KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 39


__ADS_3

  Ares tak kuasa menahan tangis, air matanya sampai membahasi pipi, Ares terus memegang tangan Al .


"Maaf sayang suamimu ini cengeng yaa" ucap Ares seraya menghapus air mata dipipi.


ia meletakkan tangan Al .


"Sayang segera pulih ya, aku keluar dulu aku tunggu di luar" ucap Ares .


Saat Ares akan pergi jari jari Al menunjukkan pergerakan. Ares segera menekan tombol yg ada di sampingnya , tak berapa lama dokter dan suster masuk ke dalam ICU .


"Dok tangan Al tadi bergerak dok " ucap Ares.


"Tolong pak Ares tunggu di luar saja, saya akan memeriksa nya" ucap sang dokter.


"Tapi dok saya tetap ingin disini"


"Tolong pak Ares, ini sesuai prosedur rumah sakit" tegas dokter. Dg rasa berat hati Ares keluar dari ruang ICU .


Saat sampai di depan ruang ICU ibu Al dan Riska segera menghampiri Ares.


"Pak Ares ada apa pak dg Al?" tanya Riska .


"Iya nak, Al kenapa nak? "


"Tadi jari jari Al ada pergerakan Bu, dan sekarang sedang di periksa dokter" ucap Ares yg lesu karena disuruh keluar sang dokter.


"Benarkah nak? Apa Al akan siuman?"


"Kita tunggu aja apa kata dokter nanti Bu" ucap Ares seraya duduk.

__ADS_1


"Ada apa Bu?" tanya Alan yg baru saja dari kantin .


sang ibu menceritakan apa yg di alami Ares , Alan merasa sangat senang walaupun belum tau nanti akan hasilnya gimana.


Drtt drtt drtt


"Bu saya tinggal sebentar ada telpon"


"Iya nak silahkan"


Ares menjauh dari Riska , Alan dan ibunya Al .


"Halo ,gimana apa ada perkembangan?"


. . . .


"Ya segera lacak dan jangan sampai tidak berhasil, aku yakin mereka sedang sembunyi " ucap Ares .


"Aku tunggu kabar baik nya " ucap Ares seraya menutup telpon sepihak.


Dokter dan para perawat baru saja keluar dari ruang ICU.


"Gimana dok keadaan anak saya?"


"Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritisnya tetapi belum siuman, ibu tunggu saja sebentar lagi akan keluar dari ICU dan di pindah ke kamar pasien "


"Terimakasih banyak dok " ucap ibu Al .


"Sama sama bu, saya hanya perantara saja dan ini sudah tugas saya, kalau begitu saya permisi dulu"

__ADS_1


"Baik dok silahkan " ucap mereka serempak.


"Gimana Bu keadaan Al ?" tanya Ares yg baru saja bergabung dg mereka .


Ibu menceritakan apa yg di katakan dokter tadi, Al sekarang sudah dipindahkan, semua masuk ke kamar Al , karena Al berada di kamar VVIP , kamar yg luas dan lengkap .


" Bu sebaiknya ibu pulang saja , saya yg akan menjaga Al "


"Tidak nak, kamu saja yg pulang, ibu gpp disini, ibu gak capek, ibu gak enak terus merepotkan kamu"


"Gpp Bu, maaf jika saya lancang, saya ingin menjaga Al dan membahagiakan nya Bu"


"Apa maksud kamu nak?"


"Maaf Bu saya belum bisa menjelaskan sekarang, kita tunggu Al siuman saja, tapi Ares minta ibu istirahat saja dirumah dan jaga kesehatan ibu, nanti kalau ibu sakit Al malah sedih " ucap Ares panjang kali lebar .


" Dan kamu Riska ,kamu juga pulang saja, besok kamu harus bekerja dan menghandle pekerjaan Al "


"Baiklah pak , kalau begitu saya permisi "


"Bu, Alan ,Riska pamit ya pulang dulu, besok Riska kesini lagi"


"Iya nak hati hati di jalan, kamu pasti masih syok, tenangkan fikiranmu juga nak"


"Hati hati kak"


"Iya Bu makasih Bu, ya Alan " ucap Riska seraya keluar dari kamar inap sahabat nya.


Ibu Al dan Alan akhirnya pulang juga, tersisa Ares yg masih disini dan setia menunggu Al siuman .

__ADS_1


Bersambung. . .


__ADS_2