KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 41


__ADS_3

  Genap seminggu Al di rawat, Ares , Riska, Alan dan sang ibu datang bergantian untuk menjaga Al , agar Al gak merasa kesepian.


"Apa aku belum boleh pulang?" tanya Al kepada Ares.


"Lihatlah luka mu, belum kering kamu harus banyak istirahat "


"Aku sudah merasa baik baik saja "


"Jangan bandel yaa"


"Aku ingin pulang, aku suntuk terus di rumasakit, aku juga merepotkan kalian semua , pulang kerja harusnya istirahat tapi harus menemaniku di rumah sakit, kalau aku di rumah kan gak merepotkan kalian semua"


"Istirahat lah jangan memikirkan yg lainnya"


"Besok tanya dokter sudah boleh pulang apa belum"


"Bener ya besok di tanyakan?" tanya Al memastikan.


"Iyaa sayang" ucap Ares dg lembut.


Al memejam kan matanya dalam beberapa menit saja Al sudah beralih ke alam mimpi. Ares tetap setia menemani.


"Nak apakah kamu tidak kembali ke kantor?" tanya ibu Al memastikan.


"Bentar lagi saya akan kembali Bu, tadi saya memastikan keadaan Al saja, saya takut para penjahat belum di bekuk, saya takut mereka tau kondisi Al , dan mengincar kesini" ucap Ares . Ares memang belum bisa menangkap, seperti nya ini bukan sembarang orang, atau bisa di sebut pembunuh bayaran kelas kakap jadi sulit di tangkap dan beranggota banyak orang. mereka tau kelemahan Ares ada pada Al . Itu yg di pikir Ares sekarang.


Tak berapa lama Ares kembali ke kantor dan nanti setelah pulang ia akan kembali ke rumasakit untuk menemani Al , walaupun lelah tapi akan tetap Ares lakukan untuk Al .

__ADS_1


"Mas Ares sudah kembali ke kantor Bu?" tanya Al yg baru saja bangun.


" Iya nak, apa kamu memerlukan sesuatu?"


"Tidak aku belum ingin apa apa" ucap Al.


Tak terasa pagi berganti siang,siang berganti sore,sore berganti malam. Ares dg setia dan telaten berada di samping Al.


"Ayo makan"


"Aku bisa makan sendiri"


"Jangan aku suapin saja"


"Kan yg sakit tangan kiri ku, patahnya pun tidak fatal"


Al hanya bisa pasrah saja, Ares selalu saja ngotot dan nanti malah akan berdebat.


"Hmm aku bosen makanan rumah sakit"


"Kamu ingin apa?" tanya Ares


"Aku ingin nasi goreng seafood "


"Besok saja ya, sekarang makan ini dulu, tadi aku sudah belikan kamu martabak, jangan buang makanan, ingat yg diluaran sana banyak yg membutuhkan" ucap Ares


"Hmm baiklah"

__ADS_1


Al segera menghabiskan makanan nya kemudian ia memakan martabak manis yg di belikan Ares tadi.


"Emm ini rasanya kog enak sekali tempatnya dimana?"


"Di dekat kantor "


"Kog aku gatau"


"Baru buka beberapa hari yg lalu"


Al hanya mengangguk anggukkan tanda bahwa ia faham. Setelah makan dan minum obat rasa kantuk pun menyerang, Al tak kuasa menahan matanya ia tertidur.


Ares melihat tingkah Al hanya menggeleng kan kepala, menurut nya lucu. Ares ingin ke kamar mandi, kebetulan Al yg sudah tidur.


Saat di kamar mandi Ares mendengar ada yg masuk ke dalam ruangan, Ares segera secepat mungkin keluar.


"Kamu siapa?" tanya Ares .


"Tadi baru saja di suntik, kenapa di suntik lagi?" tanya Ares


"Ah . . Itu" ucap seorang yg memakai baju perawatan.


"Tetap disitu saya panggil kan perawat lainnya" ucap Ares seraya ingin menekan tombol merah di samping ranjang Al. Tetapi tangan nya di cekal. Dari situ Ares tau ini bukan perawat asli. Ares memukul dan membekuk perawatan gadungan itu dg mudah, walaupun dia kuat. Ia segera menelpon anak buahnya.


"Cepat datang ke ruangan x "


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2