
15 hari Al berada di rumah sakit, dan sejak itu masih belum sadar dari koma nya , pendonor ginjal juga belum dapat, terkadang Ares merasa frustasi karena kondisi Al yg tiba tiba drop.
Saat ini Ares berada di depan ruang Al di rawat bersama papa nya, papa nya merasa prihatin dg kondisi sang anak, Ares sangat kacau bahkan semakin kurus.
"Kau tidak ke kantor res?" tanya papa Ares .
"Tidak pa, sekertaris ku saja masih sakit, nanti siapa yg menyiapkan jadwalku, siapa yg membantu ku menyiapkan berkas meeting dan membantu aku saat meeting" ucap Ares dg terkekeh pelan dan tatapan yg kosong.
Walaupun ia tersenyum papa Ares tau apa yg di rasakan nya .
"Sementara waktu biar papa yg urus perusahaan kamu, kamu fokuslah pada kesembuhan Al"
Mendengar itu Al mendongak menatap papa nya yg berdiri beranjak dari duduknya dg tersenyum tipis
"Terimakasih pa, apa papa tidak bisa membantu ku mencari pendonor ginjal?"
__ADS_1
"Sebelum kamu meminta papa sudah kerahkan anak buah papa untuk membantu mu, tapi sejauh ini belum ada yg cocok" ucap papa Ares dan menjauh dari tempat duduk Ares.
Ia merasa tak tega jika harus melihat putra nya hancur, ia memutuskan untuk pulang saja.
Dari kejauhan ada sepasang mata memandang ke arah ruangan Al di rawat, ia ingin mendekat tapi takut tidak di terima.
"Aku sangatlah pengecut, ingin melihat dari dekat saja aku tidak berani" ucap ayah Al yg juga frustasi.
Ayah Al sudah pulih dan dinyatakan boleh pulang, semua biaya rumah sakit sudah di tanggul Ares sejak awal, jadi tanpa ada tagihan sama sekali. Tak berapa lama ada suster yg mendekat ke ruangan Al .
"Sus permisi" ucap ayah Al menghentikan suster tersebut.
"Apa pasien yg bernama aliesha sudah mendapatkan pendonor ginjal?"
"Sejauh ini belum ada yg cocok pak, banyak yg ingin mendonorkan tapi tidak ada yg cocok"
__ADS_1
"Apa keadaan nya baik baik saja?"
"Sampai saat ini belum sadar dan beberapa kali pasien drop " ucap suster menjelaskan.
Deg!
Ketakutan ayah Al semakin menjadi jadi, ia takut apa yg terjadi kedepannya.
Disisi lain Ara sudah menyiapkan rencana selanjutnya.
Ia harus bisa memutar otak agar Al selama nya tidak sadar dan Ares akan bersama nya. Tanpa Ara sadari ia sedang dalam pantauan orang kepercayaan Ares .
Selama Al koma Ares segera melihat keseharian Al di kantor lewat cctv. Awal nya Ares merasa biasa saja , tapi ia merasa ganjal karena video sebelumnya selalu di hapus, dan yg ia lihat hanya saat Al meminum kopi yg ada di meja kerja nya.
Ares bukan orang lemah, ia punya orang ahli meretas dan orang itu juga yg melindungi data data perusahaan nya selama ini, awalnya Ares melakukan sendiri tapi semakin ke sini semakin sibuk, dan ia menemukan orang kepercayaan nya tersebut.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama ahli IT kepercayaan Ares bisa mengembalikan potongan video yg terhapus, dan dijam sama mereka bisa melihat Ara membawa minuman dan meletakkan nya di meja Al , awalnya Ares tak percaya, karena selama ini ia sudah mulai kembali percaya dg Ara, apalagi Ara sudah bersama dg Ares sedari kecil.
Bersambung. . .