KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 74


__ADS_3

  Disisi lain Al merasa senang karena akan menuju one step closer , disisi lain ia merasa sedih karena sang ayah masih terbaring koma .


"Sudah selesai nona, silahkan ganti baju dg kebaya ini" ucap MUA membuyarkan lamunan Al .


"Hmm baiklah" ucap Al dan segera beranjak ke ruang walk in closed. Ia segera mengganti baju dg kebaya yg di rancang khusus desainer ternama.


Selesai berganti baju Al melihat dirinya di pantulan cermin. Kebaya yg begitu pas di tubuhnya dan rambut yg di bentuk sedemikian rupa membuat kesan cantik dan elegan dg make up natural nya . Setelah merasa selesai Al segera keluar dan menuju kembali ke kamar yg di sulap menjadi tempat rias tadi .


MUA menatap tak percaya melihat Al sangat cantik. Mereka semua menganga .


"Ekhm . . "


"Adakah yg salah?" tanya Al pelan, karena ia bingung di tatap dg keadaan seperti itu.


"Emm maaf nona, nona sangat cantik, saya tidak percaya jika itu nona, padahal saya yg merias"


"Benar nona aku yakin tuan Ares bakal makin cinta" ucap wanita di depan Al diiringi kekehan .


Tak lama suara ketukan pintu terdengar.


Tok tok tok.


"Permisi apakah kak Al sudah siap?" tanya Alan .


"Sudah"


"Baiklah , saya kesini ingin mengajak kak Al keluar, keluarga pihak laki laki sudah datang"

__ADS_1


"Kog kamu yg jemput Kaka? Riska kemana?"


"Kak Riska membantu ibu kak, jadi ya siapa lagi kalau bukan aku"


"Hemm" jawab Al hanya dg berdehem.


"CK ! Ayolah kak kog malah ngelamun, jadi pa enggak ini"


"Ya jadi dong"


"Yaudah ayo" ucap Alan sambil menyeret kakaknya keluar.


"Pelan pelan dong Alan, kakak bisa jengkang ini" ucap Al dg kesal


"Makanya kalau jalan jangan lemot"


***


Acara yg Al nantikan berjalan dg lancar, sekarang ia merasa suntuk karena tidak ada pekerjaan yg dilakukan.


Al merasa aneh dg dirinya tiba tiba perut bagian kiri merasakan nyeri yg luar biasa . Al berusaha menahan tetapi sakit nya malah semakin menjadi jadi.


Al berusah bangkit keluar dari kamar nya . Melihat sangat sepi.


"Ibuuuu" teriak Al


"Alan"

__ADS_1


"To. . Long" ucap nya sambil meringis menahan sakit .


"Akkh bruk" Al jatuh tidak kuat menahan rasa apa yg di rasakan .


Al berusaha bangkit dan mencari benda pipih nya . Sekuat tenaga ia berjalan dg berpegang an dinding dan barang barang sekitarnya.


Setelah sampai kamar Al segera mengambil benda pipih itu , yg ada di fikirkan nya hanya Ares . Ia segera memencet nomor Ares kebetulan paling atas .


panggilan pertama langsung mendapat jawaban.


"Haloo sayaang"


"Toloong kak to. . Long aku aakh" ucap Al terbata bata.


"Kamu kenapa sayaang? Tunggu aku yaa tahan tunggu aku" ucap Ares tak kalah panik.


Ares sangat panik, baru tadi malam merasa bahagia , tapi sekarang mendapat panggilan dari kekasihnya seperti menahan sakit .


Ares mengendarai mobil dg kecepatan penuh, ia sangat khawatir.


Tak menunggu lama ia sudah sampai di pekarangan rumah Al , ia segera turun dan berlari masuk ke dalam, syukur tidak terkunci pintu bagian depan .


Ares merasa lutut nya melihat Al kondisinya sangat mengkhawatirkan, dg kondisi pucat .


"Sayang" ucap Ares. Tanpa berpikir lama ia segera menggendong dan membawa Al keruma sakit.


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2