takutnya " ucap Al tak lama makanan yg mereka pesan datang, mereka menikmati makanan sambil bersenda gurau, tanpa mereka tau ada sepasang mata memantau dari kejauhan.

__ADS_1


"Al hati hati nanti jatuh cinta sama atasanmu" ucap Riska memperingatkan.


"Eng . . Enggaklah, mana mungkin, bagaikan langit dan bumi ris, aku miskin sedangkan pak Ares crazy rich, jangan bilang yg tidak mungkin"


"Hhhha aku cuma bercanda kenapa pipimu merah gitu, ya kita kan gatau, karena terbiasa timbul cinta kan juga bisa, nanti bisa jadi novel berjudul sekertaris ku kekasih ku" ucap Riska tertawa renyah .


"Jangan keras keras, nanti malah ada gosip yg tidak tidak , dah lah yuk balik, kesel aku sama kamu, dari tadi bahas pak Ares saja" ucap Al seraya berdiri menjauh dari Riska.


"Tunggu dong Al, gitu aja ngambek" ucap Riska .


Al hendak menyeberang tiba tiba


Aaaaaaaaa


Riska melihat peristiwa tersebut lututnya serasa lemas seperti tak bertulang. Riska segera memecah belah kerumunan agar ia tahu siapa korbannya. Dan benar saja ia tidak mimpi ini kenyataan, Al tertabrak mobil hingga terpental. Riska kaki sudah lemas memaksakan diri menghampiri sang sahabat.


"Toloooong segera panggil ambulan jangan dilihat saja" teriak Riska , ia tak bisa membendung air matanya. Riska memeluk tubuh Al yg di penuhi darah .


"Bertahan lah Al bertahan Al, aku yakin kamu kuat" ucap Riska .


Disisi lain .

__ADS_1


PRAAAANG!!


Tiba tiba gelas di samping Ares pecah , ia merasa tidak enak .


"Ada apa ini, apa terjadi sesuatu dg Al " ucap nya


Ia segera menghubungi nomor Al tapi tidak ada jawaban sama sekali. Dan nomor berada di luar jangkauan. Ares segera mengecek cctv di ruangan Al , ternyata Al belum kembali, ia semakin merasa ketakutan, takut apa yg di khawatir kan terjadi.


Drtt drtt drtt.


"Haloo"


"Pak maaf saya manager pemasaran mengabarkan sekertaris bapak mengalami kecelakaan dan sedang di bawa ke rumah sakit Bhakti Husada"


Deg! Jantung Ares berpacu lebih cepat, kekhawatiran nya terjadi.


"Halo pak"


"Pak apa bapak mendengar saya?"


"Ya saya mendengar, saya akan segera kesana " ucap Ares dan langsung mematikan telepon secara sepihak.

__ADS_1


ia langsung berlari ke mobil dan melesat menuju rumah sakit.


Bersambung . . .


__ADS_2