
 Disisi lain Ara merasa bebas, karena Daniel berhasil di tangkap, akan tetapi ia juga merasa kecewa karena Al masih selamat. Ia mulai memikirkan gimana caranya melenyapkan Al agar bisa memiliki Ares seutuhnya.
"Heh aku sudah menemukan ide agar bisa memiliki mu Ares" ucap Ara bermonolog.
"Kita tunggu tanggal mainnya" ucap nya dg menyeringai.
...****************...
Disisi lain.
Drtt drtt drtt
"Halo ada apa pa?"
"Res papa dengar sekertaris kamu sakit, untuk sementara waktu Tiara akan masuk ke perusahaan kamu"
"Pa , apa apaan ini" ucap nya merasa sangat kesal tanpa meminta persetujuan Ares dan sang papa langsung saja menentukan apapun keinginan nya.
"Kenapa lagi? Bukankah kamu sedang kewalahan mengerjakan laporan laporan mu"
"Untuk sementara ini aku emang kewalahan pa, tapi aku tidak membutuhkan bantuan dari siapapun dan termasuk Tiara" ucap Ares tegas
"Kamu jangan keras kepala res, ini demi kepentingan kamu, agar pekerjaan mu bisa lancar"
"Aku bisa atasi ini semua pa, sebentar lagi pun sekertaris ku juga akan masuk dan perusahaan akan berjalan seperti biasanya "
__ADS_1
"Ini udah keputusan papa dan tidak ada penolakan "
Tut.
"Aaarrrrghhhhh " teriak Ares seraya mengacak ngacak rambut nya merasa frustasi dg keputusan sang papa.
Setelah keputusan papa Ares ada yg tersenyum smirk penuh kemenangan, ia merasa dg mudah bisa masuk ke perusahaan yg dipimpin Ares.
"Ara kamu langsung ke perusahaan Ares saja, kamu ingin bekerja mulai hari ini atau besok itu terserah kamu"
"Ini beneran om?"
"Iya ini beneran "
"Makasih om, aku langsung ke perusahaan kak Ares saja dan akan bekerja mulai hari ini"
Tak berselang lama Ara langsung menuju ke perusahaan Ares . Ara sampai segera melangkah masuk menuju ke ruang an Ares , semua mata memandang nya , ia baru saja sampai langsung saja menuju lift khusus untuk CEO, bahkan Al yg sudah lama menjadi sekertaris nya saja untuk bertemu Ares harus tanya dulu.
Siapa dia?
Apakah dia pcr pak Ares
Gak mungkin kedekatan pak Ares dan Bu Al sudah tersebar luas, bahkan Bu Al kecelakaan pak Ares sendiri yg menjaganya.
entahlah kita lihat saja.
__ADS_1
iya kita hanya bisa melihat , kalaupun adik juga tidak mungkin
Dan masih banyak lagi bisik bisik dari para karyawan yg tentunya sampai ke telinga Ara. Ara mengetahui menjadi pusat perhatian hanya tersenyum, emang itulah yg ia mau, dan ia ingin menyandang gelar nyonya Ares .
Ara telah sampai di ruang Ares lebih tepatnya di depan pintu masuk ruangan Ares .
Tok tok tok.
"Masuk"
"Halo kak Ares"
"Hmm saya harap jika berada di kantor kita harus tetap formal" ucap Ares dg ketus ucapan Ares membuat Ara kesal dan langsung mengepalkan tangannya .
"Aku akan membuat mu bertemu lutut kak Ares " ucap Ara dg menyeringai.
"Oh iya maaf pak jika saya kurang sopan, saya yakin bapak tahu kedatangan saya kemari, bukan kah BPK sudah di beri tahu? Saya yakin bapak lebih suka to the point dari pada basa basi"
"Ya saya sudah tau dan saya sudah menentukan tempat kamu"
"Baik terimakasih bapak sudah memberi saya kesempatan untuk bergabung di perusahaan ini" ucap Ara dg formal dan hanya mendapatkan deheman dari Ares sebagai jawabannya.
"Sebentar lagi akan ada yg datang dan mengantarkan mu keruangan mu"
"Baik pak terimakasih kalau begitu saya permisi " ucap Ara dan hanya mendapatkan anggukan dari Ares .
__ADS_1
Bersambung. . .