
"Dok biarkan saya yg mendonorkan ginjal, saya siap memberikan ginjal saya untuk pasien itu"
"Bapak serius? Susah Lo pak hidup dg satu ginjal "
"Saya serius dok dan saya siap akan apapun konsekuensi kedepannya " ucap pria paruh baya itu dg tegas .
"Baiklah nanti kita akan periksa, jika cocok kita akan langsung melakukan operasi malam ini juga"
"Baik dok, tapi saya ada permintaan dok"
"Apa pak?"
"Jangan kasih tau siapa pun yg mendonorkan ginjal untuk itu"
"Tapi pak..
__ADS_1
"Saya mohon dok" ucap ayah Al memohon.
Pria paruh baya yg akan mendonorkan ginjal adalah ayah Al sendiri, ia ingin memberikan kehidupan baru, karena ayah Al yakin jika bersama dg Ares Al akan bahagia, entah kedepannya bagaimana kehidupan nya dg satu ginjal ia tak memikirkan itu , yg terpenting Al bisa sembuh .
Ayah Al sedang menjalani beberapa pemeriksaan, terlebih kondisinya baru sadar dari koma , jadi harus segera di cek terlebih dahulu .
Disisi lain Ares menatap kaca ruangan Al di rawat, ia dan yg lain tidak di perbolehkan masuk, karena Al kondisinya tidak menentu.
"Sayaaang, apa kamu tidak capek tidur terus? Kamu gak kasihan sama aku? Kamu gak rindu sama aku? Cepat bangun apapun yg kamu mau jika aku bisa akan aku wujudkan, andai aku bisa menggantikan mu akan ku gantikan , biarkan aku yg sakit jangan kamu , aku gatau harus apa dan bagaimana, sampai sekarang pendonor pun belum dapat belum ada yg cocok, jika kamu tega ninggalin aku , aku bersumpah akan menyusul kamu" ucap Ares dalam hati, tanpa Ares sadari pipinya sudah basah dg air mata nya yg terus mengalir.
"Al anak cantik, anak yg kuat ibu yakin kamu bisa melewati ini, ibu yakin kamu akan sembuh, andai waktu bisa di putar kembali biarkan ibu yg merasakan sakit lagi, jangan kamu, ibu gak kuat jika harus kehilangan kamu" ucap ibu Al dalam hati ia menangis tersedu sedu dalam pelukan Alan, Alan sekuat tenaga menggigit lidahnya agar tidak menangis . Ia pun merasakan takut kehilangan tetapi ia juga harus menguatkan orang di sekitar nya jika semua menangis siapa yg akan menguatkan nya .
Tak berapa lama dokter datang dg pakaian steril nya untuk cek keadaan Al.
"Permisi tuan, saya mau cek rutin keadaan nona Al " ucap dokter dg sopan dan hanya mendapatkan anggukan halus dari Ares, ia merasa membawa tubuhnya berdiri saja berat .
__ADS_1
Tak berapa lama dokter keluar.
"Tuan bisa bicara sebentar?"
"Ada apa dok? Apa Al sudah bangun?" tanya Ares seakan Al hanya tertidur di bayangan nya .
"Maaf tuan, sampai saat ini nona Al masih koma tapi ada berita bagus, kita sudah mendapatkan pendonor ginjal untuk nona"
"Benarkah dok?" tanya Ares membinar, mendengar itu ibu Al juga langsung berdiri bersama Alan .
"Kapan akan di operasi dok?" tanya Alan.
"Nanti malam , banyak berdoa semoga operasi berjalan lancar, kalau begitu saya permisi " ucap dokter.
Ares tersenyum seakan melihat cahaya terang, ia merasa sangat senang Al mendapatkan pendonor. Ia yakin Al akan sembuh .
__ADS_1
Bersambung. .