KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 43


__ADS_3

  Daniel sangat senang melihat wanita di depannya sangat kesal dan marah .


"Iya aku gila karena cantik"


"Akan ku laporkan ke jalur hukum" ucap Ara .


"Apakah kamu mempunyai bukti?" tanya Daniel yg membuat Ara bungkam.


"Ayo jawablaah"


"Sedangkan aku mempunyai bukti" ucap Daniel yg memperlihatkan video dan mulai memencet tombol play.


"Kamu jahat"


"Aku gak jahat cantik, kenapa kamu semarah ini? Padahal aku juga bukan yg pertama, ayo kita bersenang senang lagi" ucap Daniel.


Deg!! Ara semakin kesal dg apa yg di ucapkan Daniel.


"kenapa diam cantik? Apa diam mu adalah tanda setuju?"


"Jangan sentuh aku lagi, aku akan pergi, lupakan semua yg telah terjadi jika suatu saat kita ketemu anggap saja tidak pernah kenal" ucap Ara dg tegas.


"Duuh galak amat sih cantik, asal kamu tahu kamu tidak akan bisa menghindar dariku setelah ini" ucap Daniel dg mengerlingkan mata.


"Omong kosong macam apa lagi ini" bentak Ara .


"Jangan galak galak sayaang, nanti aku takut" ucap Daniel dg santai


"Nama kamu Tiara kan?" kamu baru pulang dari LA, aku sudah punya nomer mu, aku juga punya video yg kita lakukan tadi malam, kalau aku sebar ini pasti akan membuat bisnis bokap kamu hancur sayang" mendengar perkataan Daniel membuat badan Ara bergetar antara takut , marah kesal menjadi satu.


"Apa yg kamu inginkan?" tanya Ara


"Aku menginginkan kamu sayang" ucap Daniel seraya mendekati Ara.

__ADS_1


"Stop jangan mendekat "


"Gimana sayang? Kalau kamu nurut aku jamin rahasia mu akan aman, tapi setiap aku membutuhkan mu kamu harus siap, gimana sayang dg tawaran ku" ucap Daniel senyum remeh.


"Aku tidak mau" ucap Ara tegas.


"Baiklah jika kamu mau kehancuran perusahaan bokap kamu akan ku lakukan dg senang hati"


"Ja. . .jangan "


"Yaa aku akan menuruti kemauan mu" ucap Ara .


"Good girl " ucap Daniel seraya mengusap puncak kepala Ara .


"Gimana kalau aku menginginkan nya sekali lagi?"


Ara hanya terdiam, otaknya menolak tetapi tubuhnya menerima.


Al di perbolehkan pulang hal itu membuat Al sangat Senang walaupun tangan nya masih di perban.


"Apakah kamu senang?" tanya Ares


"Sangat senang" ucap Al .


"Kesenangan mu sangatlah sederhana, aku berjanji mulai saat ini aku akan membahagiakan mu" ucap Ares dg sungguh sungguh.


"Jangan pernah berjanji tetapi jalani saja, nanti malah menjadi beban berat bagimu "


"Hmm akan ku buktikan"


"untuk sementara kamu jangan kerja dulu, kalau belum tangan mu dan lukamu mengering kamu dilarang masuk"


"kenapa? Aku kerja menggunakan tangan kanan yg sakit tangan kiri"

__ADS_1


"Jangan membantah "


"Tapi aku pasti bosan"


"Kalau bosan hubungi aku, nanti aku akan mengajakmu jalan jalan"


"Benarkah?" tanya Al dg antusias


"Tentu saja, ini semua sudah beres, tinggal menunggu ibu dan Alan, kalau nanti mereka sampai, aku tinggal sebentar ya untuk mengurus administrasi " ucap Ares seraya mengusap puncak kepala Al .


"Nah itu ibu" ucap Al


"Kalau begitu aku tinggal dulu" dan hanya mendapatkan anggukan dari Ara sebagai jawabannya.


"Bu aku mau mengurus administrasi dulu"


"Silahkan nak, terimakasih ya"


"Ibu tidak perlu berterima kasih " ucap Ares dg tersenyum.


"Al apa kamu bahagia?"


"Jelas bahagialah Bu" yg menjawab bukan Al melainkan Alan,


"Ibu tanya aliesha bukan Alan" ucap ibu yg kesal dg anak laki lakinya .


"Ibu tanpa bertanya sudah kelihatan dari wajah kakak Bu, wajah Kaka terlihat berseri seri, kak Ares kelihatan nya juga sayang dan baik sama kakak, kalau pun kakak akan di sakiti sama kak Ares aku yg akan pertama maju membogem nya" ucap Alan.


"Semua masalah bukan pukul solusinya"


"Benar itu apa yg di katakan ibu" ucap Al .


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2