KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 61


__ADS_3

Al yg mengingat pesan adik nya , ia masuk rumah langsung menuju ke kamar sang ibu.


Tok tok tok. .


"Bu Al sudah pulang?"


"Masuk" ucap sang ibu seraya Al membuka pintu dan langsung masuk ke dalam kamar sang ibu .


"Ada apa. . ." Belum sempat Al selesai bicara


Plaaak!


Al Ternganga, apa yg membuat sang ibu marah seperti ini.


"Bu" ucap Al yg merasa nyeri bagian pipinya , tetapi lebih sakit hati nya "Aku salah apa Bu?" tanya nya dengan air mata yg menetes tak bisa di tahan .


Tanpa banyak kata sang ibu langsung melempar semua foto Al dg Ares saat menikah siri tepat di muka Al.


"Jelaskaaan kalau itu hanya editan" ketus sang ibu .


"Bu ibu tau dari mana semua ini?" ucap Al yg terkejut " Ibu aku akan jelasin, ibu jangan marah sama aku" ucap nya dg sesenggukan.


"Berarti ini semua benar?" tanya ibu yg tak sanggup melihat wajah Al " Kamu tidak menyangkal nya berarti ini benar" lanjutnya .


"Bu aku bisa jelasin kenapa aku mengambil jalan ini" ucap Al.


Plaaak!


satu tamparan lagi mendarat di pipi sebelah Al .

__ADS_1


"STOP" ucap suara bariton yg Al kenali .


......................


Ares melihat Al kesal dan merajuk langsung masuk ke rumah nya , tanpa pikir panjang ia langsung menyusul Al, ia takut jika masalah ini akan menjadi Boomerang untuk hubungan nya .


Saat Ares memasuki rumah, rumah tampak sepi. Ia berjalan menuju kamar Al tetapi tidak ada orang di sana , ia teringat pesan Alan Ares langsung menuju kamar Alan juga nihil. Ia memilih menunggu di ruang tamu, saat ingin mengambil ponsel nya dan ingin menelepon Al ia mendengar keributan.


"Jelaskan kalau itu hanya editan "


Al mengikuti sumber suara berasal . Saat hampir sampai ada yg menepuk pundaknya .


"Ah Alan ngagetin aja , dari mana ?"


"Baru keluar sebentar"


"Iya tapi tadi kakak denger suara ribut"


Plaaak!


Mereka tercengang mendengar suara tamparan yg begitu keras, mereka langsung berlari menuju suara berasal .


Plaaak! Satu lagi tamparan yg sangat keras .


"STOP!" teriak Ares dan Alan .


Alan melihat kakak nya yg pipinya sudah memerah langsung menghampiri nya .


"Bu ada apa ini? Ibu kenapa sampai nampar kak Al kaya gini?" tanya Alan beruntun . Alan merasa menginjak sesuatu, ia melihat foto segera mengambil nya .

__ADS_1


Hati Ares teriris melihat sang pujaan hati nya menangis pilu.


Alan merasa kecewa dg sang kakak, tetapi ia berfikir kakak nya mesti ada suatu alasan hingga mengambil jalan itu .


"Bu kami bisa menjelaskan " ucap Ares yg merasa ini awal mula masalah darinya .


"Aku tidak Sudi berbicara dg mu"


"Bu jangan kayak gitu, kita dengar dulu penjelasan mereka " ucap Alan menatap miris kakak nya .


"Kak coba jelaskan " ucap Alan .


Mendengar itu Ares segera maju.


"Biar saya jelaskan " Ares segera menjelaskan secara rinci tidak ada yg di kurang ataupun di tambah . Ia menceritakan apa adanya .


"LEBIH BAIK IBU MATI DARIPADA HIDUP UANG DARI KAMU MENJUAL DIRI, IBU MENDIDIK KAMU AGAR TIDAK MENJADI WANITA MURAHAN" marah sang ibu .


"Bu aku terpaksa , maaf aku terpaksa , aku tak ingin kehilangan ibu " ucap Al dg sesenggukan.


"IBU SANGAT KECEWA DENGAN KAMU ARES , IBU KIRA KAMU ANAK BERHATI MALAIKAT, TERNYATA KAMU LEBIH KEJAM DARI PADA SETAN, KAMU TEGA MERUSAK ANAK IBU" ucap sang ibu meraung Raung.


"AL KAMU SEKARANG PILIH AKU ATAU SUAMI SIRIMU ITU? KALAU KAMU MEMILIH ARES ANGGAP SAJA IBU SUDAH MATI, JIKA KAMU MEMILIH IBU TINGGALKAN ARES "


"Buuuuuu jangan kayak gitu" ucap Alan yg harus jadi penengah walaupun ia juga kecewa .


"Kamu diam Alan, kamu Masih anak kecil"


Bersambung . ..

__ADS_1


__ADS_2