
Ara frustasi melihat Ares pergi begitu saja, angan angan Ares akan dimiliki nya lenyap sudah, sekarang ia meraung menangis tersedu sedu seorang diri .
"Aaarrrrghhhhh breng**k "
prang.
Skincare dan peralatan make up nya berhamburan di lantai , dan yg masih di meja berserakan begitu saja .
"Gak gak ini gak bisa Ares harus tetap menjadi milikku sampai kapan pun"
"Uwek uwek" Ara merasa mual tiba tiba.
"Arrgghh kenapa badan tidak enak ini datang di waktu yg tidak tepat" ucapnya memijat pelipisnya merasa pusing dan mual.
Meninggalkan keadaan apartemen, sekarang Ares dan keluarga Al berkumpul, Ares emang dg sengaja memilih kamar untuk Al yg luas agar bisa muat banyak orang, Ares merasa sangat bersyukur karena Al sudah sadar dan tinggal pemulihan saja.
"Kak Makasih ya untuk semua nya" ucap Al tulus.
"Huuust" ucap Ares menempelkan jari telunjuk di bibir Al " kamu bicara apasih, kita ini bakal jadi suami istri gak ada kata terimakasih, ini sudah tanggung jawab aku" ibu Al mendengar itu tersenyum.
"Tapi kamu sudah banyak membantu di sini kak, aku gak enak"
__ADS_1
"Mulai sekarang semua yg aku punya itu punyamu juga termasuk perusahaan yg sedang aku pegang, bahkan kamu sudah punya saham disitu dan sengaja aku alihkan atas nama kamu" ucap Ares membuat Al tenganga.
"kalau sultan emang beda" ucap Al dalam hati.
" itu berlebihan kak, aku masuk ke keluarga kamu itu sebuah hadiah, aku tidak menyangka itu akan terjadi di takdir ku" ucap nya dg terharu.
"Sudah jangan bicara seperti itu, aku tidak mau melihat air matamu jatuh setetes pun" ucap Ares tegas .
"Apasih kak aku terharu tau" ucap nya cemberut.
"Loh aku juga serius sampai ada membuat satu tetes air matamu jatuh akan ku buat mati orang itu" ucap Ares membuat Al meringis, ia tau bagaimana berpengaruh nya Ares di bidang bisnis, ia CEO muda terkenal dan termasuk crazy rich, bahkan bisnis nya di urutan nomor 1 sedunia, cabang nya ada di mana mana, dan di pegang oleh orang kepercayaan Ares .
"Iya iya aku tau" ucap Al dg terkekeh " mas aku mau tanya" ucap nya
"Aku koma berapa hari sih? Kog badanku rasanya pegel semua" ucap nya dg wajah polos.
Ares melihat itu merasa gemas dan mencubit kedua pipi Al .
"Kamu koma sangat lama dan hampir membuat ku gila"
"Kenapa gila ?"
__ADS_1
"Hem kamu hidup ku Al jika kamu pergi dari dunia ini brarti kehidupan ku juga ikut pergi" ucap nya dg menghela nafas, ia harus banyak stok sabar untuk menghadapi Al yg kadang sangat polos, atau emang ini efek koma beberapa bulan.
"Aku perhatikan badan kamu juga kurusan kamu diet yaa" ucap Al membuat yg mendengar mendengus.
"Mana ada aku diet"
"Kak Ares diet ya Bu?" tanya Al kepada sang ibu.
Ibu melihat Al bertanya malah tersenyum " nak Ares tidak diet nak, kamu saja yg membuat nya tidak selera makan" ucap sang ibu dg lembut.
"Kenapa aku? Aku kan koma gatau juga" ucap nya dg polos .
"Kak kayak nya akibat koma otak Lo jadi geser ya " sarkas Alan .
"Hust gak boleh gitu" larang sang ibu.
"Bener itu Bu, gedek aja aku denger nya, andai bukan kakak ku sudah aku tampol tuh bibir" ucap Alan dg menggebu gebu.
"Kamu kog jahat sih lan padahal kakak baru saja siuman loh" ucap nya mendrama.
"Kamu berani lan nampol bibir calon istri ku?" tanya Ares dg mata tajam dan alis di naik turun kan.
__ADS_1
Yg ditatap langsung cengengesan " bercanda bang, mana mungkin aku kan sayang kakakku"