KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 52


__ADS_3

 "Aku ingin menikah i kekasihku pa" ucap Ares tanpa basa basi.


 "Sekertaris mu itu?"


 "Iya"


 "Apa kamu tidak salah pilih? Dia beda kasta dg kita" ucap sang papa


 "Aku tidak peduli bak dia anak siapa besar dimana, yg ku tau aku cinta dg nya dan ingin menikah Inya"


"Lihatlah ma, anakmu yg kamu manjakan dia sudah berani" ucap nya.


"Pa keputusan ku sudah bulat, sebenarnya aku kesini ingin meminta restu, akan tetapi jika papa tidak merestui aku akan tetap menikahinya"


"Omong kosong macam apa itu res" ucap sang papa yg tersulut emosi " Kamu datang bilang mau minta restu tapi jika papa gak merestui kamu bilang tetap manikahinya, minta restu yg baik sama orang tua jangan asal nyeplos saja"

__ADS_1


"Papa kan juga belum bilang merestui nya atau enggak, selalu saja mengambil keputusan sendiri" tambahnya.


"Ma walaupun mama adalah mama tiriku tapi aku harap mama merestui dan menerima Al seperti anak mama sendiri" ucap Ares dg tegas dan tidak menjawab omongan sang ayah


"Kalau bicara yg baik Ares dg mama mu" ucap papa.


"Aku sudah bicara baik, papa seharusnya bersyukur aku menerima mama dan bersedia memanggil nya dg sebutan mama walaupun dia mama tiriku aku masih ingat saat papa dan mama dulu menikah saat mommy ku dalam keadaan sakit parah, tapi aku tidak pernah _" ujarnya terpotong.


"Cukup Ares, jangan buka luka lama"


ucap Ares dan mama tirinya hanya menahan agar air matanya tidak keluar mendengar apa yg di ucapkan Ares .


"Cukup Ares cukuuuup, jika kamu tahu yg sesungguhnya mungkin kamu akan lebih terpuruk" ucap sang papa karena mengingat Ares sangatlah sayang dg mama kangkung nya.


"Plot twist macam apa lagi yg papa ciptakan hingga berucap seperti itu"

__ADS_1


"Kamu gak tau dg ucapan kata cukup dan jangan ungkit lagi?" ujar papa yg naik pitam


"Oke aku akan diam dan seakan tidak tau apa yg terjadi tapi papa harus merestui ku menikah dg Al" ucap Ares seraya pergi meninggalkan mansion dan menuju kantornya .


Mama tiri Ares hanya bisa melihat punggung Ares yg semakin menjauh dan tak terlihat.


"Ma maafkan papa yg masih belum berani berbicara jujur dg Ares" ucap sang papa merasa bersalah.


"Tidak apa aku mengerti, aku malah takut jika Ares mengetahui yg sebenarnya aku takut ia akan down, karena aku tau betul dia sangat menyayangi Kirana" ucap mama Ares , Kirana adalah mama kandung Ares yg sudah meninggal saat Ares masih menginjak kan di bangku di sekolah menengah pertama


Ares mengendarai mobil nya dg kecepatan tinggi selama ini ia sudah menahan agar tidak mengungkit kejadian itu dan berlagak seperti orang bodoh yg tak tau apa apa, ia teringat saat ibunya tersiksa dg penyakitnya sedangkan sang papa menikahi sahabat sang ibu dan juga bekerja merawat Ares dari ia bayi. pada saat itu ia merasa bingung sedih dan kecewa bersamaan, tak berselang beberapa Minggu sang ibu menghembuskan nafas terakhir dan Ares merasa sangat bersalah karena membiarkan itu terjadi. Ia tahu jika mama tirinya baik tetapi dia masuk ke keluarga nya di saat waktu yg tidak tepat.


Bersambung. . .


Terimakasih readers yg setia membaca dan menunggu author update, jangan lupa like dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2