
Waktu berjalan begitu cepat, waktu yg ditunggu tunggu akhirnya tiba, malam ini tepat pukul 7 malam Al akan melaksanakan operasi.
Semua anggota keluarga Al datang terkecuali ayah nya, keluarga Ares pun ikut datang memberi dukungan, bagaimana pun Al akan menjadi bagian dari keluarga nya , walaupun Ares ada kesalah pahaman tapi mama tiri Ares ikut mendukung nya .
Tak berapa lama ruang an terbuka nampak suster mendorong Al keluar dan menuju ke ruang operasi.
"Sus tunggu" ucap Ares tiba tiba .
"iya ada apa tuan?"
"Bolehkah saya menyentuh Al sebentar saja?" tanya Ares memastikan, ia teramat rindu dg kekasih nya , biasanya ia hanya bisa melihat lewat jendela kaca .
"Silahkan tuan tapi hanya sebentar saja, karena pasien tetap harus steril" ucap suster dg hati hati .
Ares tanpa menjawa langsung mendekat ke arah Al, ia melihat wajah Al yg sangat pucat dan terlihat lebih kurus , air mata Ares jatuh tanpa permisi. Ia meraih tangan Al dan mencium sebentar.
"Kamu harus kuat Al kamu harus kuat" ucap Ares menyemangati Al.
"Kamu permisi dulu tuan" ucap suster dan semua nya berjalan menuju ruang tunggu depan ruang operasi.
Tak berapa lama lampu depan ruang operasi menyala, menandakan jika operasi di mulai. Ares sangat gelisah, ia terus mondar mandir di depan ruang operasi.
__ADS_1
"Res apa kamu tidak bisa duduk?" tanya papa Ares .
"Aku khawatir pa"
"Duduklah papa yakin Al anak yang kuat, ia pasti bisa melalui semua ini"
"Iya nak , kamu dari siang belum makan, kamu makan saja dulu sambil menunggu Al selesai di operasi "
"Tidak Bu aku harus disini sampai operasi selesai, nanti kalau Al bangun aku gak ada dia akan kecewa, aku gamau dia kecewa Bu" ucap Ares dg kegelisahan nya.
"Kalau begitu duduklah, nanti kamu capek jika mondar mandir begitu"
Dengan perlahan Ares mendekat ke kursi tunggu dan duduk menyandar kan kepalanya ke tembok.
"Kog lama sih pa, mereka bisa gak sih , kalau Al sakit karena lama proses nya gimana " tanya Ares dg cerewet.
"Sebentar lagi sele.."
Ucapan papa Ares terhenti karena ruang operasi terbuka. Ares melihat itu segera berlari mendekat.
"Gimana dok operasi nya lancar?apa Al baik baik saja? Apa dia bisa di jenguk?, aku ingin di samping nya" tanya Ares beruntun.
__ADS_1
"Mohon tenang tuan, operasi nya berjalan lancar, tapi.." dokter menggantungkan ucapannya.
"Tapi apa dok?"
"Maaf dg berat hati saya harus memberi tahu jika pasien drop saat telah selesai operasi dan dinyatakan meninggal pukul 20: 55 "
Jedeeeeeeer!!
Bak kesambar petir di malam hari. Ares serasa tulang belulang nya hilang luluh lantah. Ia meraung Raung wibawa dan image nya hilang, Riska sahabat Al tak kalah syok ia baru saja datang dan langsung mendapat kabar itu.
"Pa tolong bilang jika ini hanya mimpi pa, ini mimpi buruk Ares kan pa" tanya Ares .
"Res bangun kamu harus kuat ibu gak mimpi"
Ares sekuat tenaga berdiri berjalan masuk ke dalam ruang Al, ia melihat suster mulai melepas semua alat yg ada di tubuh Al .
"Jangan di lepas alat itu" ucap Ares dg teriak .
Suster mendengar itu terkejut dan langsung sendikit menjauh, tak lama dokter memberi isyarat membiarkan Ares melihat tubuh Al yg sudah tidak bernyawa.
Ibu Al tak kalah syok ia sampai tak sadarkan diri, ia tidak menyangka jika akan kehilangan putri nya dalam waktu dekat, padahal ia ingin putri nya di beri umur yg panjang.
__ADS_1
Ares mendekat menggenggam tangan Al yg sudah mulai dingin .
Bersambung. . .