
Ares masih merasa kesal entah Al sengaja atau tidak, Ares yg dulu sebelum kenal Al gila kerja sekarang ia merasa gila kerja, sekarang sudah sore dan waktunya pulang, tetapi Ares tak bergeser sedikit pun tetap di sana dan di meja masih banyak tumpukan berkas berkas yg belum ia kerjakan.
"Tok tok tok"
"Masuk"
"Maaf pak, pekerjaan saya sudah selesai, apa BPK ada yg ingin di bantu?"
"Tidak kau pulanglah" ucap dg ketus Ares .
Al merasa Ares mode marah ia lebih baik menghindari dari bada di terkam
"Baik lah kalau begitu saya permisi dulu"
"Hmm" jawab Ares . Ares menatap kepergian Al yg sudah tidak terlihat punggungnya. Ia merasa semakin kesal.
"Dasar istri gak peka" cibir Ares .
"Aku marah bukan nya di bujuk malah ditinggalin" Gumamnya.
Ares gembali fokus ke kerjanya mungkin ia akan tidur di kantor daripada kembali ke apartemen, karena ia yakin Al akan pulang ke rumah sang ibu, karena istrinya jika ada masalah lebih baik pulang ke rumah ibunya .
"Aaakhhhh BRAAAAKK"!!
Ares merasa sangat kesal, ia mencoba mengalihkan pikiran dari Al kepekerjaan tetapi tak berhasil, entak kenapa Al sudah memenuhi isi kepalanya , ia memutuskan untuk bersih bersih dulu agar pikiran kembali segar.
Disisi lain Al baru saja tiba di rumah sang ibu.
"Al kamu sudah pulang"
__ADS_1
"Sudah Bu" ucap Al yg manja dan langsung memeluk ibunya dan bergelanjut manja.
"Kamu kenapa manja sekali Al?"
"Aku capek banget Buu, sangat capek seharian kerja" ucap Al
" Ya sudah , segeralah mandi biar seger setelah itu kita makan bersama, tadi ibu bikin kue brownies kesukaan kamu"
"Waah benarkah Bu?"
"Iyalah , masak ibu pernah bohong"
"Baiklah aku mandi dulu ya Bu, cup!" Al mengecup pipi sang ibu.
Diluar Al kelihatan begitu tegar, tetapi ketika berada di samping sang ibu ia begitu manja.
Saat Al berjalan ke meja makan, ia kebetulan sekali barengan dg sang adek.
"Dek, kog rapi, mau kemana?" tanya Al
"Kamuu nanyaaa?" ucap Alan
"Jangan bercanda kakak serius"
"Kepo banget sih Kaka" ucap Alan yg membuat Al semakin kesal.
"Kencan kan?"
"Enggak tuh"
__ADS_1
"Maa lihatlah Alan , ia berdandan rapi mau kencan katanya " ceplos Al
"Heh enggak, kakak Ngada ada aja, sejak kapan lu kak manggil ibu dg sebutan mama?" tanya Alan
"Barusan , biar kaya di novel dan film FTV" hal tersebut membuat Alan tertawa renyah.
"Kenapa ketawa? Emangnya lucu?" tanya Al .
"Aneh tau kita gak terbiasa manggil gitu" ucap Alan yg masih ketawa
"Ma aku gpp kan manggil ibu dg sebutan mama?" tanya Al
"Gapapa yg penting kamu nyaman saja dan membuat mu senang"
"Tuuuh kan denger sendiri, mama gak keberatan kenapa kamu yg keberatan "
"Terserah kakak lah , yg penting gak salah manggil, takutnya manggil ibu dg embeeeeeek" ledek Alan beberapa sangat ia meringis karena jidat nya di sentil Al .
"Sakit tau kak, kau ini jahat sekali dg adikmu yg tampan dan rupawan ini" ucap Alan dg pede.
"Sudah sudah jangan berantem, segera makan"
"Tuuuh dengarkan kak"
"Kamu juga Alan bukan kakak mu saja" ucap sang ibu.
mereka berdua tanpa genti saling meledek, Alan dan Al kalau jauh kangen kalau dekat berantem tapi itulah yg bikin suasana rumah gak sepi, dan bernatem itulah cara Al menunjukkan kasih sayang nya .
Bersambung. . .
__ADS_1