
Sampai kantin Al memesan makanan kesukaan mereka dan memilih beberapa tempat.
" Al maafkan aku belum bisa menjenguk ibumu" ucap Riska
"Gapapa ibu sudah baik kog , apalagi sudah di operasi "
"Kamu dapat uang biaya ruma sakit dari mana Al? Dari Daniel?" tanya Riska.
"Jangan bahas dia lah, aku males dengernya" ucap Al
"Kenapa Al?"
"Baiklah aku akan cerita . . . . ..
Al menceritakan kejadian yg terjadi antara Al dan Daniel.
"Gila bener tuh laki, kamu cantik mandiri, apa coba kurangnya, gak nyangka gue kelakuan nya kaya setan" umpat Riska.
"Gue juga gak nyangka, apalagi gue lihat dg mata kepala gue sendiri, menyaksikan adegan itu " ucap Al
" Sudahlah untung Lo lihat sendiri, dan bener kamu tinggalin aja laki laki model begituan" ucap Riska
"Tapi gue risih berasa di teror tiap hari selalu ngirim gue pesan, pdhal sudah jelas tidak akan kau balas tapi kenapa tetep kekeh?"
"Mungkin ada yg belum dia dapatkan dari Lo makannya dia bersikap seperti itu"
"Gatau lah" ucap Al sambil mengedikkan bahunya tanda tak tahu.
"Jam makan siang sudah selesai ayo kita kembali" ucap nya .
Al dan Riska berjalan beriringan memasuki kantor dan banyak yg tetap menggunjing Al tapi ia bodoamat akan hal itu.
__ADS_1
Al segera masuk keruangan dan berkutat dg berkas dan merinci jadwal atasannya untuk esok hari. Hari ini Al merasa bersyukur karena atasannya tidak membuat ulah.
Tanpa Al sadari waktu berjalan begitu cepat, siang sudah berganti sore, tanda semua karyawan akan pulang termasuk Al .
Ia merasa perkejaan nya selesai tetapi ia memastikan dulu.
Tok tok tok. . .
"Masuk"
"Maaf pak pekerjaan saya sudah selesai, apa BPK ada yg bisa saya bantu sebelum saya pulang" ucap Al
"Tidak , tunggulah di lobby kita akan pulang bersama" ucap Ares
"Maaf tidak perlu pak saya harus pulang kerumah ibu saya dulu, mengambil beberapa barang"
"Akan saya antar"
"Tidak ada penolakan Al, kenapa kamu selalu menolakku"
"Baiklah pak saya akan mengikuti perintah bapak " ucap Al dg terpaksa , ia biasa pergi dan pulang sendiri, ia merasa tidak perlu di prioritaskan, ia takut akan mempunyai rasa yg dalam dan nanti saat berpisah akan sakit.
Al berjalan gontai menuju ke lobby .
sampai di lobby ada orang yg mencari Al.
"Maaf Bu Al ada yg mencari anda di depan" ucap salah karyawan.
"Kenapa tidak disuruh masuk?"
"Eh tidak apa apa saya saja yg keluar, terimakasih" ucapnya
__ADS_1
Saat Al keluar seperti familiar dg bentuk badan ini, karena orang itu posisinya membelakangi Al.
Saat orang itu membalikan badan membuat Al terkejut.
"Ayah" gumamnya .
"Apa yg kau lakukan disini" sentak Al .
"Anakku yg cantik kenapa marah marah"
"Apa yg kau inginkan pria brengsek?" ucapnya Al merasa geram dg ayahnya .
"Hahahaha Baguslah kalau kamu sudah tau maksud ku, jadi aku tidak perlu berbasa basi dulu" ucapnya menyeringai.
"Heh!! Cepat katakan aku sangat sibuk"
"Aku minta uang Al 20juta"
"Heh! Apa kau tidak malu ayah? Kau seharusnya yg menghidupiku serta adik dan ibukku bukan nya malah meminta kepada anakmu ini" ucap Al dg tersenyum getir sambil meremas bajunya .
"Ayolah Al bekerja sama lah dg baik, lagi pula uangmu kan banyak, kamu bekerja di tempat yg bersih dan pakaian mu rapi, semestinya gajimu banyak Al" ucap ayah Al dg entengnya Al merasa geram dg tingkah ayahnya
"Apa kau tak malu ayah? aku sudah sangat mu4k sekali dg sikapmu, sepertinya panggilan ayah terhadap mu itu sudah tidak pantas, apa kamu lupa atau amnesia , aku sampai dititik ini karena membanting tulang setiap hari, agar aku bisa sekolah dan keluarga ku bisa makan, apa kau tak tahu kau seharusnya yg menafkahi kami tapi kelakuan mu mencerminkan bukan laki laki bertanggung jawab, kau pria br3ngse3k" ucap Al dg menggebu gebu .
Plak!
Satu t4mparan dari sang ayah.
"Kau tidak sopan berkata seperti itu kepada ayahmu ini"
"Kau bukan ayahku, aku sudah menganggap ayahku sudah m4T! "
__ADS_1
Bersambung. . .