
Didepan ruang Al di rawat sudah banyak orang yg menjenguknya. Ares pun sekarang kondisinya sangat berantakan.
"Kak, sana makan dulu, lihat lah kakak kacau gini, atau pulang dulu ganti baju" ucap Alan kepada Ares .
"Aku tidak akan pergi sebelum Al bangun lan "
"Kalau kak Al bangun tapi penampilan mu seperti ini aku jamin kak Al tidak mengenali kak Ares lagi " ucap Alan sedikit mengancam.
"Jangan omong kosong, tidak mungkin Al melupakan aku, aku kan calon suaminya "
"Kak Al emang tidak lupa sama suaminya, tapi biasanya kakak kan berpenampilan rapi, la ini sekarang kakak berpenampilan seperti gembel " ucap Alan jujur, Ares memang seperti gembel bagian bawah mata menghitam , rambut acak acakan, dan pakaian nya sangat kusut.
"Aku makan tunggu Al bangun saja, dia juga belum makan sama dg aku, aku tidak tega jika dia harus makan sendiri, jahat dong aku kalau makan dulu" ucap Ares dg senyum sendu, semua kembali menangis pilu mendengar kata yg terlontar dari Ares .
Ibu Al kembali menangis pilu mendengar ucapan calon menantu nya.
"Nak cepet sadar hiks, lihatlah Ares begitu menyayangi mu, ia sampai tidak mau makan kalau kamu belum makan, apa kamu tidak kasihan melihatnya, lihatlah pakaian nya hiks biasanya selalu rapi hiks .. sekarang pakaian nya sangat kusut seperti wajahnya hiks.. lihatlah kantung matanya ia tidak tidur dari kemarin hiks .. ibu senang kamu dicintai seperti itu ibu akan lega melihat nya, biar hanya ibu yg merasakan sakitnya berumah tangga berjuang sendiri, semoga kamu bahagia nak, segeralah bangun" ucap dalam hati.
Tak lama dokter spesialis yg memeriksa keadaan Al keluar.
__ADS_1
"Dengan keluarga pasien?"
"Saya ibunya dok"
"Saya adiknya "
"saya calon suaminya"
Ucap mereka bersamaan membuat sang dokter meringis.
"ekhm" dokter berdehem kecil untuk menghilangkan kegugupan nya " Maaf saya dengan berat hati saya sampaikan pasien menderita gagal ginjal dan ini sangat parah"
"Gak mungkin dok, kakak saya selalu menjaga pola makan sehat" ucap Alan yg frustasi.
"Maaf saya sudah memeriksa nya berkali kali, dan hasilnya sama, sepertinya pasien sering minum minuman yg mengandung etilen glikol. Ketika masuk ke dalam tubuh, senyawa tersebut akan mengalami oksidasi oleh enzim sehingga menjadi glikol aldehid. Lalu, etilen glikol kembali dioksidasi menjadi asam glikol dan membentuk lagi menjadi asam oksalat, senyawa yang memicu membentuk batu ginjal atau merusak ginjal.dan kita harus segera mencari pendonor ginjal yg cocok untuk pasien, kalau tidak kemungkinan kecil pasien akan sadar" ucap dokter.
"Tidak tidak mungkin dok, ini tidak mungkin" ucap sang ibu menangis meraung Raung di pelukan Alan, Alan tak kalah menangis, disaat kakak nya akan menikah dan bahagia tetapi tetap mendapatkan cobaan bertubi tubi.
Bruk
__ADS_1
Ibu Al tidak sadarkan diri.
"Buu bangun Bu, dok tolong dok" ucap Alan yg frustasi. Suster segera menolong dan membawa ke salah satu kamar pasien.
Ares segera menghubungi orang kepercayaan nya.
"Halo ,cepat Carikan pendonor ginjal akan saya kasih imbalan 100M " ucap Ares dg tegas .
Tut .
Ares merasa sangat frustasi, ia merasa gagal tidak memperhatikan apa yg di makan dan di minum Al.
Disisi lain
Ara merasa senang karena mendapatkan kabar jika Al sudah di ambang kematian, ia merasa misinya berhasil .
"Sudah aku katakan Al jika kau merebut yg sudah menjadi milikku akan berakibat seperti ini, salah sendiri tidak mendengar kan, rasakan akibatnya" ucap Ara tersenyum smirk.
Bersambung. .
__ADS_1