
Ares telah selesai mengurus administrasi Al , mereka bersiap untuk pulang.
Al dan Alan membawa barang barang dan memasukkan ke bagasi.
Ibu Al dan Alan duduk di jok penumpang sedangkan Al disamping Ares. Ares mulai menyalakan mesin dan menjauh dari pekarangan rumah sakit membelah rame nya jalanan kota .
"Waah kita seperti melihat pengantin baru ya Bu" celetuk Alan. Yg membuat sang ibu membelalakkan matanya.
"Kamu bicara apa sih lan" ucap ibu yg gemas dg anak nya yg ceplas ceplos.
"Gatau tuh anak ibu yg paling tampan" Al ikut menimpali.
"kenapa kalian marah, seharusnya di aminkan , bisa jadi doa" ucap Alan .
Ares yg melihat pemandangan tersebut hanya tersenyum.
"Bu jika aku besar nanti aku ingin sukses seperti kak Ares " ceplos Alan lagi
"Kenapa harus seperti saya?" tanya Ares.
"Eee kenapa ya, gatau lah aku terinspirasi saja dari kakak, Dimata Alan kakak itu keren, hidup mewah, mobil bagus tapi tetap rendah hati dan tidak sombong " ucap Alan.
__ADS_1
"Uhuuk" Al tersedak saat minum mendengar perkataan Alan .
"Kalau minum hati hati" ucap Ares dg lembut.
"Kakak gak terima ya aku muji pcr kakak?" tanya Alan.
"Siapa yg gak terima, aku kesedak beneran bukan karena mendengar kan mu mengoceh"
"Bu kakak mulai mengejek ku"
"Bener apa kata kakak mu, kamu laki laki tapi gak ada irit irit nya bicara, katanya ingin kaya kak Ares, lihat kak Ares bicara kalau penting saja, kalau gak penting diam, itu malah kelihatan berwibawa " ucap sang ibu.
"Ah ibu kenapa gak membela ku, yaudah aku diem nih" ucap Alan yg cemberut.
"Pantesan diam ternyata tidur" ucap ibu sambil tersenyum melihat tingkah anak nya .
"Kebiasaan Alan itu Bu, kalau di suruh Diam malah ketiduran" ucap Al seraya terkekeh.
Beberapa saat kemudian mobilnya berhenti.
"Loh kog berhenti disini? Ini rumah siapa mas?" tanya Al
__ADS_1
"Iya nak ini rumah siapa?" tanya sang ibu ketika Ares memasukkan mobilnya ke halaman rumah minimalis modern walaupun sederhana tapi ini lebih besar dari rumah Al sebelum nya.
"Maaf membuat kalian terkejut, ini rumah baru untuk ibu, Al dan Alan" ucap Ares
"Kenapa repot repot sih nak, ibu tak pernah mengharapkan apapun dari kamu" ucap ibu yg merasa tak enak, takut jika orang tua Ares tahu dikira mereka suka dg harta saja .
"Tidak Bu, sama sekali tidak merepotkan. ini rumah emang sengaja untuk kalian, biar kalian merasa nyaman" ucap Ares
"Duh ibu jadi terharu, ibu bingung mau berterima kasih dg cara apa, kamu selalu saja ibu repot kan" ucap sang ibu.
"Jangan pernah berkata seperti itu Bu aku ikhlas " ucap Ares .
Al melihat tersebut tak kuasa menahan tangis nya, ia segera memeluk Ares sebagai tanda terimakasih.
"Makasih banyak mas terimakasih" ucap Al seraya Ares membalas pelukan Al.
"Sama sama, jangan nangis" ucap Ares seraya mengusap air mata di pipi Al .
"Aku terharu mas bukan nangis" ucap Al
"Ayuk keluar, lihat lah isi rumah nya dulu, barang yg di rumah lama sudah di pindah kesini semua" ucap Ares .
__ADS_1
"Yuuk aku ga sabar " ucap Al dg antusias.
Bersambung. . .